Sekolah Alunan Ilmu Kota Depok : Yang Mampu Tidak Diikustertakan, Pemalu Didorong Maju

In Pendidikan
SIBUK : Situasi belajar di TK Alunan Ilmu di Jalan Banjaran Pucung,  Gang Swadaya Cilangkap, Kecamatan Tapos. FOTO : CHRISTINE/ RADAR DEPOK

 

Sekolah Alunan Ilmu terdiri atas Taman Kanak-kanak (TK),  Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Pendidikan Anak Usia Din (PAUD). Walaupun berdiri dipinggiran Kota Depok dan Baru terhitung dua tahun sejak didirikan, tetapi Paud Alunan Imu mencanangkan konsep belajar yang unik di dalam pembelajarannya.

Laporan : Christine

RADARDEPOK.COM – Tidak hanya memperhatikan tumbuh kembang anak didiknya, sekolah di Jalan Banjaran Pucung,  Gang Swadaya Cilangkap, Kecamatan Tapos juga peduli terhadap pembentukan karakter. TK Alunan ilmu meyakini, pembentukan karakter, akan lebih baik dilakukan saat masa kanak-kanak. Dan akan menjadi cikal bakal karakter saat anak dewasa nantinya.

Salah satunya, sekolah tidak mengikutsertakan lomba yang sudah mampu. Tetapi sebaliknya, sekolah mengikutsertakana anak didik yang masih malu dan belum berani. Alasan, tersebut  diungkapkan Kepala TK Alunan Ilmu, Liski Safelia.

“Saat anak tersebut sudah bisa dan mampu, secara otomatis sekolah akan mengadalkan  anak yang bisa saja.  Justru, kami mengedepankan anak pemalu,  dan yang belum berani mengeksplor talentanya sendiri. Itu tugas kami mendorongnya agar lebih berani melangkah,” ujar perempuan berusia 30 tahun ini.

Liski menambahkan, ketika sekolah medorong anak yang pemalu untuk berkompetisi,  tidak hanya mental berani yang dibuat. Tetapi rasa dihargai dan peduli, yang dapat dirasakan oleh setiap individu.  Sehingga tidak hanya modal bisa membaca saja,  setiap anak di sekolah memiliki mental yang siap masuk jenjang sekolah dasar.

Disiplin dan kemandirian, juga merupkan nilai yang ditanam sekolah. Pukul 7:30 WIB, pintu gerbang sudah harus ditutup rapat, dan sekolah harus steril dari  orang tua. Dalam setiap kegiatan keluar kelas pun, Sekolah Alunan Ilmu, tidak mengikutsertakan orangtua. Hanya guru-guru dan murid.

“Contohnya kegiatan berenang beberapa hari yang lalu. Hasilnya semua anak senang, mereka mampu mengurus diri sediri setelah kegiatan berenang selesai. Mandi dengan bersih, walupun begitu setiap anak diawasi keamanannya,” ucap Liski.

Sekolah sudah mengantongi izin dari setiap orang tua murid, agar dengan iklas anaknya mau diajarkan  mengenai kemandirian dan nilai lainnya. Beberapa bulan sekali, sekolah memberikan kegitan parenting, untuk dapat meningkatkan pengetahuan orangtua mengenai anak.

Disamping semua nilai yang ditanam tersebut, sekolah hanya menginginkan anak didiknya menjadi pibadi yang memiliki mental yang kuat.

“Waktu saya mengkonsep sekolah ini, saya ingin memiliki sekolah yang terjangkau, tapi tidak murahan. Bagi saya, sebuah talenta bila tidak dikomunikasikan,  hal tersebut akan jadi sia-sia. Untuk itu saya ingin anak tersebut memiliki bekal, yaitu mental berani, disiplin dan mandiri,” ungkapnya.(*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

renovasi rumah cagar budaya KOOD Tapos

KOOD Tapos Akan Renovasi Situs Budaya

AGENDA : Rumah yang akan direnovasi oleh KOOD Kecamatan Tapos dan akan menjadikannya sebagai cagar

Read More...
artikel FKM UI pengmas

Pengembangan Sistem Database Online Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja UMKM di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup

  Oleh : Mahasiswa Departemen K3 FKM UI Research Assistant  Department Occupational Health and Safety Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SESUAI dengan renstra Universitas

Read More...
Artikel desa tarikolot pengmas ui

Mahasiswa FKM UI Kembangkan SiUMKM Berbasis Data untuk UMKM di Kecamatan Citeureup

  Oleh : Muhammad Fitrah Habibullah Undergraduate Student of Occupational Health and Safety Major Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SEBAGAI salah satu perwujudan

Read More...

Mobile Sliding Menu