Buang Sampah Sembarangan Denda Rp25 Juta

In Metropolis
BERTEBARAN : Salah satu kebun kosong dijadikan Pembuangan sampah liar, Jalan Mangga, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. FOTO : DICKY/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Bagi warga yang masih membandel membuang sampah sembarangan rasanya harus berpikir ulang. Pasalnya, bagi yang ketahuan buang sampah sembarangan maka akan dikenakan denda Rp25 juta. Hal itu sesuai Perda Nomor 16 Tahun 2012.

Hingga saat ini, Pemkot Depok terus menggenjot penertiban para pelaku pembuang sampah sembarangan.

Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Iyay Gumilar mengaku, sanksi tegas tersebut merupakan wujud nyata penegakan aturan. Beberapa waktu lalu, pihaknya telah menangkap tangan pelaku pembuang sampah di sembarang tempat.

“Tiga bulan lalu, kami menangkap tangan 27 orang yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Mereka telah menjalani sidang tipiring,” ucap Iyay kepada Radar Depok.

Kegiatan tangkap tangan terhadap para pelanggar, juga diakui Iyay dilakukan tidak hanya sekali.

“Kegiatan operasi tangkap tangan pembuang sampah liar ini sudah berkali-kali, biasanya sampah dibuang pada dini hari,”

Iyay menuturkan berdasarkan hasil identifikasi pihaknya kebanyakan para pelaku yang membuang sampah di sembarang tempat itu bukan warga Depok. Namun, disinyalir mereka mengontrak di sekitaran wilayah kota berjuluk seribu belimbing.

“Jadi sistemnya, mereka sambil jalan lalu membuang sampah begitu saja di pinggiran jalan. Sebetulnya kita tidak ada dispensasi kepada pelanggar namun, karena dihukum tipiring di pengadilan nominal denda pun bervariasi. Ada yang hanya Rp200 ribu. Tetapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk masalah sampah ini,” jelasnya.

Selain menegakan Perda, Pemkot Depok juga memaksimalkan pengelolaan sampah dengan menyosialisasikan pemilahan sampah kepada masyarakat sesuai Perda Nomor 5 tahun 2014 perihal pengelolaan sampah. Iyay menegaskan strategi tersebut cukup mujarab, pasalnya kurang lebih 20 persen sampah dapat dimanfaatkan.

“Masyarakat terpantau sudah mulai sadar, mereka memilah sampah organik dibuang ke Unit Pengelolaan Sampah (UPS), sedangkan yang anorganik dibuang ke bank sampah. Sistem ini, sangat bermanfaat kita dapat mengurangi beban sampah rumah tangga sekitar 20 persen per harinya,” tegasnya.

Selanjutnya Iyay menerangkan dalam sehari 1.300 ton sampah rumah tangga dihasilkan oleh warga Depok, namun karena pengelolaan sampah hanya 900 ton yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA Cipayung), selebihnya masuk ke bank sampah dan UPS.

“Di Kota Depok, UPS ini ada 30 sedangkan bank sampah ada 300-an,” tukasnya. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

fasilitas alun-alun belum tertata

Tahun Depan Alun-Alun Depok Dibatasi

SAMBUTAN : Kepala DLHK Kota Depok Ety Suryahati saat memberikan sambutan kegiatan Peringatan Hari Peduli

Read More...
komunitas mural depok 3

Komunitas Mural Depok : Setiap Gambar Berestetika dan Memiliki Makna (3-Habis)

KREATIF : Anggota komunitas Mural Depok sedang menggambar sosok seorang perempuan. FOTO : ISTIMEWA   Komunitas Mural

Read More...
Transportasi berbaris rel

Transportasi Berbasis Rel Terealisasi 2022

CINDERAMATA : Kepala Dishub Kota Depok, Dadang Wihana memberikan plakat kepada Direktur Prasarana  BPTJ Edi

Read More...

Mobile Sliding Menu