57 Warga Lepas Dari Kanker

In Utama
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Depok, Umi Zakiyati
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Depok, Umi Zakiyati.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Depok, sepanjang tahun 2019 ada 57 orang warga Kota Depok penderita kanker yang berhasil sembuh.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Depok, Umi Zakiyati menyebutkan, para penderita kanker yang sudah sembuh tersebut kini telah menjalankan hidupnya kembali dengan normal.

“Iya sudah ada 57 orang yang ditangani, dengan berbagai keluhan kanker berbeda-beda,” ungkap Umi kepada Radar Depok.


Dari seluruh pasien tersebut masing-masing mengidap kanker yang berbeda, kategorinya pun berbeda. Tetapi Umi memastikan semua masih dalam tahap ringan.

“Jadi mereka yang sudah sehat itu sebelum melakukan terapi telah melakukan perawatan di rumah sakit cukup lama. Ada yang bertahun-tahun, ada juga yang beberapa bulan. Tetapi kondisi sudah membaik,” jelasnya.

Umi mengatakan, ke 57 orang tersebut ditangani di sejumlah rumah sakit. Di antaranya RS Fatmawati, RS Cipto Mangunkusumo, RS Kanker Dharmais, serta beberapa rumah sakit lainnya.

Setiap pasien yang ditangani di rumah sakit, sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan pihak Dinkes Kota Depok.

“Iya hasilnya itu. Sudah tentu setiap pasien yang ditangani, kami berkooridnasi dengan rumah sakit yang menangani,” tuturnya.

Sementara itu, hingga saat ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok belum mempunyai peralatan atau fasilitas untuk mengobati pasien kanker.

Manager On Duty RSUD Depok, Setya Hadi Saputra menegaskan, jika ada pasien menderita kanker yang datang ke RSUD akan dirujuk ke rumah sakit lain.

“Kami tetap saling koordinasi untuk rujukan. Misalnya ke RS Kanker Dharmais, Fatmawati, dan RSCM. Paling banyak dirujuk ke sana,” ucap Hadi kepada Radar Depok.

Namun, Hadi memastikan sepanjang 2019 ada pasien ke RSUD yang teridentifikasi kanker. Ada juga yang tidak dirujuk, karena setelah dilakukan pemeriksaan tidak terdeteksi kanker. Yakni hanya gumpalan lemak atau sakit biasa.

“Tapi saya belum tahu berapa jumlah pasien yang dirujuk selama 2019,” papar Hadi.

Meski begitu, RSUD sudah difasilitasi dengan unit bedah, biasanya bedah eurologi. Sebab dijelaskan Hadi tidak sedikit yang terkena kanker payudara.

“Jadi tahapannya itu, apabila ada pasien datang dengan keluhan kanker. Tidak langsung kami rujuk, lebih dulu diperiksa ahli bedah, dan dilakukan operasi oleh dokter bedah, lalu diuji dalam laboratorium Patalogi Anatomi,” terang Hadi.

Dikatakan Hadi setiap penderita kanker akan di rujuk ke Rumah Sakit yang berbeda, tergantung kebutuhannya karena fasilitas di setiap Rumah Sakit menyediakan fasilitas penanganan kanker yang berbeda-beda. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

artikel ketua RT

  Oleh : Adhy Winawan Ketua RT 9, RW1, Kelurahan Depokjaya, Kecamatan Pancoranmas Kota Depok Assalamualaikum wr.wb MELALUI rubik Surat Pembaca ini perkenakan saya

Read More...
belanja online di pasar tugu

Pasar Tugu Terapkan Sistem Belanja Online

INOVASI : Pasar Tugu di Jalan Raya Menpor No. 9 Palsigunung, Kelurahan Tugu, Cimanggis terapkan

Read More...
sosial distance

Warga Depok Menolak Lockdown

ILUSTRASI : Social distancing dianggap bisa meminimalisir wabah penyebaran Korona.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sejumlah warga di

Read More...

Mobile Sliding Menu