UU 10 Tahun 2016 Direvisi, Pilkada Berkualitas

In Politika
Ketua Harian DPW PAN Jawa Barat, HM. Hasbullah Rahmad.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Guna menghadirkan calon-calon kepala daerah yang berkualitas dan sarat pengalaman. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 dinilai perlu revisi. Salah satu poinnya, ASN, TNI/Polri, dan anggota dewan yang maju di pemilihan kepala daerah, harus mengundurkan diri dari jabatannya.

Ketua Harian DPW PAN Jawa Barat, HM. Hasbullah Rahmad tak menampik bila Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 memang mesti direvisi. Yang tadinya harus mundur dari jabatan, kini hanya perlu cuti.

“Karena ini penting untuk bagaimana menghadirkan calon kepala daerah yang berkualitas. Jika tidak, nantinya hanya ada artis dan pengusaha saja calonnya,” kata Hasbullah kepada Radar Depok, Selasa (12/11).

Ketua Badan Kehormatan DPRD Jawa Barat ini menjelaskan, hal tersebut menjadi krusial. Sebab, dari ratusan kepala daerah di Indonesia, yang menonjol hanya segelintir, seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Risma Tri maharini, Bima Arya, Basuki Tjahaja Purnama, dan Ganjar Pranowo. dan lainnya.

“Itu masih bisa dihitung dengan jari, padahal kepala daerah ini kan ratusan. Tidak mungkin dong kita menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada kepala daerah atau wakilnya yang minim akan pengalaman dan kualitas,” ujar Bang Has, sapaannya.

Agar tidak demikian, sambung Bang Has, maka dibuka penjaringan kesempatan kepada beberapa pihak, dalam hal ini ASN, TNI/Polri dan anggota dewan yang memiliki kualitas. Menurutnya, mereka berhak mencalonkan dan jika tak terpilih, bisa kembali lagi ke posisi semula. Tidak mengorbankan karirnya.

“Ini dalam rangka mengabdi kepada bangsa dan negara, kecuali jika dinyatakan menang dan ditetapkan KPU, maka kita harus mundur. Sekarang kan tidak, jika mau maju, harus mundur dulu dari jabatan saat ini, ya kalau menang, kalau kalah kan selesai,” sambungnya.

Untuk itu, ia berharap, UU tersebut segera direvisi dan dewan-dewan yang akan maju tidak mundur serta hanya cuti saja. Dan, tentunya akan banyak calon-calon kepala daerah yang mendaftar dengan membawa pengalaman dan kualitasnya.

“Politik kan tidak ada yang tidak mungkin, bisa saja saya maju, tapi kita harus berhitung, secara elektabilitas di Depok kan ada dua yang tertinggi, selain pak Wali, ada juga Bang Pradi. Ini kan objektif harus melihat survei. Selebihnya, mungkin posisinya di wakil,” paparnya.

Ia menambahkan, DPW PAN Jawa Barat sudah membentuk tim Pemenangan Pilkada. Karena di Bumi Pasundan ada delapan daerah yang akan menggelar Pilkada, terdiri dari tujuh kabupaten dan satu kota. Yakni Kabupaten Bandung, Cianjur, Sukabumi, Karawang, Indramayu, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Kota Depok.

“Saat ini DPD PAN Kota Depok juga membentuk tim pemenangan Pilkada. Setelah itu, DPD PAN Kota Depok bersama Tim Pemenangan Pilkada membangun komunikasi politik dengan beberapa partai guna merumuskan proses koalisi partai atau koalisi kandidat,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

renovasi rumah cagar budaya KOOD Tapos

KOOD Tapos Akan Renovasi Situs Budaya

AGENDA : Rumah yang akan direnovasi oleh KOOD Kecamatan Tapos dan akan menjadikannya sebagai cagar

Read More...
artikel FKM UI pengmas

Pengembangan Sistem Database Online Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja UMKM di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup

  Oleh : Mahasiswa Departemen K3 FKM UI Research Assistant  Department Occupational Health and Safety Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SESUAI dengan renstra Universitas

Read More...
Artikel desa tarikolot pengmas ui

Mahasiswa FKM UI Kembangkan SiUMKM Berbasis Data untuk UMKM di Kecamatan Citeureup

  Oleh : Muhammad Fitrah Habibullah Undergraduate Student of Occupational Health and Safety Major Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SEBAGAI salah satu perwujudan

Read More...

Mobile Sliding Menu