Merasa Tajir, Bantu Dede AN Dong

In Metropolis
BUTUH ULURAN TANGAN : Ketua Yayasan SANI saat menghibur dan bersendagurau meghibur pasien AN, di Rumah Yayasan SANI, Jalan Nurul Irfan RT 006/022 Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Selasa (4/2). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tubuh AN hanya bisa tergolek lemas tak berdaya. Anak berusia tujuh bulan ini divonis mengidap penyakit Hidroshipalus dan Gizi Buruk. Saat ini dede AN, membutuhkan uluran tangan kebutuhan perlengkapan pernapasan. Sudah setahun, dede AN menetap di Yayasan Saya Anak Negeri Indonesia (SANI), Jalan Nurul Irfan RT6/22 Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

Ketua Yayasan SANI, Amy Mismilia mengatakan, saat ini kondisi dede AN dan pasiennya yang terjangkit kelaianan organ, memang tak dipungkiri membutuhkan uluran bantuan. Terutama kebutuhan perlengkapan kesehatan soal pernapasan. Peralatan tersebut untuk menunjang kelangsungan kesehatan pasien.

“Alat pernapasan, sascane sangat penting karena pernapasan mereka memang butuh peralatan. Selain itu, susunya khusus penambah berat badan yaitu susu infantrini, itu harganya bisa Rp300-Rp400 ribu,” jelas Amy saat disamangi kepada Radar Depok, Selasa (4/2).


Menurut Amy, saat ini ada tiga pasien yang terjangkit kelainan organ, diantaranya AN (7 bulan), NN (4 bulan) dan II (11 tahun). Hanya II yang mengalami tumor pada perut, dua diantaranya AN dan NN yang mengalami Hydrosepalus.

Kondisi ayah AN, Iman (27) yang hanya bekerja sebagai seorang tukang cukur rambut, memaksa dede AN untuk tetap tinggal di Yayasan SANI. Itu demi menyambung hidup anaknya yang kini terbaring lemah ditempat tidur.

“Orang tuanya bernama Iman hanya seorang tukang cukur, pada usia 20 hari pamannya menghubungi yayasan kami,” sebut Amy.

Ami juga menjelaskan, dede AN mempunyai saudara kembar yang saat ini hidup dengan kondisi normal dan hidup bersama sang ibu atas nama Li. Kini dede AN sudah berusia tujuh bulan dan membutuhkan susu, serta kebutuhan penunjang selama di Yayasan untuk mendapatkan pertolongan.

“Kami mendapatkan bantuan nyata dari pemerintah DKI Jakarta dan kebanyakan Rumah Sakit swasta, salah satunya ambulan dari RS Premier Jakarta,” jelas Amy di ruang tamu kantor Yayasan SANI.

Diketahui alat sascane untuk pernapasan seharga Rp2,8 Juta. Namun, alat tersebut biusa dipakai ketiga pasien secara aktif. Amy membeberkan, selain peralatan tersebut. Dalam dua minggu sekali, ketiganya harus menjalani kemotherapy dengan biaya sebesar Rp30-60 Juta.

“Kalau AN sudah dua kali operasi, NN baru satu kali, dan Ii baru satu kali. Alhamdulilah semua terkover. Memang hanya bingung di kebutuhan dan perlengkapan sehari-hari,” bebernya.

Saat ini Yayasan SANI memiliki 14 tenaga pekerja yang aktif melayani dan merawat para pasien. Dengan dibantu dua tenaga medis yang berasal dari salah satu rumah sakit swasta di Kota Depok. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

pemberian cairan disinfektan

490 Liter Cairan Konsentrat Disebar di Sawangan Baru

BERIKAN : Lurah Sawangan Baru, Cucu Suardi menyerahkan cairan konsentrat untuk pengurus RW di STAISKA

Read More...
artikel ketua RT

  Oleh : Adhy Winawan Ketua RT 9, RW1, Kelurahan Depokjaya, Kecamatan Pancoranmas Kota Depok Assalamualaikum wr.wb MELALUI rubik Surat Pembaca ini perkenakan saya

Read More...
belanja online di pasar tugu

Pasar Tugu Terapkan Sistem Belanja Online

INOVASI : Pasar Tugu di Jalan Raya Menpor No. 9 Palsigunung, Kelurahan Tugu, Cimanggis terapkan

Read More...

Mobile Sliding Menu