Hikmah Dibalik Musibah Virus Corona

In Ruang Publik

artikel hamdi

 

Oleh: Hamdi, S.Sos

Penulis adalah anggota Forum Akselerasi Masyarakat Madani Indonesia (FAMMI)

 

SAAT ini dunia dihebohkan dengan wabah virus yang bernama corona, tepatnya corona virus disease 19 (covid 19). Keganasan virus jenis anyar ini telah merenggut 21.284 nyawa manusia dari 471.044 orang yang positif terinfeksi di 198 negara. Kabar baiknya ada 114.228 pasien yang dinyatakan sembuh. Untuk Indonesia tercatat ada 893 kasus positif terinfeksi, 78 meninggal, dan 35 orang sembuh. Kasus infeksi positif corona tersebar di 24 provinsi. Ini masih data sementara yang masih sangat mungkin akan terus bertambah. WHO sendiri sudah menetapkan wabah virus corona ini sebagai pandemi global.


Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah dan mengatasi virus corona ini, mulai dari sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS), penggunaan masker bagi yang sakit, program rapid test, karantina individu (bagi yang memiliki gejala covid 19), hingga karantina kota dan negara (lockdown). Bahkan 70 negara  menutup akses penerbangannya untuk mencegah penyebaran virus yang penyebarannya sangat cepat itu. Meskipun begitu, jumlah kasus positif corona dan korban meninggal terus bertambah.

Di balik setiap musibah pasti ada hikmah yang bisa diambil. Ada beberapa hikmah yang bisa dipetik dari musibah virus corona ini. Pertama, Allah menegur dan mengingatkan kita bahwa manusia adalah makhluk yang lemah. Ketika virus corona muncul dan menyebar ke mana-mana banyak orang yang tidak berdaya. Mereka akhirnya terinfeksi dan banyak pula yang kehilangan nyawa. Manusia bukanlah makhluk yang super kuat tetapi Allah-lah Zat Yang Maha Kuat. Kita tidak berdaya ketika Allah menurunkan penyakit yang bernama covid 19. Maka berserah dirilah hanya kepada Allah semata diiringi ikhtiar dan doa.

Kedua, musibah covid 19 menyadarkan (kembali) kepada kita  akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungan. Islam adalah agama yang sangat memperhatikan soal kebersihan, baik jasmani maupun rohani. Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.Al-Baqarah : 222). Menurut Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah, maksud ayat ini yaitu Allah menyukai hamba-hamba yang banyak bertobat dan bersuci dari segala kotoran dan kekejian. Dari Abu Malik Al-Ash’ari ra. melaporkan Rasulullah SAW mengatakan, “Kebersihan adalah sebagian dari iman.”

Anjuran untuk selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer di tengah merebaknya wabah virus corona  sejalan dengan ajaran Islam tentang memelihara kebersihan dan kesucian seperti yang termaktub dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.  Kebiasaan menjaga wudhu juga salah satu cara untuk mencegah terkena covid 19 karena orang yang berwudhu secara otomatis juga membersihkan anggota tubuh dan kulitnya. Walaupun memang tidak ada jaminan kalau berwudhu pasti tidak terkena virus tetapi minimal ada upaya untuk melindungi diri dari ancaman virus tersebut selain mencuci tangan dan social distancing.

Ketiga, meningkatnya solidaritas sosial di kalangan masyarakat. Pandemi  virus corona yang menimbulkan banyak korban yang langsung maupun tidak langsung menyita perhatian masyarakat. Warga masyarakat pun bersimpati dan bahu-membahu membantu mereka yang terdampak virus ini. Sebagian warga membagikan masker dan hand sanitizer kepada warga yang kurang mampu. Sebagian yang lain menyumbang dana dan APD (Alat Pelindung Diri) untuk rumah sakit dan tenaga medis yang sangat membutukan. Ada juga yang menyumbang konsumsi untuk tenaga medis, driver ojol dan taksi yang terkena imbas dari aturan work from home (WFH) bagi pegawai di wilayah Jabodetabek.

Semangat berbagi dan tolong-menolong seperti di atas yang mesti ditumbuhkembangkan di masyarakat dalam setiap keadaan, tidak hanya ketika terjadi musibah. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa (QS Al-Maidah : 2). Hal ini juga sejalan dengan sila kedua Pancasila yaitu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

Semoga wabah virus corona ini segera berlalu tanpa menyisakan luka yang mendalam. Denyut kehidupan masyarakat pun bisa kembali berjalan normal dan insyaa Allah kita bisa menjadi hamba yang selalu bersabar menghadapi musibah dan bersyukur atas segala nikmat-Nya. Aamiin. Wallahu a’lam bishshawab. (*)

You may also read!

belanja online di hypermart detos

Belanja Online di Hypermart Detos Bisa Lewat WA

ONLINE : Hypermart Depok Town Square (Detos) memberikan kemudahan bagi konsumen dengan belanja online. FOTO

Read More...
SMK Putra Bangsa disinfektan

SMP, SMA, dan SMK Putra Bangsa Disemprot Disinfektan

STERIL : Petugas PMI Kota Depok bersama dengan guru dan penjaga Sekolah Putra Bangsa sebelum

Read More...
imam budi sisihkan gaji

Aleg PKS Sisihkan Gaji Untuk Penanggulangan Covid-19

PEDULI : Ketua Komisi 4 DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, Imam Budi Hartono saat

Read More...

Mobile Sliding Menu