Cerita Dibalik Insiden Kecelakaan Kader Posyandu Boponter di  Ngarok, Ciater

In Metropolis, Utama
Korban kecelakaan di RSUD Kota Depok
PENANGANAN : Salah seorang korban luka ringan mendapatkan penanganan dari tim kesehatan di RSUD Kota Depok, Minggu (19/1). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SAWANGAN – Minggu (19/1), Rasa syok sambil menahan sakit dirasakan korban kecelakaan rombongan kader Posyandu, Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter), Kecamatan Cipayung, di RSUD Kota Depok. Sebagian korban masih tampak diam usai mengalami kecelakaan di turunan Nagrok, Ciater, usai mengikuti kegiatan di kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu.

Abdul (25) anak ke empat dari Muniroh (52) yang di rawat di RSUD Kota Depok mengatakan, ibunya merupakan Sekretaris RW8 dan anggota Kader Posyandu. Muniroh bersama dua saudaranya yakni Siti Badriah dan Nuraini mengikuti kegiatan tersebut. Muniroh di kenal aktif mengikuti setiap kegiatan Kelurahan dan kader Posyandu.

“Awalnya saya dihubungi teman saya di daerah Subang kalau Bus rombongan dari Depok ada yang mengalami kecelakaan,” ujar Abdul kepada Radar Depok.


Abdul menjelaskan, guna memastikan berita tersebut dia mencoba mencari informasi terkait bus kecelakaan tersebut. Tidak lama dia menerima rekamanan video bahwa bus yang mengalami kecelakaan merupakan rombongan ibunya. Bahkan dalam video tersebut, ibunya tampak sedang duduk di pinggir jalan mengenakan jaket biru dan jilbab hitam.

Abdul mengungkapkan, setelah memastikan bahwa ibunya menjadi korban, Abdul menghubungi temannya yang di Subang untuk membantu penanganan ibunya dan korban lainnya. Pada saat kejadian, ibunya mengalami luka di bagian jari kaki, lutut, dan memar di atas pipi dekat mata. Saat ini, ibunya telah mendapatkan perawatan dan luka dibagian kaki telah di jahit. 

“Alhamdulillah Ibu saya bisa di ajak ngobrol dan sempat bercerita sedikit sebelum kejadian,” terang Abdul.

Abdul menuturkan, sebelum kejadian Ibunya mengatakan bahwa supir bus sempat melakukan pengecekan ban. Namun setelah itu, supir naik kembali dan duduk dibangku belakang kemudi. Namun, setelah 10 menit melakukan pengecekan, bus tidak terkendali dan oleng ke kanan sehingga terjadilah kecelakaan tersebut. Abdul menambahkan, ibunya duduk di bangku dekat supir Bus Pariwisata PO Purnama Sari.

Ditempat yang sama, kesedihan dialami Ahmadi (62) suami dari Suhaebah (50) warga RT2/3. Pada saat kejadian Ahmadi tidak memiliki firasat apapun, namun sekitar pukul 17.30 dia mendapatkan kabar bahwa istrinya menjadi korban kecelakaan tersebut. Mendapatkan infromasi tersebut, Ahmadi segera bergegas untuk melihat lansung kondisi istrinya di RS daerah Subang.

“Sampai sekarang saya belum tidur dan akan mendampingi istri saya,” ujar Ahmadi.

Ahmadi menuturkan, pada saat kejadian istrinya tidak mengetahui secara pasti kronologis tersebut dan istrinya dapat di evakuasi melalui jendela bus oleh masyarakat. Ahmadi mengatakan, istrinya mengalami rasa nyeri dibagian bahu sebelah kanan. Ahmadi menduga, istrinya mengalami benturan keras dari bangku penumpang saat bus oleng ke sebelah kanan jalan. 

“Saya masih menunggu istri yang akan di rontgen untuk mengetahui penyebab rasa nyeri di bahu kanannya,” tutup Ahmadi. (rd)   

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

Ketua DPC Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna

PKS Sindir Pemilihan Wakil Gubernur Jakarta

Ketua DPC Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Setelah dua tahun jalan sendirian. Gubernur

Read More...
ilustrasi virus korona size kecil

Sehari Tambah 218 Kasus Korona, Jumlah Tertinggi Perharinya

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Hingga Senin (6/4) pukul 12.00 WIB, total ada 2.491 kasus virus Korona

Read More...
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

Ini Harta Wagub DKI, Ahmad Riza Patria yang Ternyata Tidak Punya Hutang

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Ahmad Riza Patria terpilih menjadi Wakil

Read More...

Mobile Sliding Menu