Satu Meninggal, Puluhan Diserang DBD

In Metropolis
kena penyakit DBD di RSUD Depok
LEMAS : Salah satu pasien di RSUD tengah menahan rasa sakit selepas penyakit DBD menghinggapi. Kabarnya pasien sudah sembuh. FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kekiniannya warga Kota Depok sudah harus waspada. Minggu (2/2), nyamuk mematikan aedes aegepty sudah menyerang Kelurahan Duren Seribu, Bojongsari Kota Depok. Parahnya, satu warga Mega Muslim diduga meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disengat nyamuk aedes aegepty.

Paman Korban Mega Muslim, Hendra menjelaskan, penyakit demam berdarah dan chikungunya tengah merebak dilingkungan RW9, Kelurahan Duren Seribu. Bahkan, keponakannya yakni Mega Muslim yang tinggal di RT1/9 menjadi korban yang meninggal dunia akibat terkena DBD.

“Keponakan saya Mega Muslim terkena demam berdarah dan meninggal pada Malam jumat kemarin,” ujar Hendra kepada Harian Radar Depok, Minggu (2/1).


Hendra menjelaskan, Mega terkena penyakit demam berdarah pada saat melahirkan. Dan sempat mendapatkan perawatan di RSUD Kota Depok. Usai melahiran keponakannya dinyatakan terkena demam berdarah dan sempat terjadi pendarahan.

Hendra mengungkapkan, sekitar sepuluh orang telah terkena penyakit demam berdarah dan chikungunya di lingkungan RW9. Warga secara swadaya melakukan pemoggingan untuk menghentikan penyakit demam berdarah maupun chikungunya. Namun, Hendra belum melihat aksi tanggap dari puskesmas maupun Dinas Kesehatan Kota Depok. Terkait merebaknya penyakit demam berdarah maupun chikungunya di lingkungannya.

“Dari puskesmas belum ada aksi dan pemoggingan melalui swadaya masyarakat,” terang mantan pengurus RW9 tersebut.

 

kena penyakit DBD di RSUD Depok meninggal
MENINGGAL : Mega Muslim diduga meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disengat nyamuk aedes aegepty. FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

Sementara, Ketua LPM Kelurahan Duren Seribu, Lukmanul Hakim mengatakan, di wilayah Duren Seribu memang tengah merebak penyakit demam berdarah, chikungunya, maupun tipes. Bahkan, sebanyak 50 masyarakat Duren Seribu terkena tiga penyakit tersebut, dan dilakukan penanganan kesehatan. Namun, jumlah korban tersebut beberapa masyarakat sudah dapat melakukan aktifitas kembali.

“Di rawat di RSUD Kota Depok dan rumah sakit swasta lainnya,” ucap pria yang kerap disapa Japet.

Japet mengungkapkan, UPT Puskesmas Duren Seribu sudah meninjau kesejumlah lokasi dan melakukan pengecekan ke beberapa wilayah. Untuk langkah atisipasinya, pengurus RW telah melakukan gerakan pemoggingan.

Japet meminta, Pemerintah Kota Depok khususnya Dinas Kesehatan Kota Depok dapat cepat tanggap melihat kondisi dan situasi ini. Wabah tersebut telah merajalela hingga menimbulkan korban jiwa. Selain itu, Japet mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dengan melaksanakan kerja bakti. Dengan giat tersebut, akan meminimalisir jentik nyamuk berkembang biak dilingkungan masyarakat.

“Fogging bukan menjadi solusi untuk memberantas nyamuk, namun kebersihan menjadi salah satu tolak ukur pencegahan,” terang Japet.

Terpisah secara singkat, Kepala UPT Puskesmas Duren Seribu, Triani menuturkan, UPT Puskesmas Duren Seribu tengah melakukan verifikasi data terkait korban meninggal dikarenakan peyakt demam berdarah. Pihaknya akan berusaha untuk melakukan verifikasi data faktual, sehingga belum dapat memberikan keterangan detail terkait korban penyakit demam berdarah.

“Mohon maaf kasus sedang kami verifikasi dan belum dapat memberi jawaban sampai verifikasi kami selesai,” ucap Tri melalui pesan singkat.

Di tempat yang berbeda, Manager On Duty RSUD Kota Depok, Stya Hadi Saputra mengatakan, RSUD Kota Depok selama Januari 2020 telah melakukan penanganan gangguan kesehatan kepada masyarakat yang terkena penyakit demam berdarah. Ada sebanyak 85 pasien telah dilakukan penanganan kesehatan, untuk pasien yang masih dirawat sebanyak 10 pasien, yakni pasien dewasa sebanyak tiga pasien, dan anak sebanyak tujuh pasien.

Hadi menuturkan, jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan pasien demam berdarah yang dirawat pada Januari 2019. Pada saat itu, pasien yang di rawat mencapai 203 pasien. RSUD Kota Depok akan berusaha maksimal dalam melakukan penanganan dan perawatan kepada pasien penyakit demam berdarah.

“Kami akan selalu berupaya melakukan pemulihan kesehatan kepada masyarakat yang di rawat di RSUD Kota Depok,” tutup Hadi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Umi Zakiyati mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan total pasien penderita pennyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Depok, dikarenakan masih dalam pendataan. “Saya masih merekap data–data dari tim jadi belum ketahuan total penderita DBD,”ucapnya.(rd)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

warga eks setu ke komnas ham

Komnas HAM : Tanah Eks Situ Krukut Milik Negara

TOL : Tol Desari sudah terbangun, namun warga eks situ Krukut belum terima ganti rugi

Read More...
hoaks korona meninggal di depok

Meninggal Korona di Pasar Musi, Hoaks

KLARIFIKASI : Kepala Diskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono (kiri) saat berbelasungkawa ke kediaman Ani Susanti.

Read More...
data korona depok

Lagi, Meninggal Satu Orang Pasien Positif Korona Kota Depok

  RADARDEPOK.COM,DEPOK - Bertambah satu orang pasien positif virus Korona di Kota Depok yang meninggal. Sehingga, kini jumlah yang meninggal

Read More...

Mobile Sliding Menu