Bang IT : Maksimalkan Penanganan Hepatisis A

In Politika
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Imam Turidi.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menangani Kejadian Luar Biasa (KLB) penularan virus Hepatitis A, instansi terkait di Pemerintah Kota Depok perlu penanganan responsif serta  sosialisasi massif.

Seperti yang disampaikan Anggota DPRD Kota Depok, Imam Turidi. Ia menilai respon pemerintah menangani KLB Hepatitis A masih belum maksimal. Sebab, masih ada warga yang mengeluhkan tidak adanya sosialisasi.

“Artinya surat KLB belum dijalankan dengan baik. Bahkan, ada warga yang berobat masih kena biaya dan ditolak RS dengan alasan ruang isolasi belum ada,” kata Imam Turidi saat ditemui Radar Depok di Kecamatan Cilodong.

Seharusnya, sambung Politikus PDI Perjuangan ini, pemerintah memberikan kemudahan fasilitas pengobatan, tidak adanya ruang isolasi pun harusnya bukan alasan dan ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah serta rumah sakit tersebut.

“Harusnya bisa buat ruang isolasi, bukan disarankan pulang ke rumah,” geram Anggota Komisi D DPRD Kota Depok itu.

Ia menegaskan, jangan karena Depok baru menerima penghargaan Kota Sehat, sehingga menjadi bahan pertimbangan untuk menyosialisasikan ke tiap rumah sakit, sekolah dan ke warga perihal KLB tersebut.

“Penanganannya seharusnya bisa lebih maksimal dan massif. Sangat disayangkan jika sampai ada yang beranggapan penangannya lamban,” tegas Bang IT -sapaannya-.

Bang IT menambahkan, pemerintah telah menyampaikan ke dewan telah menjadikan penularan Hepatitis A itu sebagai  KLB. Tapi, nyatanya di lapangan masih banyak warga yang tidak tahu.

“Lalu buat apa surat KLB itu diterbitkan kalau tidak ada tindaklanjut penangannya. Bahkan baru berjalan jika dewan meminta. Harusnya kan tidak perlu didorong dan sudah paham akan kewajibannya,” imbuhnya.

Paling tidak, kata Bang IT, surat itu diedarkan ke seluruh RS, kecamatan, kelurahan dan sekolah-sekolah. Sehingga, semua warga tahu dan tidak ada yang kebingungan ketika mendera keluarga atau kerabatnya.

“Masa penghargaan kesehatan tertinggi sudah didapat tetapi warga banyak mengeluhkan tentang kesehatan untuk keluarganya, ini ironis dan terkesan pencitraan saja mengenai penghargaan,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya (IG : @pebrimulya)

You may also read!

Waspada Bahaya Bahan Tambahan Makanan

  Oleh: Fauzan Solihin Mahasiswa STIKIM Jakarta   HAMPIR semua makanan atau minuman yang ada dijual di pasaran kini banyak mengandung Bahan Tambahan

Read More...
dahlan iskan

Arwana 6 T

  Oleh: Dahlan Iskan   ORANG pun mencibir: beli ikan arwana kok sampai Rp6 triliun.  Saya tidak akan menyalahkan arwana. Juga tidak

Read More...
Ketua LSM Kapok, Kasno

Elektabilitas Masih Tinggi

Ketua LSM Kapok, Kasno   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Rilis DPD PKS Kota Depok yang mengerucutkan tiga kader

Read More...

Mobile Sliding Menu