Musim Hujan, Angka Pernikahan Meningkat

In Metropolis
angka pernikahan meningkat karena cuaca
ILUSTRASI : Salah satu pasangan mengikuti isbat nikah di Aula Teratai, Balaikota Depok. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Intensitas hujan di Kota Depok hingga saat ini masih cukup tinggi. Selain waspada bencana, kondisi tersebut juga dimanfaatkan sejumlah masyarakat untuk menikah.

Tidak dipungkiri faktor cuaca menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka pernikahan di Kota Depok. Menurut Humas Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Lan Setyawan mengatakan, puncak angka pernikahan di Kota Depok terjadi pada April, Agustus, dan Desember.

“Angka pernikahan meningkat bersamaan musim hujan,” tutur Lan Setyawan kepada Radar Depok.


Di menjelaskan peningkatan terjadi cukup signifikan. Kemenag Kota Depok mencatat pada 2018 tercatat 11.348 pasangan menikah, meningkat tahun 2019 menjadi 11.518 pasangan.

“Bisa jadi tahun 2020 meningkat, atau malah menurun, tinggal dilihat nanti hasil akhirnya,” kata Lan.

Selain itu, tingginya angka perceraian menjadi salah satu perhatian pemerintah. Untuk itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, akan mewajibkan calon pengantin mengikuti kelas pranikah. Rencananya program itu dilaksanakan secara gratis mulai 2020.

Muhadjir menilai, program tersebut bisa menekan angka perceraian. Sebab, banyak pasangan yang masih memiliki pemahaman minim soal pernikahan. Setelah mengikuti kelas ini, pasangan akan mendapatkan sertifikat yang menjadi syarat mendaftarkan pernikahannya.

“Termasuk ini untuk menekan angka perceraian segala itu loh,” ucap Muhadjir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), baik angka pernikahan dan perceraian di Indonesia dari 2015 hingga 2017 mengalami peningkatan. Dari data tersebut, bisa ditaksir, terjadi satu perceraian dalam setiap lima pernikahan.

Berbicara jumlah pernikahan, data BPS menunjukkan, paling banyak terlaksana di Jawa. Selama tiga tahun berturut-turut, Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), dan Jawa Timur (Jatim) menjadi penyumbang jumlah pernikahan terbanyak di seluruh Indonesia.

Di Jawa Barat jumlah pernikahan pada 2015 mencapai angka 441.813. Walau begitu, trennya sempat turun pada 2016 dan kembali naik pada 2017 ke angka 400.311. Pola serupa juga terjadi di wilayah Jateng dan Jatim. (rd/net)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

warga depok terkena virus

Data Korona di Depok : 3 Pasien Positif dan 12 Pasien PDP Meninggal

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Jumlah kasus pasien positif virus Korona yang meninggal di Kota Depok bertambah

Read More...
afifah semprot disinfektan

Afifah Alia Semprot Disinfektan di Gereja HKBP Limo

PEDULI : Bakal Calon Walikota Depok dari PDI Perjuangan, Afifah Alia turun langsung sebagai operator

Read More...
belanja online di hypermart detos

Belanja Online di Hypermart Detos Bisa Lewat WA

ONLINE : Hypermart Depok Town Square (Detos) memberikan kemudahan bagi konsumen dengan belanja online. FOTO

Read More...

Mobile Sliding Menu