Peserta SKD Depok Bawa Jimat Gesper Merah

In Utama
jimat di tes CPNS
MENDATA : Petugas Satpol PP Kota Depok mendata barang yang disita dari peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Hotel Bumi Wiyata, Jumat (14/2). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kelakuan peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Depok, ada-ada saja. Jimat yang diwanti-wanti tidak boleh dibawa saat tes, di hari ketiga (14/2) satu peserta kedapatan membawa. Beruntung magic jimat belum beraksi, lantaran petugas sudah mengamankan benda klenik tersebut.

Petugas pemeriksa, Jamil Udin mengatakan, peserta yang tidak disebutkan namannya tersebut kedapatan membawa benda berupa gesper berwarna merah, yang ditaruh di saku celananya. Ditemukan pada sesi pertama hari ini (kemarin). “Satu peserta bawa isim (jimat) ditemukan di kantong celana pas saat masuk ke ruang tes. Waktu diperiksa pesertanya gelagapan karena takut gak bisa masuk,” kata Jamil kepada Radar Depok, Jumat (14/2).

Jamil mengungkapakan, berdasarkan pengakuan peserta, jimat tersebut  merupakan pemberian dari kakeknya untuk pegangan saat mengikuti tes CPNS. Meski begitu, kata dia, jimat warna merah itu telah dikembalikan ke peserta CPNS usai mengikuti tes.


“Jimatnya sudah saya kasih lagi. Jimat itu saya amankan dan gak berani buka, karena ngeri juga. Peserta tetap ikuti tesnya dan sudah pulang,” bebernya.

Menurut Jamil, dia tidak menanyakan nama dan alamat peserta yang membawa jimat tersebut. Sebab, dia hanya memeriksa peserta. “Gak nanya saya, cuma saya amankan dan kembalikan lagi ke pemilik. Itu juga saya gak berani keluarkan jimat, takut,” tegasnya.

Menimpali hal ini, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Mary Liziawati mengaku, menyangkan ada peserta yang membawa benda–benda terlarang dalam SKD, apalagi jimat. “Padahal sudah diimbau dari jauh–jauh hari agar tidak membawa benda yang dilarang,” katanya.

Dia mengungkapkan, peserta SKD seharusnya sudah harus mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian, dengan belajar. “Yang terpenting setelah menyiapkan diri dengan belajar dan berdoa, di saat tes peserta relak dan fokus, percaya akan kemampuan sendiri,” terangnya.

Terpisah,  Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny menuturkan, sebanyak delapan personel dikerahkan untuk membantu proses keamanan dan kenyamanan, serta pemeriksaan tubuh atau body cheking kepada CPNS.

“Kami siagakan empat laki-laki dan empat perempuan untuk standby di lokasi. Mereka ikut membantu panitia dalam pemeriksaan tubuh CPNS yang akan menjalankanSKD,” tutur dia.

Delapan personel tersebut akan bersiaga selama proses tes CPNS berlangsung. Terhitung mulai Rabu (12/2) hingga Sabtu (15/2).

Lienda berharap, pelaksanaan CPNS Kota Depok dapat berjalan lancar dan aman. Pihaknya bersama tim akan terus membantu menjaga keamanan dan ikut mengawasi jalannya tes hingga hari terakhir.

“Personel akan terus kami siagakan, kalau dibutuhkan dapat ditambah jumlahnya demi menjaga kondusivitas pelaksanaan tes CPNS Depok,” tandasnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

akar rumput disinfektan

Akar Rumput Berbagi Lawan Covid-19

SEMPROTKAN DISINFEKTAN : Tim Akar Rumput Gerakan Berbagi Kebaikan melakukan penyemprotan cairan disifektan di sejumlah

Read More...
ilustrasi virus korona size kecil

Data Minggu (5/4) Korona di Indonesia : 2.273 Positif, 198 Meninggal, dan 164 Sembuh

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Pemerintah mengungkapkan hingga Minggu (5/4) pukul 12.00 WIB, total ada 198 pasien

Read More...
kadin jakarta bantu depok

Ketua Kadin DKI Bantu Pemkot Depok Tanggulangi Korona

PERSIAPAN : Sejunlah persiapan dilakukan untuk menyambut kedatangan Ketua Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi untuk

Read More...

Mobile Sliding Menu