Kemenag Terima Aduan Korban Travel Bodong

In Metropolis
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Depok, Hasan Basri
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Depok, Hasan Basri.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Belum lama ini Kementerian Agama (Kemenag) merilis sebelas travel umrah yang izin operasionalnya dibekukan alias dicabut, karena tidak melakukan sertifikasi Biro Perjalanan Wisata (BPW).

Terkait hal itu, Kemenag Kota Depok tak menampik terdapat korban umrah dari Kota Depok yang ikut sebelas travel umrah yang sudah dibekukan izin operasionalnya.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Depok, Hasan Basri mengaku, pihaknya telah mendata sejumlah cabang dari travel yang dibekukan.

“Kami sudah mendata, hasilnya di Depok memang tidak ada dari sebelas nama yang diekspose,” ucap Hasan kepada Radar Depok, Selasa (14/1).

Meski begitu lanjut Hasan, Kemenag Depok menerima pengaduan bagi jamaah travel umrah yang ikut kesebelas travel tersebut.

“Di sini tidak ada cabang mereka. Tapi ada sejumlah jamaah asal Depok yang ikut mendaftar di travel tersebut,” ungkap Hasan.

Selanjutnya, Kemenag bakal terus mendata travel di Kota Depok, dengan mengadakan pemutihan bagi para pengelola travel.

“Pemutihan sebagai pendataan ulang, jangan sampai ada nama travel bodong beroperasi di Depok,” tegasnya.

Perlu diketahui, untuk membuka travel umrah hampir sama syaratnya dengan membuat travel pada umumnya. Di antaranya memiliki gedung kantor, punya izin operasional dari Dinas Pariwisata, serta mempunyai sertifikat dari akademi pariwisata.

“Untuk travel umrah, ditambah persetujuan pihak Kemenag Depok, karena menyangkut rukun dan ibadah yang akan dilaksanakan,” terang Hasan.

Terpisah, Direktur Operasional PT Azzam Al Baesuni Supandi mengaku, sangat terganggu dengan agen atau travel perjalanan bodong. Karena akan membuat kapok para jamaah. Ia berharap pemerintah mendata kembali dan menutup travel yang tidak mempunyai izin operasional.

“Jika tidak ditertibkan, jamaah juga yang rugi. Karena ini menyangkut hajat orang banyak,” ucap Supandi singkat. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

gantung diri di pancoranmas

Gantung Diri di Pohon Belimbing

AKIBAT DEPRESI : Jasad Jaelani (36), pria yang nekad gantung diri, masih menggantung di pohon,

Read More...
pelatihan guru di sawangan

K3S Sawangan Latihan Bikin Soal US

LATIHAN : Ketua Pelaksana, Amir N memberikan sambutan dalam Pembinaan Teknis Pengembangan dan Penyusunan Soal

Read More...
kebakaran gedung DPR

Ternyata Bukan Kebakaran yang Jadi Penyebab Gedung DPR Berasap

Asap di gedung DPR diduga berasal dari lantai 2.   JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar

Read More...

Mobile Sliding Menu