DEEP Prihatin Kantor KPU Depok

In Politika
DEEP prihatin kantor KPU Depok
TERGENANG : Staf Sekretariat dan Sekuriti KPU Kota Depok saat kantor KPU Kota Depok di Jalan Kartini Raya Nomor 19, Kelurahan Depok, Pancoranmas diterjang banjir, Rabu (1/1). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) prihatih dengan keberadaan kantor KPU Kota Depok, yang mengontrak lebih dari 15 tahun. Kondisi ini sudah menjadi konsumsi nasional.

Direktur DEEP, Yusfitriadi mengungkapkan, hal tersebut bukan lagi menjadi konsumsi masyarakat dan aparatur di Kota Depok. Namun sudah menjadi konsumsi nasional, bahwa kantor lembaga penyelenggara Pemilu di Depok jauh dari kelayakan bahkan jauh dr standisasi sebuah kantor.

“Selain ketidaklayakan, kantor KPU Kota Depokpun selama 15 tahun masih dalam status ngontrak. Terus terang saya sangat prihatin, lembaga yang melahirkan pemerintahan Kota Depok dengan menyelenggarakan Pemilu. Namun, mereka berkantor di tempat yang akat tidak layak bahkan masih berstatus ngontrak,” tutur Yusfitriadi kepada Radar Depok, Kamis (13/2).


Ia menyesalkan Pemerintah Kota Depok benar-benar tidak mempunyai niat baik, untuk memberikan tempat yang layak bagi lembaga yang sudah melahirkan wakil rakyat, walikota dan wakil walikota depok.

“Terlebih, saat ini tahapan Pilkada 2020 sudah dalam proses. Bagaimana mereka dapat bekerja dengan nyaman dan profesional. Sementara, Pemkot Depok tidak mempunyai perhatian yang serius terhadap kenyamanan kerja para komisioner KPU Kota Depok,”tegas Kang Yus, sapaannya.

Tidak hanya itu, Kang Yus menyambung, seharusnya partai politik yang menduduki di parlemen di Kota Depok sudah paham betul kondisi kantor KPU Kota Depok. Karena tentu sering di undang rapat atau konsultasi lain ke kantor KPU Kota depok.

“Apakah partai-partai tersebut tidak merasa risih dan malu tidak mampu mendorong hanya sebuah kenyamanan kantor KPU Kota Depok. Saya pikir sangat keterlaluan, jika selama 15 tahun ini terus-terusan dalam kondisi masih ngontrak,” geramnya.

Ia melihat hal tersebut bukan karena ketidakmampuan Pemkot Depok. Namun, niat baik dan nurani mereka yang tidak ada, baik partai politik, anggota legislatif maupun eksekutif hanya membutuhkan KPU ketika menjelang Pemilu, bahkan pembangunan kantor KPU seringkali dijadikan narasi kampanye yang dijanjikan.

“Namun ketika mereka sudah jadi baik anggota DPRD maupun Walikota dan wakil walikota sama sekali tidak melihat bahwa kantor KPU merupakan sesuatu yang penting dalam pembangunan demokrasi di Kota Depok,” ujarnya.

Karena itu, ia memdesak Pemkot Depok segera menyediakan kantor KPU dalan waktu dekat, karena posisi kota depok yang sedang berproses menuju pilkada 2020. Ia pun meminta Kementerian Dalam Negeri untuk bisa menegur, bila perlu memberikan dealine bagi kepala daerah yang tidak mempunyai niat baik untuk menyediakan fasilitas yang layak bagi lembaga yang memiliki tingkat aktifitas yang tinggi seperti KPU.

“Mungkin saja kondisi inipun terjadi tidak hanya di Kota Depok, bisa juga terjadi daerah-daerah lain. Namun luput dari perhatian Kemendagri,” tutupnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

bersih-bersih masjid

3 Tempat Ibadah Sukmajaya di Semprot Disinfektan

MEDIA PEDULI : Petugas saat menyemprotkan disinfektan di rumah ibadah Masjid Al Awami RT 05/01

Read More...
ilustrasi virus korona size kecil

Ini Sebaran 2.738 Pasien Positif Korona di Indonesia

ILUSTRASI   RADARDEPOK, JAKARTA - Hingga Selasa (7/4) pukul 12.00 WIB, total ada 2.738 kasus virus Korona

Read More...
beras untuk warga tidak mampu

RW 29, Sukamaju Sebar 150 Paket Beras

SUPLAI BERAS : Ketua RW 29 Kelurahan Sukamaju, Heni Kuncorowati di dampingi Lurah Sukamaju Nurhadi

Read More...

Mobile Sliding Menu