652 WNA Tinggal Di Depok

In Metropolis
Kapala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kota Depok, Ruhyat M Tolib.
Kapala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kota Depok, Ruhyat M Tolib.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kota Depok menjadi salah satu tempat persinggahan bagi Warga Negara Asing (WNA) dari berbagai negara. Berdasarkan data yang dimiliki Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kota Depok, terdapat 652 WNA yang memiliki ijin tinggal di Kota Sejuta Maulid.

Kapala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kota Depok, Ruhyat M Tolib mengatakan, jumlah tersebut merujuk data per 1 Januari 2019 sampai 31 Januari 2020.

Ia merincikan, dari jumlah tersebut, 618 WNA yang memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS), dengan masa berlaku satu tahun. Sementara, terdapat 37 WNA yang tinggal dengan menggunakan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP), dengan masa berlaku lima tahun.


“Itu data yang kami miliki,” ungkapnya kepada Radar Depok.

Dia menjelaskan, paling banyak WNA yang memiliki KITAS berasal dari Korea Selatan dengan 272 orang, diikuti Jepang 67 Orang, Malaysia 27 orang, India 24 orang, Belanda 23 orang, Australia 18 orang, China 17, USA/Mesir/Taiwan masing masing 14 orang, Jerman/Filipina masing-masing 10 orang, Singapura 8 orang, serta berasal dari berbagai negara.

Sementara 37 orang pemegang KITAP antara lain, Korsel/Inggris masing-masing 7 orang, India 6 orang, Jepang 4 orang, Jerman 3 orang, dan Yaman kanada serta china masing-masing 1 orang.

“Sisanya Negara-negara lainnya rata-rata 1 orang,” kata Tolib.

Dia mengaku akan melakukan pendataan rutin untuk mendata jumlah WNA yang tinggal di Depok. “Jika ada yang tinggal tapi tidak bisa menunjukan identitas, kita akan lakukan deportasi,” tukas Tolib. (rd)

 

Data WNA di Kota Depok

Jumlah :

– 652 WNA

– Data per 1 Januari 2019 sampai 31 Januari 2020

Rincian :

– 618 WNA pemilik Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS)

– 37 WNA pemilik Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP)

 

Data Pemegang KITAS :

– Korea Selatan (272 orang)

– Jepang (67 orang)

– Malaysia (27 orang)

– India (24 orang)

– Belanda (23 orang)

– Australia (18 orang)

– Cina (17 orang)

– Amerika Serikat (14)

– Mesir (14 orang)

– Taiwan (14 orang)

– Jerman (10 orang)

– Filipina (10 orang)

– Singapura (8 orang)

– Sisanya dari berbagai negara

 

Data Pemegang KITAP :

– Korea Selatan (7 orang)

– Inggris (7 orang)

– India (6 orang)

– Jepang (4 orang)

– Jerman (3 orang)

– Yaman (1 orang)

– Kanada (1 orang)

– Cina (1 orang)

– Sisanya negara lainnya (rata-rata 1 orang)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

Pengadaan Barang dan Jasa Daerah Disetop

  RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Proses pengadaan barang dan jasa untuk daerah di seluruh Indonesia disetop. Hal itu berdasarkan keputusan Menteri

Read More...
warga eks setu ke komnas ham

Komnas HAM : Tanah Eks Situ Krukut Milik Negara

TOL : Tol Desari sudah terbangun, namun warga eks situ Krukut belum terima ganti rugi

Read More...
hoaks korona meninggal di depok

Meninggal Korona di Pasar Musi, Hoaks

KLARIFIKASI : Kepala Diskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono (kiri) saat berbelasungkawa ke kediaman Ani Susanti.

Read More...

Mobile Sliding Menu