180 Peserta SKD CPNS Depok Gugur

In Metropolis
peserta SKD CPNS gugur
PENUH HARAP : Peserta Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melihat layar monitor hasil dari Computer Assisted Test (CAT) di Hotel Bumi Wiyata, Kamis (13/2). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Hari kedua pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Depok, banyak yang tak hadir. Tercatat, ada sejumlah 180 peserta. Sesuai aturan secara otomatis ratusan pesertanya dinyatakan tidak lolos ketahap selanjutnya.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Mary Liziawati mengatakan, dari 1.200 peserta yang mengikuti SKD di hari pertama, ada 91 peserta yang tidak hadir. “Hari pertama yang hadir 1.109, yang gak hadir 91 orang,” kata Mary kepada Radar Depok, Kamis (13/2).

Dia mengungkapkan, pada tes hari pertama tanggal 12 Februari  diadakan empat sesi tes yang diikuti 300 peserta, setiap sesinya. “Hari pertama empat sesi, hari kedua lima sesi,” ucapnya.


Pada hari yang kedua, ucap Mary, dari 1.500 peserta yang dijadwalkan ikut seleksi, sebanyak 89 peserta tidak datang. “Yang datang di hari kedua ini hanya 1.411 peserta saja,” tuturnya.

Dia menambahkan, peserta yang tidak hadir untuk mengikuti SKD, secara otomatis dinyatakan tidak lulus atau didiskualifikasi. “Kalau gak masuk ya sudah pasti dinyatakan gugur,” bebernya.

Ketika disinggung mengenai jumlah peserta yang tidak lolos SKD, Mary mengaku belum bisa menyebutkan jumlahnya. Karena pihaknya belum melakukan rekapitulasi jumlah kelulusan peserta. “Belum ketahuan jumlahnya karena kita belum rekap,” tegasnya.

Perlu diketahui, Seleksi kompetensi dasar (SKD) yang menjadi salah satu tahapan dalam rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) sedang berlangsung. Setelah ujian SKD, tahapan selanjutnya yang akan dihadapi peserta adalah seleksi kompetensi bidang (SKB). Menuju pelaksanaan SKB, pemerintah melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengeluarkan pengaturan tambahan mengenai penentuan peserta lulus SKD yang berhak mengikuti SKB. Tambahan aturan ini disampaikan lewat surat bernomor B/III/M.SM.01.00/2020.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengatakan, dalam surat tersebut memuat aturan bagaimana jika peserta SKD memperoleh nilai sama. “Penentuan kelulusan didasarkan pada nilai yang lebih tinggi secara berurutan dari TKP, TIU, dan TWK,” kata Paryono.

Sementara jika terdapat peserta yang memperoleh nilai SKD sama pada tiga komponen subtes tersebut. Dan berada pada ambang batas jumlah kebutuhan formasi, lanjut dia, maka seluruh peserta akan diikutkan SKB. Adapun kelulusan SKD akan ditetapkan oleh panitia seleksi CPNS instansi masing-masing.

“Pengumuman hasil atau kelulusan SKD ditetapkan dengan Keputusan Ketua Panitia Seleksi Instansi. Dan diumumkan oleh setiap instansi berdasarkan hasil yang disampaikan Kepala BKN selaku Ketua Tim Pelaksana Panselnas kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) masing-masing instansi,” ujar Paryono.

Peserta yang akan mengikuti SKB berjumlah paling banyak tiga kali, dari jumlah kebutuhan masing-masing formasi jabatan berdasarkan pemeringkatan nilai SKD. Pemeringkatan ini termasuk pula peserta P1/TL. Seperti diketahui, pelamar kategori P1/TL diberikan peluang menggunakan nilai terbaik antara nilai SKD 2018 dan nilai SKD 2019, jika yang bersangkutan memilih mengikuti ujian.

“Untuk peserta P1/TL pada pengumuman hasil/kelulusan SKD disertakan pula keterangan nilai SKD yang digunakan sebagai dasar pemeringkatan, yakni SKD tahun 2018 atau SKD tahun 2019,” papar Paryono.

Sementara total keseluruhan peserta yang tercatat akan ikut ujian SKD sebanyak 3.361.822 orang. Sementara ini, skor tertinggi SKD secara nasional untuk instansi pusat sebesar 486 dan instansi daerah sebesar 484. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

bersih-bersih masjid

3 Tempat Ibadah Sukmajaya di Semprot Disinfektan

MEDIA PEDULI : Petugas saat menyemprotkan disinfektan di rumah ibadah Masjid Al Awami RT 05/01

Read More...
ilustrasi virus korona size kecil

Ini Sebaran 2.738 Pasien Positif Korona di Indonesia

ILUSTRASI   RADARDEPOK, JAKARTA - Hingga Selasa (7/4) pukul 12.00 WIB, total ada 2.738 kasus virus Korona

Read More...
beras untuk warga tidak mampu

RW 29, Sukamaju Sebar 150 Paket Beras

SUPLAI BERAS : Ketua RW 29 Kelurahan Sukamaju, Heni Kuncorowati di dampingi Lurah Sukamaju Nurhadi

Read More...

Mobile Sliding Menu