Disnaker Investigasi RS Harapan

In Metropolis
Disnaker pantau Rumah Sakit Harapan
DIDUGA BERMASALAH : Tampak terlihat Rumah Sakit Harapan di kawasan Jalan Pemuda, Kecamatan Pancoranmas. Puluhan karyawan rumah sakit tersebut sampai saat ini diduga belum diberi gaji. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Disaat Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota, namun masih ada gaji karyawan di RS Harapan yang belum dibayar.

Menyikapi hal tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok, Manto Jorgi mengatakan, pihaknya akan menginvestigasi permasalahan yang ada di RS Harapan Depok.

Kita lihat dulu permasalahannya, apakah sebelumnya antara pekerja dengan pihak RS melakukan perundingan dan hasilnya seperti apa,” tukas Manto kepada Radar Depok.

Manto menegaskan, jika benar-benar sengaja tidak membayar gaji kepada karyawan dan upahnya di bawah UMR, maka akan ditindak.

Sementara terkait SK Gubernur Jabar sebagai langkah awal, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi UMK 2020 sesuai dengan SK Gubernur Jabar. “Kami akan sosialisasikan SK Gubernur Jabar,” tukas Manto.

Sebelumnya, sebagai rumah sakit pertama di Kota Depok, RS Harapan ternyata menyimpan kisah pilu hingga karyawannya belum gajian. Peristiwa tersebut menurut para karyawan sering terjadi, sehingga karyawan harus pinjam sana-sini sebelum mendapatkan gaji.

Bahkan sempat beredar mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Dr Arthur Ferdinand. Dan menuntut agar Dr Ferdinan segera melakukan audit keuangan secara eksternal yang dilakukan pihak ketiga.

Salah satu karyawan RS Harapan, Oscar Leander mengaku pembayaran gajinya sempat tersendat pada bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. “Tapi itu sudah dibayar sekaligus, tinggal November dan Desember yang belum,” kata Oscar.

Dia berharap agar RS Harapan tidak menunda-nunda gaji karyawan lagi, karena dirinya bingung jika tidak gajian.

“Saya rumah ngontrak, masa harus pinjam sana-sini, padahal saya juga punya hak di Rumah Sakit,” kata Oscar Leander.

Sementara itu, salah satu dokter yang namanya tidak mau dikorankan, mengaku bahwa dirinya hingga saat ini belum dibayar gaji pada bulan Oktober. Ia hanya diberikan surat edaran karena keterlambatan gaji dari pihak rumah sakit. “Gaji saya bulan oktober belum dibayar,” katanya. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

renovasi rumah cagar budaya KOOD Tapos

KOOD Tapos Akan Renovasi Situs Budaya

AGENDA : Rumah yang akan direnovasi oleh KOOD Kecamatan Tapos dan akan menjadikannya sebagai cagar

Read More...
artikel FKM UI pengmas

Pengembangan Sistem Database Online Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja UMKM di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup

  Oleh : Mahasiswa Departemen K3 FKM UI Research Assistant  Department Occupational Health and Safety Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SESUAI dengan renstra Universitas

Read More...
Artikel desa tarikolot pengmas ui

Mahasiswa FKM UI Kembangkan SiUMKM Berbasis Data untuk UMKM di Kecamatan Citeureup

  Oleh : Muhammad Fitrah Habibullah Undergraduate Student of Occupational Health and Safety Major Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SEBAGAI salah satu perwujudan

Read More...

Mobile Sliding Menu