Pilkada Depok Tanpa Independen

In Politika
Ketua KPU Depok, Nana Shobarna
Ketua KPU Depok, Nana Shobarna.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok tahun ini sama seperti di 2015, tanpa calon perseorangan alias independen. Kemarin sampai pukul 24:00 WIB penutupan pendaftaran. Tidak ada satu pun calon independen yang mendaftar. Artinya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Depok tinggal menunggu pendaftaran pasangan calon yang diajukan partai politik.

Kepada Radar Depok, Ketua KPU Depok, Nana Shobarna menyatakan, penerimaan persyaratan bakal pasangan calon perseorangan dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok tahun 2020, resmi ditutup.

Nana menyebut, sejak dibuka pada 19-23 Februari hingga pukul 24:00 WIB, tidak ada bakal pasangan calon perseorangan yang menyerahkan persyaratan. Dalam persyaratan tersebut, calon mesti menyerahkan syarat dukungan minimal 85.107 dukungan masyarakat. Dengan bukti foto copy KTP-el yang bertandatangan ke KPU Kota Depok.


“Kami tutup penerimaan calon perseorangan ini, dan kami pastikan di Pilkada Depok tanpa diikuti oleh calon perseorangan,” tegas Nana, yang stand by di Kantor KPU Depok  Jalan Kartini 19, Senin (24/2) dini hari.

Menurutnya, dengan tidak adanya bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Depok dari jalur perseorangan. Maka Pilkada Depok 2020 tinggal menunggu pasangan calon yang diusung partai politik. “Tahapan pendaftaran pasangan calon yang diajukan partai politik ini mulai dibuka pada 16 sampai 18 Juni nanti,” ujarnya.

Sementara, konstalasi politik jelang Pilkada Depok 2020 masih berjalan dinamis dengan membentuk koalisi. Diantaranya: Partai Gerindra dengan PDI-P, Golkar merapat ke PKS, sebagai poros baru Koalisi Tertata terbentuk atas Partai Demokrat, PAN, PPP dan PKB. Meski telah mengadakan MoU Koalisi Partai, namun sampai saat ini belum ada satu nama yang mendapatkan tiket dan diusung koalisi sebagai Calon Walikota maupun Wakil Walikota Depok. Di sisi lain, muncul sejumlah figur muda milenial di luar partai muncul Rama Pratama (Aktivis/Eks PKS), Yurgen Sutarno (Eks PSI), hingga Bayu Adi Permana, mantan kader PKS yang juga wirausahawan.

Menanggapi hal tersebut Peneliti Indonesian Politic and Policy Institute (IPPI), Muhammad Azhar menilai partai masih menimang untuk mencari figur ‘pemersatu’. Menurutnya, panasnya internal partai penyebab belum memunculkan nama balon pemimpin Depok. Kondisi ini adalah bagaimana membendung hegemoni PKS. Terlihat bagaimana Gerindra yang petahana pengusung PKS justru berkoalisi dengan PDIP. “Koalisi Tertata mendeklarasikan dirinya sebagai poros tengah yang keluar diantara dua kekuatan kubu dengan memunculkan nama baru atau mengusung Idris,” paparnya.

Azhar melihat saat ini partai yang ada di Depok sedang mencari figur alternatif alias pemersatu. Dia melihat hal itu ada pada kuda hitam. “Saya melihat kuda hitam yang ada masih muda, milenial ditambah pengalaman organisasinya seperti Bayu, Yurgen atau Rama,” ungkapnya.

Dia yakin bahwa elite-elite partai memperhatikan betul sepak terjang kuda hitam ini. Terlebih ketika ‘misi’ partai adalah menghentikan hegemoni PKS. (rd)

 

Jurnalis : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71), Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

pembunuhan harjamukti tertangkap

Dua Pelaku Pembunuhan di Harjamukti Tertangkap, Sisa Satu Buron

TERTANGKAP : RH dan EP pelaku pembunuhan di Kelurahan Harjamukti sedang dimintai keterangan oleh Polres

Read More...
PDIP semprot disinfektan cipayung

PDIP Semprot RW11 Ratujaya

HADIR : Anggota DPRD Kota Depok, Yuni Indriany didampingi pengurus lingkungan saat melakukan penyemprotan disinfektan

Read More...
sembako untuk ODP dan PDP

Sembako untuk Dampak Korona di Depok Siap Dibagikan

SALURKAN : Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Usman Haliyana melakukan pengecekan sembako untuk ODP dan

Read More...

Mobile Sliding Menu