27 Pembuang Sampah Liar Kena Tipiring

In Metropolis
pembuang sampah kena tipiring
MEMBANDEL : Warga melintas didekat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di kawasan Jalan Kemiri Muka, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji. Walaupun sudah ada papan pemberitahuan dilarang membuang sampah di tempat tersebut, masih ada saja orang tak bertanggung jawab membuang sampah sembarangan. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok terus meningkatkan pengawasan terhadap aksi pembuangan sampah liar di seluruh wilayah Depok.

Dalam pengawasannya, DLHK menurunkan Satgas yang dapat bertindak tegas jika menemukan adanya pelaku pembuangan sampah liar.

Kepala DLHK Kota Depok, Etty Suryahati menuturkan, pihaknya rutin melakukan pemantauan sejumlah titik lokasi pembuangan sampah liar. Pemantauan tersebut dilakukan guna mencegah timbulnya aksi pembuangan sampah secara sembarangan yang dapat merusak kebersihan dan estetika lingkungan.

“Beberapa waktu lalu, kami menangkap 27 orang yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Mereka telah menjalani sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring),” ujar Etty, beberapa waktu lalu.

Rata–rata tempat yang dijadikan pembuangan sampah liar adalah pinggir kali. Sebab, pihaknya sudah menemukan puluhan lokasi pembuangan sampah liar di bantaran kali di Depok. Selain itu, jalan utama serta underpass yang jarang dilintasi warga.

Seperti di Jalan Gas Alam Sukatani, Jalan Pekapuran, Jalan Raya Tapos, Jalan Jambore dan sepanjang Jalan Raya Bogor juga tidak luput dari aksi tangan–tangan tidak bertanggung jawab yang membuang sampahnya ke sana.

“Kita juga menemukan sampah berserakan di Jalan Raya Citayam, Margonda Raya, Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Bungur Beji, Jalan Raya Cilodong, Jembatan Panus, Jembatan Akses UI, Jembatan GDC, Setu Rawa Kalong, Makam Limo, Bojongsari Lama dan lokasi-lokasi lain se-Kota Depok,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan DLHK, Iyay Gumilar mengatakan, rata-rata pembuang sampah liar tercatat bukan warga Depok. Dia menduga, mereka adalah warga pendatang yang tinggal di sekitar wilayah Kota Depok.

“Jadi sistemnya, mereka sambil jalan lalu membuang sampah begitu saja di pinggiran jalan. Untuk sidang tipiring di pengadilan, nominal denda pun bervariasi. Biasanya ratusan ribu. Mudah-mudahan dengan hukuman ini bisa memberikan efek jera,” singkat Iyay. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

rekrutmen PPS diperpanjang

Rekrutmen PPS Diperpanjang Sampai 27 Februari

SUPERVISI : Komisioner KPU RI, Ilham Saputra didampingi Jajaran Komisioner KPU dan Bawaslu Jabar serta

Read More...
rumah rusak kena angin puting beliung

Kerugian Akibat Angin Puting Beliung di Cimpeun Capai Rp 300 Juta

RUSAK PARAH : Tampak terlihat atap rumah yang rusak akibat angin puting beliung di Kelurahan

Read More...
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, M Faizin

Penanganan Banjir Harus Terkoordinasi

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, M Faizin.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Banjir masih menjadi momok di

Read More...

Mobile Sliding Menu