Lebih Dekat dengan Sangkar Semut RW20 Baktijaya : Produktif Budidaya Lele hingga Lampu Hias (1)

In Metropolis
sangkar semut kelurahan baktijaya
SUASANA SANGKAR SEMUT : Para remaja yang tergabung dalam komunitas Sangkar Semut melakukan aktifitas membuat pagar kandang ayam dari bambu, Rabu (12/02). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

Menelusuri Kampung Bojong tepatnya di RW20 Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya terdapat sebuah komunitas kreatif dengan nama Sangkar Semut. Mereka dikenal senang menggarap ternak lele dan ayam, hingga memainkan kuas menggambar mural.

Laporan : Arnet Kelmanutu

RADARDEPOK.COM – Turunan terjal sebelum tiba di sebuah komunitas bernama Sangkar Semut. hiasan tanaman cabai keriting merah, rawit, dan rawit hijau menjadi ‘ucapan selamat datang’ bagi siapapun yang datang ke markas komunitas tersebut.


Salah satu penggerak Sangkar Semut, Imron Riyadi menjadi gerbang pembuka untuk melihat aktifitas di komunitas yang didirikannya. Imron mengaku, komunitasnya diisi oleh orang dari berbagai profesi. Bahkan ada remaja yang sudah putus sekolah. Namun, hal itu bukan halangan dalam membesarkan ruang komunitas.

“Sekarang mereka mau bermanfaat nggak, mau kreatif dan produktif nggak, ayo sama-sama kita asah kemampuan, kita belajar sama,” kata Boim sapaan akrab Imron Riyadi di Sangkar Semut.

Hal ini yang mengawali kreasi mereka untuk semakin lagi dan lagi menciptakan sesuatu. Selain ternak lele, Sangkar Semut juga memproduksi lampu hias berbahan dasar material barang bekas.

“Jadi itu awalnya. kami mau buat suasana hidup, dengan main lampu, gambar mural, dan suara air. Alhamdulillah sekarang anak-anak bisa produksi lampu hias, dan kerajinan lainnya seperti tas, tiker, dan lainnya,” bebernya.

Hingga saat ini mereka terus berkembang demi memoles anak-anak untuk semakin produktif, kini literasi anak sedang berjalan akibat ditularkan dari tugas pengabdian masyarkat dari Universitas Pamulang.

“Sampai saat ini masih komunikasi dengan baik, membangun anak-anak yang hebat di seluruh pelosok kampung. Kita mulai dari sini, Sangkar Semut RW20 Baktijaya,” terang Boim usai menyeruput kopi hitamnya.

Suasana aktif memang nampak apik. Mulai dari memainkan kuas di atas kanvas, berbincang, memberi umpan lele dan ayam menjadi pemandangan rutin di Sangkar Semut. (*)

 

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

Pengadaan Barang dan Jasa Daerah Disetop

  RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Proses pengadaan barang dan jasa untuk daerah di seluruh Indonesia disetop. Hal itu berdasarkan keputusan Menteri

Read More...
warga eks setu ke komnas ham

Komnas HAM : Tanah Eks Situ Krukut Milik Negara

TOL : Tol Desari sudah terbangun, namun warga eks situ Krukut belum terima ganti rugi

Read More...
hoaks korona meninggal di depok

Meninggal Korona di Pasar Musi, Hoaks

KLARIFIKASI : Kepala Diskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono (kiri) saat berbelasungkawa ke kediaman Ani Susanti.

Read More...

Mobile Sliding Menu