Lahan Underpass Dewi Sartika Segera Dibebaskan

In Metropolis
underpass jalan dewi sartika
RENCANA PEMBANGUNAN UNDERPASS : Anggota Satlantas Polrestro Depok mengatur arus lalu lintas di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Pacoranmas. Pemerintah Kota Depok dan pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana akan membangun underpass di kawasan tersebut. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kemacetan yang terjadi di Jalan Dewi Sartika kian hari semakin membeludak. Terlebih jika memasuki akhir pekan, jalanan tersebut dipenuhi puluhan bahkan ratusan kendaraan yang mengular. Kemacetan di sana terjadi lantaran adanya pintu perlintasan kereta yang sangat aktif.

Guna memecahkan persoalan tersebut, Pemerintah Kota Depok menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana membangun underpass di Jalan Dewi Sartika. Untuk merealisasikan rencana tersebut, di bulan Januari ini akan dilakukan pembebasan lahan seluas 5.900 meter persegi di sana.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok, Dudi Mi’raz mengatakan pembangunan underpass Dewi Sartika akan menelan anggaran Rp149.974.895.000.

“Biaya pembebasan lahan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok,“ kata Dudi kepada Radar Depok, Senin (13/1).

Dudi menjelaskan, pihaknya telah melakukan dua kali sosialisasi kepada masyarakat yang terdampak pembangunan underpass dari Jalan Dewi Sartika hingga Jalan Margonda Raya. Sosialisasi ini guna menyamakan persepsi sekaligus menyerap aspirasi warga setempat.

“Alhamdulillah, respon masyarakat sangat baik dan mendukung kami untuk membangun underpass dari Jalan Dewi Sartika hingga Jalan Margonda Raya,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, pembangunan underpass di Jalan Dewi Sartika akan dibagi dua. Pengadaan lahan dilakukan oleh Pemkot Depok, sedangkan pembangunan fisik oleh Pemprov Jawa Barat.

“Pembebasan lahannya sendiri diperkirakan berlangsung dari Januari sampai Juni 2020,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan, pembangunan underpass Dewi Sartika bakal dimulai pada 2020. Awal tahun 2020 pihaknya akan melaksanakan pembebasan lahan.

“Pembebasan lahan oleh PUPR. Fisik underpass nanti Gubernur Jabar yang mengerjakan,” ucap Dadan kepada Radar Depok, beberapa waktu lalu.

Pembebasan lahan akan dilakukan dengan menggandeng Disrumkim Kota Depok. Sebab, anggaran untuk pembebasan lahan menggunakan APBD Kota Depok berada di Disrumkim.

“Kalau underpass sudah jadi, nanti pintu perlintasan kereta di sana akan ditutup,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pertanahan Disrumkim, Usep menuturkan, anggaran untuk pembebasan lahan underpass Dewi Sartika, sudah ada dan siap untuk digunakan awal tahun 2020.

“Dari Tim Angaran Pemerntah Daerah (TAPD) sudah ada anggarannya,” bebernya.

Nantinya anggaran tersebut akan digunakan untuk membebaskan lahan di sekitar Jalan Dewi Sartika dan Jalan Margonda, dengan kapasitas pembebasan lahan kategori sekala kecil. “Lahan yang dibebaskan  berada di kawasan perdagangan jasa di wilayah Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas,” ucapnya.

Dia menyebut, pembebasan akan dilakukan pada bangunan yang ada di depan Transmart Dewi Sartika, hingga di seberang kantor BPJS Kesehatan. Sebelum melaksanakan pembebasan lahan, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi kepada lurah dan camat, serta warga di wilayah underpass.

“Nanti Pemprov Jabar juga akan menjadi narasumber dalam sosialisasi pembebasan lahan,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar : (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

Baznas bantu korban rumah rusak di bojongsari

Baznas Kota Depok Bantu Tiga Rumah Rusak di Bojongsari

BANTUAN : Baznas Kota Depok di dampingi anggota DPRD Kota Depok dan KecBojongsari mengunjungi rumah

Read More...
volcano team buka kelas

Volcano Team Buka Kelas Reguler Plus

LATIHAN : Atlet Taekwondo Volcano team dari Cakra Rajasa Club berfoto bersama sebelum melakukan pemanasan

Read More...
Alumni FMIPA UI

Alumni FMIPA UI Gelar Pertandingan

TANDING : Alumni Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam berfoto bersama menjelang pertandingan melawan tim

Read More...

Mobile Sliding Menu