Depok Tak Terapkan KK-el

In Metropolis
KK elektronik depok
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pesan berantai yang berisi imbauan agar warga DKI Jakarta segera mengganti Kartu Keluarga (KK) lamanya dengan yang baru, beredar di sejumlah grup percakapan WhatsApp. Bahkan disebutkan KK akan diganti dengan KK Elektronik (KK-el).

Pada pesan itu juga tertulis mulai 1 Januari 2020 wajib melakukan penggantian KK ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Pemohon juga diwajibkan membawa KK lama saat melakukan perubahan.

Terkait hal itu, Sekretaris Disdukcapil Kota Depok, Henry Mahawan menepis kabar tersebut. Bahkan ia menegaskan, di Kota Depok saat ini belum ada program KK-el.

“Di Depok nggak berlaku KK-el. KK warga sudah ditandatangani secara elektronik, tidak perlu lagi diurus ke Disdukcapil,” ungkap Henry kepada Radar Depok.

Selain itu lanjut Henry, warga hanya perlu datang ke kelurahan untuk ganti KK menjadi KK yang ditandatangani secara elektronik.

Hal tersebut merupakan upaya Disdukcapil dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warganya tanpa harus mempersulit warganya.

“Sekarang itu pelayanan KK, KTP, hingga Akta Kelahiran dan Kematian bisa diurus ke kelurahan masing–masing, prosesnya cepat,” tegas Henry.

Terpisah, Disdukcapil DKI Jakarta mengklarifikasi informasi tersebut melalui akun Twitter resminya, @dukcapiljakarta.

Dinas Dukcapil Jakarta menyatakan, tidak pernah mengeluarkan informasi mengenai kewajiban mengganti KK lama dengan KK elektronik (KK-el). Saat ini, memang telah berlaku KK format baru di mana, untuk status perkawinan, dibagi menjadi dua kategori, yakni kawin tercatat dan kawin tidak tercatat.

Selain itu, dalam KK format baru, pejabat penandatangannya sudah memakai sistem barcode. Namun, Dinas Dukcapil Jakarta menyatakan bahwa mereka tidak mewajibkan warga Jakarta mengganti KK lamanya dengan tenggat waktu seperti yang disebutkan dalam pesan berantai di atas.

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Dukcapil Jakarta, Dhany Sukma. Dia menjelaskan bahwa informasi dalam pesan berantai itu tidak sepenuhnya salah. Imbauan untuk segera memutakhirkan data memang terus didorong pemerintah, terutama input data status pernikahan, golongan darah, dan susunan anggota keluarga.

Namun, informasi yang keliru dalam pesan berantai itu adalah informasi di mana pemutakhiran data KK berbatas waktu.

“Kami luruskan, terkait informasi di media sosial yang mengatakan bahwa batas waktunya 31 Desember 2019, adalah tidak benar,” kata Dhany kepada wartawan.

Seluruh warga Jakarta, menurut Dhany, bisa melakukan pemutakhiran data kependudukan di kelurahan di seluruh Jakarta, melalui petugas Dukcapil, atau mendaftar via aplikasi Alpukat Betawi.

“Untuk informasi lebih lengkap, bisa langsung kunjungi website atau sosial media Dukcapil,” pungkasnya. (rd/net)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

banjir kelurahan gandul rumah jebol

69 KK Kebanjiran di Gandul, Pemkot Depok Cepat Tanggap

JEBOL : Rumah milik Jayadi di Jalan H Usman  Gang Tirta RT13/5 Kelurahan Gandul, Cinere

Read More...
XL Axiata gelar donor darah

XL Axiata Gelar Donor Darah

BERBAGI : Kegiatan Donor Darah di XL Axiata Tower, Jakarta Selatan pada Senin (27/1). XL

Read More...
Ketua Fokla Depok Retno Wijayanti

Fokla Depok : Pengaruh Teman Lebih Dominan Saat Dewasa

Ketua Fokla Depok Retno Wijayanti.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Adanya kasus penculikan anak dibawah umur asal Kota

Read More...

Mobile Sliding Menu