Januari ‘Surat Sakti’ PDIP Turun

In Politika
PAPARAN : (kiri ke kanan) Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Depok Indah Ariani, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok Hendrik Tangke Allo, dan Sekjen DPC PDI Perjuangan Kota Depok Ikravany Hilman, saat melakukan jumpa pers, di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Selasa (2/9). FOTO : RICKY/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebagai langkah sosialisasi maksimal Pilkada Depok 2020. PDI Perjuangan (PDIP) bakal mengeluarkan surat rekomendasi di Januari mendatang.

“Rekomendasi yang saya dengar itu sudah ada, kami ingin persiapan itu agak panjang. Jangan sampai dekat waktu pendaftaran (Pendaftaran Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok untuk Pilkada 2020) baru turun, enaknya kan seperti itu, biar sosialisasinya lebih lama,” tutur Sekretaris DPC PDIP Kota Depok, Ikravany Hilman kepada Radar Depok.

Hal tersebut, sambung Ketua Komisi A DPRD Kota Depok ini, juga untuk menilai, apakah surat rekomendasi itu akan dipertahankan sampai pendaftaran atau dicabut dan diganti dengan kandidat lainnya.


“Kan kalau sudah ada surat rekomendasi, kan ada tugas, misalnya kamu harus konsolidasikan partai, mengadakan pelatihan-pelatihan saksi, itu bisa dikerjakan tidak sama calonnya, kalau dia tidak bisa kerjakan, ya cabut lagi rekomendasinya. Kami mencari yang siap,” ucap Ikra, sapaannya.

Terkait, Koalisi Depok Bangkit (KDB) yang dimotori PDIP, Ikra melanjutkan, pihaknya masih intens komunikasi, meski tidak dalam agenda khusus membahas Pilkada atau agenda resmi. “Misalnya, saat kami pembahasan anggaran, kami komunikasi juga untuk Pilkada,” paparnya.

Namun, ia mafhum jika urusan Pilkada itu semuanya berada di DPP. Sehingga, dalam KDB ini sendiri sebatas menyarankan atau memberikan rekomendasi ke DPP masing-masing.

“Ketika nanti DPP mereka memutuskan yang lain, kita harus saling menghargai itu,” ucap Ikra.

Ditanya, terkait hubungan yang harmonis antara PDIP dan Gerindra di tataran nasional, Ikra mengatakan, di Depok pun kedua partai ini sudah terjalin komunikasi yang baik dan memiliki kesamaan visi.

“Cuma kan politik ya, apapun bisa terjadi kedepan,” katanya.

Ia menegaskan, untuk Pilkada Depok 2020, PDIP ingin melakukan suksesi atau pergantian pemimpin di Kota Depok, karena Ikra menilai Kota Depok sudah 15 tahun tumbuh, tetapi ia meyakini jika pertumbuhan tersebut bisa lebih bagus dari sekarang.

“Harusnya bisa lebih baik dari hari ini, saya tidak bilang tidak ada pembangunan, itu ada. Tapi, harusnya bisa lebih baik dan banyak persoalan yang bisa diselesaikan, kami sudah kasih waktu 15 tahun, sekarang gantian lah,” ucap Ikra.

Sebab, berdasarkan kapasitas fiskal Kota Depok yang menempati urutan ketiga di Jabar, pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia  (IPM) hanya nomor enam. Kata Ikra, hal ini lambat sekali dan dalam lima tahun terakhir hanya naik 1,7 poin. Padahal, rata-rata kota di Jabar 2,5 poin IPM-nya.

“Kapasitas fiskal Depok itu nomor tiga, setelah Bandung dan Bekasi. Dalam lima tahun terakhir peningkatan IPM Depok kalah dari Kota Banjar yang kapasitas fiskalnya paling buncit di Jabar. Duitnya jauh dari Depok, tapi mereka bisa sedemikian rupa mengatur keuangannya, sehingga standar kehidupan masyarakatnya lebih baik dari Depok. Artinya ini ada yang salah dari konsep pengelolaan keuangan Depok,” ucap Ikra. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

warga depok terkena virus

Data Korona di Depok : 3 Pasien Positif dan 12 Pasien PDP Meninggal

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Jumlah kasus pasien positif virus Korona yang meninggal di Kota Depok bertambah

Read More...
afifah semprot disinfektan

Afifah Alia Semprot Disinfektan di Gereja HKBP Limo

PEDULI : Bakal Calon Walikota Depok dari PDI Perjuangan, Afifah Alia turun langsung sebagai operator

Read More...
belanja online di hypermart detos

Belanja Online di Hypermart Detos Bisa Lewat WA

ONLINE : Hypermart Depok Town Square (Detos) memberikan kemudahan bagi konsumen dengan belanja online. FOTO

Read More...

Mobile Sliding Menu