Komunitas Kampung Crafter : Rutin Pertemuan, Ajak RT dan RW Dalam Giat

In Satelit Depok
kreatif kampng crafter
KREATIF : Komunitas Kampung Crafter memamerkan hasil kerajinan tangannya, yakni bross, tas dan lain-lain, Senin (2/12). FOTO : CHRISTINE/RADAR DEPOK

 

Langit nampak biru pagi itu, mentari menerobos jari jemari dedaunan singkong yang ada di sekeliling rumah di RT02/RW15 Kelurahan Pancoranmas. Di tempat itulah komunitas Kampung Crafter sering berkumpul.

Laporan: Christine Natalia Hermawan

RADARDEPOK.COM – Komunitas yang menamakan diri Kampung Crafter berdiri sejak 2017 dari program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera alias P2WKSS.

Mulai dari pelatihan tersebut, komunitas ini menyadari bahwa salah satu kelebihan mereka adalah segala hal yang berhubungan dengan Craft atau kerajinan tangan.

“Kami mengikuti kegiatan pelatihan, dan menyadari bahasa kelebihan kami itu adalah kerajinan tangan. Contohnya saya jago menbuat bross,” tutur Sekretaris Komunitas Kampung Crafter, Sri Mulyani.

Berjalan dua tahun, komunitas ini sudah memiliki 25 anggota. Aktif yang setiap bulannya mengadakan pertemuan. Bukan semata mata silaturahmi saja, tapi juga berbagi ilmu mengenai kerajinan tangan satu sama lain. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Kampung Crafter, Lia Marliana.

“Setiap orang di Komunitas memiliki Brandnya sendiri. Misalnya saya dengan brand Sirili Craft. produknya berupa ikat rambut berbahan kain perca. Teman saya ada yang bross, tas  dan lain sebagainya,” tutur Lia.

Menurutnya, masih minimnya antusiasme masyarakat menjadi kendala bagi Komunitas kreatif tersebut.

“Akhirnya setiap ada pesanan partai besar, kami mengerjakan bersama sama karena kami komunitas yg saling bersinergi satu sama lain,” tutur Lia.

Guna menyosialisasikan kampung crafter, berbagai cara dilakukan. Mulai dari seminar, perkumpulan yang mengundang RT dan RW. Bersyukur dari kegiatan tersebut sedikit demi sedikit menambah anggota.

Bendahara Kampung Crafter, Nurchasanah  berharap, semua RT di RW15 mau mengikuti komunitasnya. Selai menjalin solidaritas, baginya salah satu bentuk melatih kreatifitas.

“Kami saling belajar satu sama lain, kita bisa melatih kreatifitas misalnya mengolah limbah jadi barang bermaafaat,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

ustad beben meninggal

GDC Belum Melayat Ustad Beben

IKHLAS : Orang tua Almarhum Beben, Dedeh Rosdinah saat berbincang dengan kerabatnya di Perum Griya

Read More...
Cabor Faji Kota Depok berprestasi

Mengenal FAJI Depok : Raih Emas di Porda dan Kejurnas (2)

JUARA : Atlet FAJI Depok berfoto bersama saat memenangi Kejurnas FAJI di Tasikmalaya. FOTO :

Read More...
pensi bulan bahasa di SMPN 16 Depok

Pensi Bulan Bahasa di SMPN 16 Depok

PEMBUKAAN : Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin saat membuka kegiatan pentas seni

Read More...

Mobile Sliding Menu