Nenek Arfah Menangis di Persidangan

In Metropolis
Sidang nenek arpah di PN Depok
JALANI SIDANG : Nenek Arpah ketika menjalani sidang, Rabu (12/2). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Merasa sehat setelah sebelumnya sempat tak dapat menghadiri persidangan kasus penipuan yang melibatkan dirinya lantaran sakit, nenek Arfah dinyatakan sehat setelah di tanya majelis hakim saat akan memulai sidang.

Arfah datang sebagai saksi utama, meski kondisi tubuh semakin renta ia tetap memaksakan hadir ke persidangan. Dengan suara parau dan lemah, Arfah coba ladeni pertanyaan majelis hakim.

Tidak begitu lancar, Arfah sempat kepayahan menjawab pertanyaan dari hakim, jaksa dan pengacara Abdul Kodir. Arfah meneteskan air mata saat diberondong pertanyaan dari kuasa hukum Abul Kodir yang diduga menipu Arfah.


Pengacara Kodir mencecar Arfah soal peristiwa ia dibawa ke notaris di bilangan Cibinong. Ia membubuhkan cap jempol di atas akta jual beli tanah yang ia tak mengerti isinya dan tak merasa menjualnya.

“Minta minum dong,” kata Arfah sambil menoleh ke arah pengacaranya karena kelelahan meladeni pertanyaan pengacara.

Hakim Ketua M Iqbal kemudian mengambil alih. Ia meminta semua pihak yang terlibat mengingat lagi bahwa Arfah seorang lansia. “Kita harus perhatikan semua, saksi ini (Arfah) kondisinya seperti apa. Jangan nanti disalahkan karena (pertanyaan) berulang-ulang,” kata Iqbal.

Saksi ke-2, Yusuf adalah suami dari nenek Arpah mengaku, memiliki tanah di Beji yang sertifikatnya atas nama Arfah. Saksi juga mengetahui tanah dan bangunan itu sudah dijual kepada Habib Hasan.

Saksi diingatkan Ketua Majelis Hakim kalau saksi dua di sumpah dengan ancaman pidana kurungan selama 7 tahun. Saksi mengetahui transaksi jual beli sebesar Rp315 Juta dengan Habib Hasan tapi Saksi tidak menyaksikan.

Mengenai pembayaran ia mengaku tidak tahu sama sekali. Saksi mengatakan tidak pernah lihat kuitansi jual beli, dan tidak mengenal H. Harun. Kemudian ia juga mengaku tidak tahu apakah H. Harun hadir atau tidak dalam transaksi jual beli. H. Harun merupakan Adik Kandung Nenek Arpah.

Menurut saksi, kalau isterinya saat itu menjual lahan hanya separuhnya seluas 196 m2. Ia tidak kenal dengan Saudara Iman Sudirman, dan mengaku pernah ikut dengan saudara Ruli ke Notaris di Cibinong bareng dengan terdakwa Abdul Qodir Jaelani, Hj. Iis, Ibunya terdakwa.

Saksi lupa nama notarisnya. Sampai di notaris saksi menandatatangani surat penggantian sertifikat tanah yang di Beji. Saksi mengaku surat itu dibacakan dihadapan Saksi dan Isterinya oleh notaris kemudian saksi tandatangan, sementara nenek Arpah cap jempol, sesudah itu pulang ke rumah.

Di perjalanan dalam mobil, terdakwa dan saksi mengobrol santai. Setiba di rumah di wilayah Ratu Jaya, terdakwa memberikan uang Rp300 Ribu kepada saksi dengan ucapan untuk jajan. Obyek tanah itu di atasnya ada bangunan kontrakan empat pintu yang dibangun Isterinya. Hubungan Hj. Iis dengan Habib Hasan adalah suami isteri. Selama sudah dibeli, saksi mengaku tidak pernah diusir oleh Habib Hasan. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

pemberian cairan disinfektan

490 Liter Cairan Konsentrat Disebar di Sawangan Baru

BERIKAN : Lurah Sawangan Baru, Cucu Suardi menyerahkan cairan konsentrat untuk pengurus RW di STAISKA

Read More...
artikel ketua RT

  Oleh : Adhy Winawan Ketua RT 9, RW1, Kelurahan Depokjaya, Kecamatan Pancoranmas Kota Depok Assalamualaikum wr.wb MELALUI rubik Surat Pembaca ini perkenakan saya

Read More...
belanja online di pasar tugu

Pasar Tugu Terapkan Sistem Belanja Online

INOVASI : Pasar Tugu di Jalan Raya Menpor No. 9 Palsigunung, Kelurahan Tugu, Cimanggis terapkan

Read More...

Mobile Sliding Menu