Kamar ‘Prostitusi’ Disegel

In Metropolis
kamar prostitusi disegel
BONGKAR KASUS : Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah (tengah) saat mengungkap kasus prostitusi online di apartemen. FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Satuan Reskrim Polres Metro Depok masih mengembangkan penyelidikan kasus prostitusi online remaja belia, di salah satu apartemen, kawasan Jalan Margonda. Kemarin (31/1), penyidik memasang garis tanda kepolisian atau police line di kamar yang dijadikan tempat mesum tersebut.

Kapolres Metro Depok, Kombes Azis Andriansyah mengatakan, pemasangan police line merupakan bagian dari proses penyidikan. Karena tempat tersebut bagian dari TKP,

“Kamar tersebut digunakan untuk bertransaksi, menyembunyikan anak hilang, mengelola eksploitasi ekonomi, maupun seksual ada dilokasi tersebut. Kami lakukan status quo dengan cara memasang police line,” ungkap Azis kepada Radar Depok.


Pamasangan police line, kata Azis, dimaksudkan untuk mencari alat bukti yang lain. Misalnya baju, barang-barang lain, atau ponsel. Intinya semuanya kepentingan penyidikan.

“Nanti diolah kembali. Jika selesai, nanti akan dicopot. Tapi dalam rangka mencari bukti yang lain, kami pasang dulu. Status quo. Supaya tidak dirusak TKP-nya oleh orang lain,” tegasnya.

Ihwal pengembangan kasus, Azis mengatakan bila dari hasil keterangan pelaku, diketahui bila praktik prostitusi online di apartemen cukup marak.

“Apartemen ternyata dijadikan sebagai tempat yang aman untuk melakukan kegiatan seks komersil. Bahkan yang dilakukan oleh anak dibawah umur,” tegasnya.

Ia menegaskan, dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil pengelola apartemen untuk dijadikan saksi. Sekaligus untuk mengetahui perannya. “Apakah turut serta di dalamnya, atau hanya sekedar menyewakan saja,” tambah Azis.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi berhasil menguak kasus prostitusi online di apartemen. Korbannya AP dan ZF. Keduanya masih berusia 16 tahun. Mereka dijual sebanyak 69 kali kepada pria hidung belang.

Pelakunya MPR (19 tahun), AR (17 tahun), dan BS (17 tahun). Mereka menjerumuskan kedua gadis belia ke sejumlah pria hidung belang, dengan tarif Rp450 ribu hingga Rp1 juta. Harga itu untuk sekali kencan di dalam kamar apartemen. Kamar sudah tidak bayar lagi.

Dari pengakuan MPR, dia tega menjajakan AP sebanyak 15 kali dan ZF sekitar lima kali kencan. Tidak hanya MPR, tersangka AR juga menjajakan AP sebanyak 15 kali dan ZF 15 kali. Kemudian ditambah tersangka BS menawarkan AP empat kali, dan ZF sebanyak 13 kali.

“Saya antar jemput dia dan dapet bagiannya tergantung dia (korban) sih,” kata MPR.

Dalam menjajakan AP dan ZF modus pelaku dengan cara online di salah satu aplikasi yang dapat diakses melalui smart phone. Dalam aplikasi Me Chat ketiga mucikari mengeksplore kedua gadis tersebut sambil menawarkan fasilitas yang di dapat si hidung belang.

“Modusnya dijajakan lewat medsos dengan kode open BO. Saya ketemu AP dan ZF melalui teman dan medsos. Memang keduanya tidak mau pulang. Mungkin karena sudah dapat duit makanya gak mau pulang,” terang MPR.

Kedua remaja cantik itu semula dilaporkan hilang dari rumah sejak 2 Januari 2020. Keluarga kemudian melaporkannya ke polisi pada Sabtu 25 Januari 2020. Korban dan tersangka berhasil diamankan pada Minggu malam, 26 Januari 2020.

“Ketiga tersangka dijerat dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ancamannya kurungan penjara 10 tahun dan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang perdagangan manusia, yang ancamannya maksimal 15 tahun,” pungkas Azis. (rd)

 

Jurnalis : Junior Williandro, Harum Wigaringtyas

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

Pengadaan Barang dan Jasa Daerah Disetop

  RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Proses pengadaan barang dan jasa untuk daerah di seluruh Indonesia disetop. Hal itu berdasarkan keputusan Menteri

Read More...
warga eks setu ke komnas ham

Komnas HAM : Tanah Eks Situ Krukut Milik Negara

TOL : Tol Desari sudah terbangun, namun warga eks situ Krukut belum terima ganti rugi

Read More...
hoaks korona meninggal di depok

Meninggal Korona di Pasar Musi, Hoaks

KLARIFIKASI : Kepala Diskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono (kiri) saat berbelasungkawa ke kediaman Ani Susanti.

Read More...

Mobile Sliding Menu