Atlet Karate Depok Bawa Pulang Medali Perak

In Depok Sport, olahraga
atlet karate depok raih medali perak
PERTANDINGAN : 3 atlet karate Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki), Leo Ronaldo, Rahmad Darmawan, dan Richo Jonathan melakukan kata dalam pertandingan kategori Kata Team Male Senior di Titiwangsa Indoor Stadium-, Kuala Lumpur, Malaysia. FOTO : HARUM WIGARINGTYAS / RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tiga atlet Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kota Depok mengikuti International Open Karate Championship “KL Mayor’s Cup” yang digelar pada 29 November hingga 1 Desember 2019 berlokasi di Titiwangsa Indoor Stadium, Kuala Lumpur, Malaysia. Kejuaraan ini diikuti oleh peserta yang terdiri lebih dari 10 negara salah satunya adalah Indonesia.

Forki Kota Depok diundang untuk mengikuti kejuaraan tersebut. 3 atlet karate dikirimkan untuk mengikuti kejuaraan ini dan berhasil memenangkan 2 kategori pertandingan, yaitu kategori regu dan perorangan. Untuk kategori beregu atlet karate Forki berhasil membawa pulang medali Perak.

Atlet karate dari Forki, Leo Ronaldo mengatakan jika atlet yang berangkat ada 3 orang.

“Ada 3 orang yang bertanding beregu, yaitu Leo Ronaldo, Rahmad Darmawan, dan Richo Jonathan. Selain itu, Richo Jonathan juga mengikuti pertandingan perorangan dan menang juara 3,” ujarnya pada Radar Depok.

Dalam pertandingan beregu, menampilkan kata atau jurus dengan beregu atau team male senior yang dinilai dari keserasian bentuk gerakan, ritme atau irama, speed atau kecepatan, dan power atau kekuatan pada penampilan awal.

Setelah penampian kata, di babak final atlet dari Forki Kota Depok menampilkan bunkai selama 5 menit. Bunkai adalah pengaplikasian kata yang dimainkan seperti bertarung melawan musuh. Di final, Leo dan kawan-kawan berhadapan dengan Malaysia. Sayangnya Malaysia berhasil merebut medali emas, Indonesia dengan medali perak, dan juara ketiga diraih bersama antara Malaysia dengan Sri Lanka.

Leo menuturkan, jika selama persiapan pertandingan tidak ada kendala yang berarti. Ia melakukan latihan rutin seminggu 6 kali, dari Senin hingga Sabtu.

“Untuk Senin sampai Jumat latihan teknik, Sabtu simulasi untuk pertandingan,”

Leo menambahkan, jika banyak suka duka yang ia dan teman-teman atlet rasakan.

“Banyak suka dukanya, bisa menambah pengalaman bisa bertanding di luar negeri, menambah jam terbang, dan melihat potensi lawan. Dukanya kangen sama keluarga yang paling terasa, ditambah kangen sama makanan Indonesia karena makanan di sana beda rasanya,” tegasnya.

Ia berharap kedepannya bisa lebih maksimal dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya.

“Karena kemarin baru pertama kali bertanding di luar negeri jadi performa belum begitu baik. Semoga dipertandingan kedepannya bisa lebih baik untuk tampil di dalam maupun luar negeri,” pungkas Leo. (rd)

 

Jurnalis : Harum Wigaringtyas

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Rama Pratama

Senekat Apa Rama Pratama?

BERI PEMAPARAN : Rama Pratama memberikan pemaparan terkait visi dan misinya dalam pencalonan dirinya menjadi

Read More...
Maulid Nabi Muhammad SAW SMP dan SMA Bintara

SMP dan SMA Bintara Kuatkan Karakter Religi

KEAGAMAAN : Ustad Abdul Kaafi sedang memberikan tausiah dihadapan siswa-siswa SMP dan SMA Bintara dalam

Read More...
Ilustrasi pencabulan

Tukang Es Krim di Depok Cabuli Anak di Bawah Umur

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Seorang tukang eskrim keliling bernama Karondo diringkus Unit VI PPA Polres Metro

Read More...

Mobile Sliding Menu