Marbot Perudapaksa Siswa SD Dicokok

In Metropolis
DPAPMK Tangani kasus marbot
KUMPUL : Orang rua dan korban berkumpul sebelum dimintai keterangan di Polrestro Depok, semalam (21/2). FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Polrestro Depok bergerak cepat atas laporan AW. Kemarin malam sekira pukul 19:30 WIB, KR terduga rudapaksa alias cabul  dijemput di rumahnya Jalan Cempaka Kelurahan Pasir Putih, Sawangan. KR yang juga seorang marbot masjid digeladang ke Polrestro Depok bersama keempat korban radupaksa.

Kakek korban MR, Aming menjelaskan, polisi berpakaian bebas sempat mendatangi rumah korban. Setelah sebelumnya para korban berkumpul di salah satu rumah warga. “Pelaku sudah di amankan oleh pihak polres Depok, dan cucu kami juga dimintai keterangan,” kata Aming kepada Radar Depok.

Dalam peristiwa penjemputan KR, orang tua korban mengumpat ingin memberi pelajaran kepada KR, hingga gaduh saat pelaku diamankan polisi. Warga pun dilarang mengambil foto pelaku saat ditangkap Polisi. “KR merupakan sepupu saya, korban merupakan cucuknya juga,” tegas Aming.


Dia berharap, agar pelaku bisa dihukum sesuai dengan perbuatannya. “Saya tenang jika pelaku sudah diamankan, semoga pelaku dihukum seberat-beratnya,” ucap Aming.

Hingga kini belum ada keterangan dari Polrestro Depok terkait penangkapan tersebut. Kendati demikian Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok tak menampik dengan adanya kasus tersebut.

Sejauh ini, DPAPMK Kota Depok sudah turun tangan menangani korban rudapaksa, yang dilakukan marbot masjid di Jalan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan.

Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengatakan, pihaknya sudah menurunkan Satuan tugas (Satgas) untuk menangani korban pelecehan. “Sebelum kasus ini mencuat Satgas kami sudah turun untuk menangani korban,” kata Nessi kepada Radar Depok, Jumat (21/2).

Dia mengungkapkan, selain satgas DPAPMK juga sudah menerjunkan tim psikolog dan tim bantuan hukum untuk korban. Sejauh ini tim sudah mengetahui kronologi, saat ini sedang mempelajari kasusnya. “Para korban juga kami berikan perlindungan dan pendampingan untuk proses hukumnya,” bebernya.

Dia menjelaskan, kondisi korban saat ini masih mengalami trauma pasca kejadian. Maka dari itu, tim psikolog akan berupaya maksimal untuk memulihkan kondisi mereka. “Korban agak terguncang psikolgisnya,” ujarnya.

Menurutnya, kejadian ini cukup mengagetkan mereka. Sebab upaya preventif sudah acap kali dilakukan, seperti memberikan penyuluhan kepada orang tua, remaja, dan anak tentang pentingnya menjaga diri dari pelecehan.

“Kita sudah lakukan edukasi agar masyarakat tahu ada bagian tubuh yang tidak boleh dilihat, atau disentuh orang lain untuk mencegah kejadian seperti ini,” ucapnya.

Namun dia mengakui, kemungkinan belum semua masyarakat mendapatkan edukasi ini. Maka dari itu pihaknya akan semakin meng gencarkan edikasi tersebut. “Ini akan jadi bahan evaluasi kami ke depannya,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, aksi bejat predator seks kembali terjadi di Kota Depok. Kali ini korbannya siswa SD di kawasan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. Pelaku yang diduga seorang marbot di Masjid Jalan Raya Pasir Putih, telah dilaporkan orang tua korban, Rabu (12/2) malam. Polrestro Depok diharapkan dapat segera menangkap pelaku.

Salah satu orang tua korban rudapaksa, warga Jalam Bungur RW1, Kelurahan Pasir Putih, AW mengaku, sangat terkejut saat anaknya MR (11) menceritakan peristiwa rudapaksa yang menimpanya. “Saya akhirnya laporkan peristiwa tersebut ke polisi dengan laporan Nomor : LP/419/K//2020 / PMJ/ Restro Depok,” kata AW kepada Radar Depok, Kamis (20/2).

AW menceritakan, peristiwa tersebut terjadi baru-baru ini. Dan terduga juga masih berkeliaran. Pelaku melakukan aksinya saat korban istirahat jam sekolah. Selepas jajan, anak-anak menunaikan Salat Ashar di Masjid Jalan Raya Pasir Putih, yang tak jauh dari sekolah korban. “Pelaku merupakan marbot yang biasa mengurus masjid tersebut,” jelasnya.

Pelaku melakukan aksinya di kamar mandi masjid, dengan iming-iming uang. “Jadi pelaku melakukan aksinya setelah mengiming-imingi uang ke korban. Setelah anak-anak salat, anak ditangkap dan dipaksa ke kamar mandi,” tegas AW.

Dia mengatakan, tidak hanya anaknya yang menjadi korban. Tapi, beberapa murid sekolah juga ada yang menjadi korban. “Yang sudah ngaku baru empat, anaknya, MDG (9), RAS (11), dan MI (10),” ucap AW.

Terpisah, Kasubag Humas Polrestro Depok, AKP Firdaus dengan singkat mengatakan, akan melakukan pengecekan dahulu atas laporan tersebut. “Nanti saya cek dahulu laporan tersebut,” singkat.(rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar/Rubiakto

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

pembunuhan harjamukti tertangkap

Dua Pelaku Pembunuhan di Harjamukti Tertangkap, Sisa Satu Buron

TERTANGKAP : RH dan EP pelaku pembunuhan di Kelurahan Harjamukti sedang dimintai keterangan oleh Polres

Read More...
PDIP semprot disinfektan cipayung

PDIP Semprot RW11 Ratujaya

HADIR : Anggota DPRD Kota Depok, Yuni Indriany didampingi pengurus lingkungan saat melakukan penyemprotan disinfektan

Read More...
sembako untuk ODP dan PDP

Sembako untuk Dampak Korona di Depok Siap Dibagikan

SALURKAN : Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Usman Haliyana melakukan pengecekan sembako untuk ODP dan

Read More...

Mobile Sliding Menu