Tiga Pelaku Pembantai Pelajar di Depok Ditangkap, Satu Buron 

In Utama
pelaku pembantai pelajar ditangkap
TEWAS : MN pelajar SMK di Kecamatan Pancoranmas menghembuskan nafas terakhir di RS Permata Sawangan, Kamis (31/1). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Perburuan pelaku tawuran yang menewaskan MN pelajar SMK di Kecamatan Pancoranmas, Depok Jawa Barat (Jabar) membuahkan hasil. Tiga pelaku diamankan ditempat persembunyiannya masing-masing, Rabu (5/2) sore.

Kasubag Humas Polres Metro Depok, AKP Firdaus mengungkapkan, ada tiga pelaku yang telah diamankan atas kasus tersebut. Mereka masing-masing berinisial G, F dan Aq. Sedangkan satu terduga pelaku lainnya hingga kini masih dalam pengejaran. Dan telah ditetapkan masuk dalam Daftar Pecarian Orang (DPO).

Menurutnya, dalam kasus ini, korban ada dua orang. Yakni, MN (tewas) sedangkan satu korban lainnya selamat berinisial D, mengalami luka ditangan dan punggung.  “Jadi pelaku G dan F, diduga menganiaya D. Sedangkan korban yang meninggal pelakunya Aq,” jelas Firdaus


Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut. “Mengenai prosesnya sedang dilakukan pemeriksaan, dan tentu ini akan terus berkembang,” jelasnya.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Jawa Barat, Aang Karyana menuturkan, akan ada beberapa upaya yang dilakukan untuk mencegah tawuran di Kota Depok. Salah satunya, menertibkan warung-warung di sekolah yang dikembalikan menjadi tempat penyimpanan senjata tajam, untuk tawuran.

Pihak sekolah juga akan melakukan razia tas siswa, karena dikhawatirkan siswa membawa benda tajam untuk tawuran. Selain itu, berpartisipasi yang siswanya terlibat tawuran akan diundang pihak sekolah.

Menurutnya, upaya pencegahan lainnya yaitu dengan memberi siraman rohani ditunjukan kepada para siswa. Dalam beberapa hari kedepan, para siswa di Kota Depok akan dikumpulkan untuk diberikan pendidikan agama oleh pemuka agama.

Sebenarnya di setiap sekolah, anak-anak sudah diberikan pendidikan terkait nilai perdamaian. “Sekolah akan didatangkan  pemuka agama, untuk memberikan sosialisasi kepada siswa tentang perdamaian dan sikap saling mendukung,” terang Aang.

Dia juga menyadari, satgas yang diketuai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, tidak bisa berkomunikasi dengan siswa selama 24 jam. “Semua menjadi sangat berperan, terlebih peran orang tua, guru dan lingkungan sekolah, sehingga tidak ada lagi gesekan antar pelajar yang menyebabkan korban jiwa,” tegas Aang.

Seperti diketahui, tawuran pelajar yang merenggut satu korban jiwa itu terjadi di depan Perumahan Vila Casablanca, Jalan Raya Sawangan, Depok, pada Kamis (30/1) malam.

Kapolres Metro Depok Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah menjelaskan, korban tewas akibat luka yang diduga disebabkan benda tajam.

“Yang terlihat kasat mata ada luka pada bagian tenggorokan dan kaki yang kemungkinan oleh benda tajam,” katanya pada Jumat (31/1) dini hari.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan petunjuk berupa sandal yang diyakini milik pelaku tawuran. (rd)

 

Jurnalis : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71), Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

warga eks setu ke komnas ham

Komnas HAM : Tanah Eks Situ Krukut Milik Negara

TOL : Tol Desari sudah terbangun, namun warga eks situ Krukut belum terima ganti rugi

Read More...
hoaks korona meninggal di depok

Meninggal Korona di Pasar Musi, Hoaks

KLARIFIKASI : Kepala Diskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono (kiri) saat berbelasungkawa ke kediaman Ani Susanti.

Read More...
data korona depok

Lagi, Meninggal Satu Orang Pasien Positif Korona Kota Depok

  RADARDEPOK.COM,DEPOK - Bertambah satu orang pasien positif virus Korona di Kota Depok yang meninggal. Sehingga, kini jumlah yang meninggal

Read More...

Mobile Sliding Menu