Golkar Intip Tiga Poros di Depok

In Utama
Ketua DPD Golkar Kota Depok, Farabi el Fouz
Ketua DPD Golkar Kota Depok, Farabi el Fouz.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menjelang pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok 2020, sejumlah partai politik sudah membuat manuver menyiapkan diri.

Muncul koalisi Gerindra-PDI Perjuangan yang sudah sepakat mengusung Pradi Surpiatna sebagai Bakal calon Walikota Depok. Ada juga Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang telah mengeluarkan rekomendasi kepada tiga nama kadernya, yaitu Imam Budi Hartono, Farida Rachmayanti, dan Hafid Nasir yang lolos Pemilu Raya (Pemira) PKS).

Kemudian terbaru, muncul Koalisi Depok Tertata yang berisi Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan yang hingga saat ini masih merumuskan kriteria calon yang akan mereka usung.


Namun, Golkar salah satu partai besar yang memiliki lima kursi di legislatif Kota Depok hingga saat ini belum juga menentukan sikap untuk kontestasi Pilkada Depok.

Terkait hal ini, Ketua DPD Golkar Kota Depok, Farabi el Fouz mengaku, belum mau mengambil keputusan untuk Pilkada ini. Baik berkoalisi maupun membuat koalisi baru, ia beralasan Golkar masih memantau situasi politik di Kota Depok.

“Kami bisa saja bikin poros keempat dengan mencari kawan yang lain. Tapi kami masih mempelajari visi misi ketiga poros parpol ini,” tutur Farabi kepada Radar Depok, Selasa (4/2).

Diketahui, koalisi yang saat ini sudah terbangun yaitu Koalisi Gerindra-PDI Perjuangan, PKS, dan Koalisi Depok Tertata yang diisi Demokrat, PAN, PKB, dan PPP.

Farabi menegaskan, meski belum menentukan sikap Golkar tetap melakukan sejumlah upaya. Di antaranya survey, turun ke lapangan, dan melihat situasi politik serta tren di masyarakat.

“Kita sih santai saja, PKS juga belum punya koalisi. Bisa saja kami jadi Walikota atau Wakil Walikota,” ucap Farabi.

Selanjutnya Golkar akan mengusung kebijakan dan kearifan lokal dalam Pilkada ini. Sebab dia berkaca 15 tahun ke belakang Golkar selalu kalah dalam Pilkada Depok. “Kita kalah 15 tahun belakangan, padahal saat itu Golkar sudah buat kubu. Maka dari itu saat ini kami tidak ingin buru–buru dan gegabah dalam menentukan sikap ikut koalisi mana,” ucapnya.

Baginya, dengan masuk salah satu koalisi di Depok berarti sudah membuat permusuhan dengan parpol di koalisi lainnya. Maka dari itu, Golkar hingga saat ini masih bersikap netral.

“Golkar itu saat ini diumpamakan sebagai kembang desa yang sedang memilih siapa yang terbaik untuk jadi pasangannya. Maka dari itu, kami akan menjatuhkan pilihan di last minute,” bebernya.

Saat ini pihaknya masih memfokuskan pada survey internal terkait koalisi mana yang paling kuat untuk dijadikan kubu pada pilkada nanti.

“Kita sudah lakukan survey dan diverifikasi oleh pusat. Hasil survey sementara, dari tiga kubu ada dua kubu yang terbilang tinggi elektabilitasnya. Tapi hal itu masih terlalu dini, karena surat rekomendasi baru keluar seminggu sebelum, masih berapa bulan lagi, masih lama,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

pemberian cairan disinfektan

490 Liter Cairan Konsentrat Disebar di Sawangan Baru

BERIKAN : Lurah Sawangan Baru, Cucu Suardi menyerahkan cairan konsentrat untuk pengurus RW di STAISKA

Read More...
artikel ketua RT

  Oleh : Adhy Winawan Ketua RT 9, RW1, Kelurahan Depokjaya, Kecamatan Pancoranmas Kota Depok Assalamualaikum wr.wb MELALUI rubik Surat Pembaca ini perkenakan saya

Read More...
belanja online di pasar tugu

Pasar Tugu Terapkan Sistem Belanja Online

INOVASI : Pasar Tugu di Jalan Raya Menpor No. 9 Palsigunung, Kelurahan Tugu, Cimanggis terapkan

Read More...

Mobile Sliding Menu