Marsudi Obati Kanker dengan Terapi

In Utama
mersudi ahli terapi
MARSUDI : Saat ditemui di tempat praktiknya di Ruko Kartini Jalan Raya Citayam RT01/02 Depok. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Berbagai cara ditempuh penderita kanker agar sembuh dari penyakitnya, mulai jalur medis hingga pengobatan alternatif. Namun, hal itu tentu membutuhkan proses dalam setiap pengobatannya.

Seperti dilakukan Marsudi, yang membuka pengobatan alternatif dengan teknik terapi memijat guna menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk kanker.

Marsudi membuka praktik di Ruko Kartini Jalan Raya Citayam RT01/02 Depok. Tampak tempat pijat miliknya ada ruang bersekat, dan terdapat kasur di dalamnya. Setiap hari ramai dikunjungi pasien dengan beragam keluhan penyakit.


Ia menangani langsung pasien berpenyakit serius, termasuk kanker. Marsudi menilai, penyakit kanker karena ada benjolan disebabkan karena aliran darah yang tidak lancar.

“Kami melakukan pengobatan dengan teknik terapi, dan ramuan herbal, dari sumber apotek hidup,” kata Marsudi saat ditemui di tempatnya biasa praktik.

Dia mengatakan mengobati sakit dari sumber penyakitnya, tidak hanya mengobati dampak dari penyakitnya saja.

“Kanker berasal dari benjolan, benjolan berasal dari darah yang mampet karena aliran darah tidak lancar. Kami obati dulu saluran darahnya sebelum obati sakit kangkernya,” kata Marsudi.

Dirinya mengaku mulai berkecimpung di dunia pengobatan alternatif sejak tahun 1982. Berawal membuka praktek pengobatan di Jogyakarta dan Solo. Hijrah ke Jakarta dan membuka praktek jasa refleksi tahun 1996 di tempat seorang pasien yang bernama Pardi di jalan Palem 5 petukangan utara. Sempat kost di rumah seorang pasien di jalan Mandala 7 dan sudah beberapa kali berpindah-pindah rumah kost.

“Saat ini ada 4 cabang tempat praktek jasa pengobatan alternatif refleksi, yakni di Jalan tentara pelajar Jakarta Selatan, Depok lama, Ciracas dan Jati bening,” ujar Marsudi.

Marsudi bercerita, berawal pada tanggal 24 Agustus 1992, Marsudi divonis dokter menderita diabetes dengan kadar gula 700 mg/DL dan dinyatakan dokter tidak akan sembuh dan disarankan pula harus disuntik insulin bila selama pengobatan tidak mengalami perubahan yang lebih baik.

Kehidupannya seperti berada di titik nadir tersebut, akhirnya dengan kondisi kedua kaki membusuk dan harus diamputasi, akhirnya ia memutuskan untuk pulang ke kampung halaman di Yogyakarta.

“Saya melakukan puasa tiga hari tiga malam dan terus melakukan percobaan pengobatan terhadap diri sendiri yang sedang menderita diabetes, Alhamdulillah saya bisa sembuh dan berhasil menemukan metode pengobatan untuk penyakit diabetes dan jenis penyakit lainnya,” ucapnya. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

pemberian cairan disinfektan

490 Liter Cairan Konsentrat Disebar di Sawangan Baru

BERIKAN : Lurah Sawangan Baru, Cucu Suardi menyerahkan cairan konsentrat untuk pengurus RW di STAISKA

Read More...
artikel ketua RT

  Oleh : Adhy Winawan Ketua RT 9, RW1, Kelurahan Depokjaya, Kecamatan Pancoranmas Kota Depok Assalamualaikum wr.wb MELALUI rubik Surat Pembaca ini perkenakan saya

Read More...
belanja online di pasar tugu

Pasar Tugu Terapkan Sistem Belanja Online

INOVASI : Pasar Tugu di Jalan Raya Menpor No. 9 Palsigunung, Kelurahan Tugu, Cimanggis terapkan

Read More...

Mobile Sliding Menu