Sekolah Siswanya Tawuran : Izin Operasional Dibekukan

In Metropolis
muhammad Idris tentang tawuran
Walikota Depok, Mohammad Idris.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sejumlah aksi tawuran pelajar mewarnai Kota Depok di awal tahun ini. Peristiwa tersebut membuat orang tua harap-harap cemas ketika anaknya akan berangkat maupun pulang sekolah.

Sebelumnya, dua kelompok pelajar terlibat bentrok di Jalan Raya Sawangan pada Kamis (31/1). Dalam kejadian itu satu pelajar tewas dan satu luka berat akibat bacokan senjata tajam. Yang terbaru dua orang siswa Sekolah Menengah Pertama diserang kelompok pelajar lain hingga mengalami luka serius, saat melintas di Jalan Raya Tugu Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Jumat (7/2).

Menyikapi peristiwa ini, Walikota Depok, Mohammad Idris menegaskan, pihaknya menyerahkan masalah tawuran ini kepada pihak kepolisian. Apalagi hingga memakan korban jiwa, hal itu sudah masuk ke ranah kriminal.


“Kalau sudah tawuran itu ranahnya polisi. Kita tunggu bagaimana proses hukumnya,” ucap Idris kepada Radar Depok, usai menghadiri syukuran Hari Pers Nasional (HPN) di kantor PWI Kota Depok, Senin (10/2).

Idris mengaku, pemerintah selama ini sudah melakukan upaya pencegahan agar pelajar di Depok tidak tawuran. Di antaranya penyuluhan serta bimbingan dari dinas DPAPMK, hingga bermitra dengan pembimbing rohani seperti MUI, PGI, dan lembaga pemberdayaan lainnya.

“Penyuluhan dan bimbingan itu agar pelajar di Depok tidak terjerumus pergaulan negatif yang mengarah pada tindak kriminal,” harap Idris.

Terpisah, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Depok Elly Farida menilai, guna mencegah terjadinya kenakalan remaja khususnya tawuran, yaitu meningkatkan kepedulian orang tua terhadap anaknya, di rumah maupun di luar rumah.

“Muara pendidikan pertama adalah keluarga, mengajarkan pendidikan yang penuh cinta dan kasih sayang, mengedukasi, memberi tauladan dalam agama, etika. Kemudian sekolah dan lingkungan sebagai pengasuhan alternatif,” tutur Elly kepada Radar Depok.

Elly mengatakan, jika kedua unsur keluarga maupun sekolah tercapai, niscaya aksi kenakalan remaja tidak akan terjadi di Kota Depok. “Jika semua unsur baik, insha Allah semua baik ,” terangnya.

Elly menyebutkan, kenakalan remaja bukan hanya dipengaruhi pola asuh dan lingkungan, tetapi juga faktor lain seperti sosial media. Ia juga menyarankan agar sekolah mendidik siswanya seperti anak sendiri. Guru harus membangun hubungan emosional dan komunikasi yang baik dengan murid.

“Sosial media memberi warna terhadap pendidikan anak. Guru adalah orang tua di sekolah,” terang Elly.

Senada, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin mengatakan, penanganan dan pencegahan aksi tawuran pelajar bukan hanya tanggung jawab dunia pendidikan, melainkan semua pihak. Di antaranya orang tua, RT, RW, LPM, Lurah, Camat, dan seluruh stakeholder yang ada.

“Sekolah kan hanya di kawasan saja, setelah di luar sekolah lingkungan juga ikut bertanggung jawab mencegah tawuran,” tegas Thamrin kepada Radar Depok, Senin (10/2).

Thamrin mengaku, selama ini Disdik sudah berupaya melakukan pencegahan dengan menggelar pendidikan karakter, serta bekerjasama dengan Koramil dan Polsek dalam pembinaan siswa. “Hampir setiap sekolah ada kegiatan kaya gitu,” kata Thamrin.

Selain itu, sebagai langkah antisipasi, Thamrin juga sudah melarang sekolah untuk memulangkan siswa yang terlambat datang ke sekolah. Karena dia beranggapan jika siswa dipulangkan, potensi untuk nongkrong dan membuat kenakalan akan lebih tinggi.

“Lebih baik dibina di sekolah dan diberi pengarahan daripada disuruh pulang,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, pihaknya selalu berusaha untuk bertindak tegas kepada siswa yang melanggar aturan tata tertib sekolah. Namun, selama ini selalu ada intervensi dari luar yang menghalangi sekolah untuk berbuat tegas memberi efek jera kepada siswa.

Menurutnya, sekolah sudah punya aturan. Kalau melanggar akan diberi teguran pertama sampai ketiga. Tetapi kalau tetap melanggar akan dikeluarkan dari sekolah.

“Tapi saya sering dapat laporan dari sekolah, jika sekolah mau memberi sanksi tegas kepada murid yang bandel, selalu ada intervensi dari luar khususnya orang tua yang tidak mau anaknya dikeluarkan, tapi tidak mau membina anaknya dengan baik di rumah,” ucapnya.

Thamrin menambahkan, pihaknya juga sudah menyiapkan langkah mencegah terjadinya kembali tawuran di Depok. Yaitu, sosialisasi dengan sekolah, guru dan siswa terkait bahaya kenakalan remaja,  memberikan pendekatan khusus kepada siswa-siswi yang bermasalah (baik permasalahan di sekolah maupun di luar).

“Wali Kelas bekerjasama dengan guru Bimbingan Konseling dan Kesiswaan dalam menangani siswa bermasalah, menambah bekal khusus kepada guru-guru dalam mengoptimalkan kegiatan di sekolah,” tuturnya.

Selain itu, para guru aktif kegiatan MGMP dalam upaya menambah wawasan dan mengasah kompetensinya, menambah jam pelajaran keagamaan, mengadakan kegiatan di luar kelas. Misalnya mengikuti majelis taklim atau masjid. Pihaknya juga menambah kegiatan keagamaan di sekolah.

“Sekolah mengadakan bimbingan mengaji (Sahabat Qur’an), mengoptimalkan ekstrakurikuler, kegiatan ekstakurikuler serempak dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai (terjadwal),” tandasnya.

Thamrin juga menegaskan, Disdik akan membekukan izin memimpin atau izin operasional bagi sekolah yang siswa-siswinya terlibat tawuran berdasarkan prosedur.

“Sekolah juga harus mengendalikan alumni dengan kegiatan positif,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

pemberian cairan disinfektan

490 Liter Cairan Konsentrat Disebar di Sawangan Baru

BERIKAN : Lurah Sawangan Baru, Cucu Suardi menyerahkan cairan konsentrat untuk pengurus RW di STAISKA

Read More...
artikel ketua RT

  Oleh : Adhy Winawan Ketua RT 9, RW1, Kelurahan Depokjaya, Kecamatan Pancoranmas Kota Depok Assalamualaikum wr.wb MELALUI rubik Surat Pembaca ini perkenakan saya

Read More...
belanja online di pasar tugu

Pasar Tugu Terapkan Sistem Belanja Online

INOVASI : Pasar Tugu di Jalan Raya Menpor No. 9 Palsigunung, Kelurahan Tugu, Cimanggis terapkan

Read More...

Mobile Sliding Menu