Disabilitas Nyebrang di Margonda Sulit 

In Metropolis
disabilitas susah nyebrang di jalan margonda
JALUR PENYEBERANGAN KHUSUS : Warga saat menyeberang di jalur penyeberangan khusus lansia dan disabilitas di kawasan Jalan Margonda Raya, Jumat (7/2). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pembangunan infrastruktur fasilitas umum Kota Depok, masih dianggap belum berpihak pada penyandang disabilitas. Trotoar serta sarana menyebrang jalan, untuk kaum disabilitas juga masih minim.

Berdasarkan pantauan Radar Depok baru di depan Polrestro Depok dan Balaikota Depok, yang menyediakan sarana penyebrangan jalan yang representatif kaum disabilitas.

Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) DPC Kota Depok, Mohammad Faisal mengatakan, banyak anggota Pertuni yang kebingungan untuk menyebrang jalan di Jalan Margonda. Tak jarang para tuna netra meminta bantuan, untuk sekedar menyebrang jalan. “Fasilitas di Kota Depok belum berpihak pada kami,” kata Faisal kepada Radar Depok, Jumat (7/2).


Faisal mengatakan, 70 persen dari total 110 anggota Pertuni Kota Depok mencari nafkah dari berjualan kerupuk. Kebanyakan dari mereka memilih berdagang di jalan besar yang memiliki risiko besar, karena banyak dilewati pengendara.

“Umumnya berdagang dan berkeliling di jalan raya seperti Jalan Margonda Raya, jadi bukan di jalan perumahan warga. Makanya butuh akses trotoar dan sarana penyebrangan jalan yang bagus,” katanya.

Faisal pernah menyampaikan keadaan ini kepada Pemkot Depok, dan mereka mengakui kalau kondisi trotoar di Depok tidak ramah bagi penyandang disabilitas. “Saya sudah menyampaikan hal ini beberapa kali ke Pemkot Depok, tapi belum ada tanggapan,” terangnya.

Namun hingga kini Faisal menilai tetap belum ada upaya nyata yang dilakukan Pemkot Depok bagi warganya. “Belum ada ruas jalan yang bisa dijadikan contoh, karena masih banyak teman-teman yang jatuh ketika berjalan. Tunanetra kan kalau jalan berpatok pada trotoar,” ujar Faisal.

Selain itu, Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Alfred Sitorus mengungkapkan, seorang warga Depok terperosok ke dalam saluran air di Jalan Tole Iskandar pada Jumat pekan lalu (31/8). Warga yang diketahui bernama Cahyo itu mengalami luka di bagian wajah dengan sembilan jahitan.

Saluran air tersebut semestinya ditutup dan menjadi area trotoar atau tempat pejalan kaki melintas. Namun, lanjut Alfred, pemkot justru tak menyediakan fasilitas yang laik bagi pejalan kaki. Akibatnya, seorang warganya terjatuh dan terluka karena buruknya fasilitas pejalan kaki di tepi jalan yang menyisakan lubang-lubang menganga. “Jadi Depok itu tempat bunuh dirinya pejalan kaki,” tandas Alfred. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

Ketua DPC Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna

PKS Sindir Pemilihan Wakil Gubernur Jakarta

Ketua DPC Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Setelah dua tahun jalan sendirian. Gubernur

Read More...
ilustrasi virus korona size kecil

Sehari Tambah 218 Kasus Korona, Jumlah Tertinggi Perharinya

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Hingga Senin (6/4) pukul 12.00 WIB, total ada 2.491 kasus virus Korona

Read More...
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

Ini Harta Wagub DKI, Ahmad Riza Patria yang Ternyata Tidak Punya Hutang

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Ahmad Riza Patria terpilih menjadi Wakil

Read More...

Mobile Sliding Menu