Pohon Tumbang Hajar Tiang Listrik di Cilodong

In Metropolis
pohon tumbang menimpa tiang listrik di cilodong
EVAKUASI: Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok yang dibantu warga mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa tiang listrik, di RW05 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Kamis (16/1). insert: Warga pun mengevakuasi lansia yang atap rumahnya rusak disapu angin kencang, di Kelurahan Sukamaju Baru Tapos. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

 

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Kamis (16/1) sore, mengakibatkan pohon besar tumbang hingga menimpa tiang listrik di RW05 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong. Selain itu, atap rumah di Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos hancur disapu angin kencang.

Terkait peristiwa tersebut, Kabid Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Deni Romulo menyebutkan, terdapat dua titik terdampak hujan dan angin kencang di Kota Depok, yaitu di Kelurahan Kalibaru dan Kelurahan Sukamaju Baru.

“Iya betul ada pohon tumbang menimpa tiang listrik di Cilodong, dan sebuah atap rumah rusak akibat tertiup angin kencang,” ungkap Deni kepada Radar Depok, Kamis (16/1).

Beruntung dalam kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Hanya saja pohon tumbang mengakibatkan kabel udara yang ada di bawahnya roboh dan doyong nyaris menyentuh tanah. Sedangkan penghuni rumah yang atapnya rusak harus mengungsi ke rumah tetangga untuk sementara waktu.

“Kami sudah menerjunkan tim mengatasi pohon tumbang, serta menghubungi pihak PLN untuk mengurus kabel udara. Sedangkan warga yang rumahnya rusak atapnya sudah diungsikan ke tetangga,” bebernya.

Ketika disinggung mengenai potensi banjir, Deni mengatakan hujan yang terjadi tidak menimbulkan potensi banjir. Namun pihaknya tetap menyiagakan personel berjaga–jaga.

“Tim masih standby di posko banjir,” tegasnya.

Sementara itu, Jaeni salah satu petugas jaga di posko banjir 24 jam mengatakan, pihaknya belum menerima adanya laporan terkait banjir hari ini. Namun akan tetap melakukan kesiagaan.

“Saat ini masih siaga, di pos ada lima orang personel dengan perlengkapan satu unit perahu karet dan beberapa alat pompa yang siap digunakan kalau ada laporan banjir,” tandasnya.

Terpisah, Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Depok Romdhoni mengaku, sejumlah laporan tim Tagana yang tersebar di Kota Depok saat hujan dan angin kencang terjadi langsung memberikan laporan.

Di antaranya, hujan deras disertai angin terjadi di Cilodong, Sawangan, Mekarjaya, Abadijaya, Leuwinanggung, Tapos, Serua, Duren Mekar, Pasir Gunung Selatan, Curug, Tugu, Cilangkap, dan Bojongsari.

“Itu sejumlah titik sesuai laporan yang baru masuk dari Taruna, dan situasi masih kondusif. Tim terus monitor dan stand bye, ada satu rumah yang asbesnya terbang,” ungkap Dhoni—sapaan Romdhoni—kepada Radar Depok, Kamis (16/1).

Selain itu, guna mencegah terjadinya bencana pada situasi hujan deras seperti banjir, Dhoni mengingatkan warga, yaitu harus selalu rutin membersihkan saluran air dari sampah. Kemudian amankan surat-surat berharga, dan alat-aat rumah tangga yang menggunakan aliran listrik.

“Segera informasikan ke 112 atau emergency call kalau ada kejadian, khususnya saat terjadi bencana yang bisa mengganggu atau mengancam keselamatan jiwa,” harap Dhoni.

Kemudian Dhoni juga meminta warga turut serta memantau informasi khususnya dari badan resmi seperti BMKG, khususnya terkait ketinggian permukaan air.

“Berkaca dari kejadian sebelumnya, Tagana sangat membutuhkan perahu karet, alat komunikasi HT, serta perlengkapan personel atau safety first,” tegas Dhoni.

Sementara itu, Kasi Tata Lingkungan dan Konservasi DLHK Kota Depok, Rizal Maulana mengaku, pihaknya sudah melakukan pemangkasan pohon tua yang rawan tumbang dan dianggap membahayakan pengguna jalan.

“Mencegah pohon tumbang kami setiap hari menurunkan dua tim berkeliling memantau pohon yang rawan tumbang. Kami juga langsung ke lokasi sesuai laporan warga, yang meminta pohon dipangkas atau ditebang,” tutur Rizal.

Dari hasil pantauan, Rizal mengatakan, pohon yang rawan tumbang terdapat di Jalan Akses UI, Jalan Proklamasi, Jalan Merdeka, Jalan Raya Bogor, Jalan M Yusuf, Jalan Juanda, serta sejumlah jalan di kawasan Cimanggis, dan Tapos.

“Kategori pohon yang rawan tumbang bukan yang batangnya berdiameter jumbo atau lebih dari satu meter saja. Namun, dilihat dari kelayakan dan kesehatannya. Jadi ada alat deteksi untuk menentukan apakah sebuah pohon masih layak dipertahankan atau tidak,” ujarnya. (rd)

 

Jurnalis : Tim Radar Depok

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

YPI Al Muhtadin gelar kompetisi olahraga

Jelang Milad, YPI Al Muhtadin Gelar Kompetisi Olahraga

SIMBOLIS : Ketua YPI Al Muhtadin, Saefudin Zuhri secara simbolis menendang bola sebagai tanda dimulainya

Read More...
Lazfest 2020 selesai 1

Lazfest 2020 Ditutup dengan “Mengepak Sayap”

PENAMPILAN : Siswa kelas XI menampilkan musikalisasi puisi dalam acara penutupan Lazfest 2020, Sabtu (22/02).

Read More...
posyandu pondok petir terbanyak

Pondok Petir Jadi yang Terbanyak Memiliki Posyandu

RESMIKAN : Prosesi pengguntingan pita yang dilakukan Walikota Kota Depok, Mohammad Idris pada presmian Posyandu

Read More...

Mobile Sliding Menu