22 Persen Penduduk Ditarget Masuk Sensus Online

In Metropolis
sensus penduduk online
MENGURUS BERKAS : Sejumlah warga saat mengurus berkas di ruang Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Balaikota Depok, Kamis (13/2). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pada 2020 Badan Pusat Statistik (BPS) akan kembali menyelenggarakan Sensus Penduduk (SP) di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kota Depok. Sensus tahun ini merupakan yang ketujuh sejak kemerdekaan Indonesia setelah sensus 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010.

Tahun ini berbeda dengan enam SP sebelumnya yang menggunakan metode tradisional, kali ini memakai metode kombinasi. Yakni pemanfaatan data administrasi kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai data dasar sensus yang kemudian dilanjutkan dengan pencacahan lengkap.

SP 2020 juga menjadi sensus pertama yang diselenggarakan BPS dengan memanfaatkan media daring. Pelaksanaan ini akan dikenal dengan sebutan Sensus Online. Pemanfaatan ini menanggap peluang potensi yang ada pada era digitalisasi saat ini. Ditambah lagi negara tetangga yang lebih dahulu telah menyelenggarakan sensus penduduk secara online, seperti Australia dan Malaysia.

“Kami targetkan 22 persen penduduk terjaring dalam sensus online,” ungkap Staf BPS Kota Depok, Hari Kurniawan kepada Radar Depok.

Angka ini dirasa sangat realistis dan tidak terlalu muluk mengingat penduduk usia lima tahun ke atas yang mengakses internet tiga bulan terakhir pada 2017 mencapai 32,3 persen. “Perlu kerja cerdas dan kerjasama antar instansi pemerintah guna mewujudkan target tersebut,” kata Hari.

Sosialisasi dan penjaminan kerahasiaan data pribadi menjadi kunci keberhasilan sensus online. Terkait sosialisasi, hal ini sangat wajib dilakukan ke pelosok negri guna memperkenalkan sensus berbasis online kepada masyarakat. Menggunakan semua media massa guna tersampaikan informasi penyelenggaraan ini.

Sementara itu, Agen BPS Kecamatan Cilodong, Robi yang membantu proses pelaksanaan sensus penduduk juga siap untuk membantu jika warga kesulitan untuk mengisi melalui media darin pelaksanaan SP online berlangsung mulai 15 Februari sampai 31 Maret.

Warga diminta siapkan Nomor Induk Kependudukan,dan Kartu Keluarga untuk pendataan. “Bagi yang kesulitasn kami agen BPS siap membangtu warga ,” tukas Robi. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

brimob bikin pospelopor

Brimob Hadirkan Paspelopor.com

TINJAU : Komandan Pasukan Pelopor Brimob, Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Verdianto.I.Bitticaca saat meninjau ruang pemberitaan.

Read More...
pabrik kosmetik tapos digrebek polisi

Pabrik Kosmetik Bodong di Tapos Digerebek

KETANGKEP : Polisi menggerebek praktik home industry kosmetik ilegal di kawasan Kecamatan Tapos Depok, Jawa

Read More...
ramah tamah RSUI

RSUI Ramah Tamah di HUT Ke-1

PERAYAAN : Direktur Utama RSUI bersama perwakilan dari Bank Mandiri dalam acara Ramah Tamah HUT

Read More...

Mobile Sliding Menu