Irfan Suryanagara Perjuangkan Pendidikan Depok

In Politika
Reses irfan suryanegara pendidikan
DIALOG : Anggota DPRD Jabar, Irfan Suryanagara saat menjawab pertanyaan warga dalam Reses di RT04/07 Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan, Rabu (4/12). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Anggota DPRD Jawa Barat, Irfan Suryanagara berkomitmen untuk memperjuangkan pendidikan bermutu di Kota Depok. Hal tersebut diungkapkan saat reses di RT04/07 Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan, Rabu (4/12).

“Saya fokus menyoroti dan memperjuangkan pendidikan, sejak kewenangan SMA dilimpahkan ke provinsi, saya baru tahu kalau ada beberapa SMA dan SMK Negeri di Depok yang masih menumpang di gedung SD,” kata Irfan.

Akhirnya, sejak dua tahun lalu, ia memperjuangkan untuk membangunkan gedung sekolah baru di Kota Depok dan beberapa sudah terealisasi. Bahkan, di 2020 pun ada anggaran untuk pembangunan gedung SMAN 14 dan SMKN 4.

“Saya ingin membuat SMA sampai 30, agar sistem zonasi yang dibuat provinsi bisa menampung anak bangsa untuk bersekolah. Kalau sekitar 25 hingga 30 sekolah, saya yakin itu mencukupi, karena banyak swasta juga di sini,” papar Irfan.

Yang membuat ia bersyukur, di tahun ajaran baru atau per Juli 2020, ada bantuan untuk siswa SMA Negeri Rp150 ribu per bulan dan SMK Negeri Rp180 ribu per bulan. Bahkan, untuk anak tidak mampu yang tidak masuk negeri pun akan dibantu.

“Yang menggunakan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) satu anak Rp500 ribu per tahun, dari provinsi akan membantu biaya masuknya senilai Rp2 juta. Jumlah segitu kami sudah melakukan perundingan dengan yayasan, paling mahal Rp2 juta, kecuali sekolah mandiri,” ujarnya.

Jadi, sambung Ketua DPD Partai Demokrat Jabar ini, jika diakumulisi, bantuan pusat dan provinsi Rp4 juta per tahun, sementara iuran untuk satu anak Rp5 juta per tahun.

“Artinya negara baru hadir atau baru bisa Rp4 juta, sesuai kemampuannya sekarang. Untuk SMA masih kurang Rp1 juta dan SMK Rp2,5 juta. Jadi, masih ada negeri suka meminta iuran. Sebab, kalau saat ini jika ada yang mengatakan ada sekolah gratis, itu bohong. APBD Jabar itu terbesar kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta, tapi baru sampai di sana membantunya,” ucap Irfan.

Terakhir, ia pun memberikan empat pertanyaan yang selalu ia lontarkan tiap melakukan reses di daerah. Irfan pun meminta kaum hawa yang menjawabnya. Sebab, ia menilai mereka lebih peka dan dekat terkait itu.

“Pertama, di kampong ibu, pengangguran semakin tinggi apa turun, penghasilan makin naik apa turun, ketiga kemiskinan bagaimana dan keempat terkait keamanan. Silahkan jawab. Jadi, berhemat dan bersabar dengan kondisi sekarang,” tutupnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

pasangan mesum kegep di depok

20 Pasangan Mesum Kegep di Depok

DIBINA : Puluhan yang terjaring razia Satpol PP di bawa ke kantor Satpo PP Kota

Read More...
Korban kecelakaan di RSUD Kota Depok

Cerita Dibalik Insiden Kecelakaan Kader Posyandu Boponter di  Ngarok, Ciater

PENANGANAN : Salah seorang korban luka ringan mendapatkan penanganan dari tim kesehatan di RSUD Kota

Read More...
Konfrensi pers RSUD Depok

RSUD Kota Depok Tangani 13 Korban Luka Ringan

BERIKAN PENJELASAN : Dirut RSUD Kota Depok,  Devi Mayori melakukan konferensi pers terkait pasien luka

Read More...

Mobile Sliding Menu