Sampah Kali Raya Dikeruk

In Satelit Depok
sampah kali raya tanah baru dikeruk
KONDISI : Situasi pengerukan tumpukkan sampah di Kali Raya Tanah Baru oleh Pemerintah Keluraha Beji bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan . FOTO : DEVINA/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, BEJI — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok bersama aparatur Kelurahan Beji mengeruk sampah di Kali Laya, kemarin (13/2). Tumpukan sampah akibat terbawa deras arus air.

Lurah Beji, Untung Setio mengatakan, sampah Kali Laya berasal dari kiriman sejak musibah banjir yang pada Januari lalu melanda Depok. Alasan tersebut diperkuat dengan tumpukkan sampah sterofoam yang mendominasi sampah lainnya.

“Disini banyaknya sterofoam, dengan perkiraan dari sebuah tempat tertentu yang pakai sterofoam. Ada juga batang-batang kayu yang kemungkinan pohonnya di bantaran kali terus rubuh,” katanya kepada Radar Depok.


Untung mengaku pihaknya sigap menghubungi DLHK demi kebersihan di wilayahnya. Selain itu, kecepatan respon DLHK membantu masalah kebersihan di lingkungannya tersebut cepat selesai.

“Untuk kelanjutan anggaran masih proses pembicaraan, namun saat  saya menghubungi pihak DLHK, saya bersyukur langsung direspon, dan sekarang pihak kami tinggal pemantauan saja,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada warga untuk selalu menjaga lingkungannya. Selain itu, Untung juga mengatakan hal ini bukan hanya tugas pemerintah maupun masyarakat saja, tetapi tugas bersama.

“Ke depan saya harapkan, pihak kelurahan maupun dinas terkait bisa saling mengontrol kawasan ini, karena ternyata Kali Raya Tanah Baru ini rentan dapat sampah kiriman,” tandasnya.

Warga RT7/1 Beji, Nentih, merasa terimbas dampak negatif dengan adanya sampah tersebut. Katanya, apabila hal tersebut terjadi terus-menerus tanpa penanganan, tumpukan sampah tersebut akan menyumbat aliran air dari wilayahnya.

“Karena tempat kami paling tinggi, jadi sampahnya tidak bisa mengalir, mungkin kalau rendah bisa cepat terbawa arus air,” katanya.

Nentih juga menuturkan, wilayahnya juga akan rentan banjir apabila sampah menyumbat arus air.

“Terutama di Jalan Kutilang, namun dengan penanganannya sekarang ini, sudah termasuk cepat. Jadi, mencegah banjir itu terjadi,” tambahnya.

Warga lainnya yang ada di wilayah yang sama, Ida Jubaidah, mengaku penduduk di wilayah Kali Raya Tanah Baru sudah tertib. Kata Ida, dirinya rutin membayar angkutan sampah senilai Rp20 ribu – Rp25 ribu per bulan.

“Kami sudah disiplin bayar sampah tiap bulan, namun pastinya ada saja warga yang membandel membuang sampah sembarangan, mungkin cuma satu atau dua orang, tapi menjadi tugas bersama untuk saling mengingatkan,” tandasnya. (rd)

 

Jurnalis : Devina

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

bersih-bersih masjid

3 Tempat Ibadah Sukmajaya di Semprot Disinfektan

MEDIA PEDULI : Petugas saat menyemprotkan disinfektan di rumah ibadah Masjid Al Awami RT 05/01

Read More...
ilustrasi virus korona size kecil

Ini Sebaran 2.738 Pasien Positif Korona di Indonesia

ILUSTRASI   RADARDEPOK, JAKARTA - Hingga Selasa (7/4) pukul 12.00 WIB, total ada 2.738 kasus virus Korona

Read More...
beras untuk warga tidak mampu

RW 29, Sukamaju Sebar 150 Paket Beras

SUPLAI BERAS : Ketua RW 29 Kelurahan Sukamaju, Heni Kuncorowati di dampingi Lurah Sukamaju Nurhadi

Read More...

Mobile Sliding Menu