Rehab Kelurahan Limo Buruk 

In Metropolis
MARAH : Tokoh masyarakat, Kelurahan Limo, Abdul Karim bahkan mengamuk dengan mandor proyek rehab Kelurahan Limo, Kamis (14/11). FOTO : INDRA/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Hasil rehab Kelurahan Limo di Jalan H Koman Muin RW4 Kelurahan/Kecamatan Limo, dinilai mengecewakan. Pembagungan yang menelan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Depok Rp500 jutaan itu, tidak sesuai yang diharapkan.

Tokoh masyarakat, Kelurahan Limo, Abdul Karim bahkan mengamuk dengan mandor proyek, saat melihat hasil pekerjaan renovasi kantor kelurahan yang menyerap anggaran setengah miliar.

“Ini apa-apaan, liat, plesteran tembok enggak rata tapi sudah dicat, dan pekerjaan seperti ini enggak bisa ditambal. Karena kondisi tembok sudah kering dan dicat, saya bingung mengapa  hasil pekerjaan rehab kelurahan ini kok seperti kerjaan anak anak, enggak ada yang rapih,” ujar Abdul Karim.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, (LPM) Kelurahan Limo,  Abdul Hamid mengaku, sangat kecewa dengan hasil pekerjaan renovasi Kelurahan Limo. Menurutnya sangat buruk dan jauh dari harapan. Dari beberapa item bangunan yang dikerjakan, hampir semuanya bermasalah dan tidak sesuai standar.

“Lihat saja, banyak retak dibagian tembok yang sudah dicat, belum lagi antara kusen dan tembok ada yang masih bolong tidak terisi coran, dan tembok sangat kasar seperti tidak di haluskan dan langsung di cat,” beber Abdul Hamid kepada Radar Depok, Kamis (14/11).

Tak hanya itu, pemasangan keramik pondasinya tidak padat sehingga dibagian bawah kopong. Dinas penyelenggara proyek renovasi kantor kelurahan harus lihat sendiri.

Tidak hanya Ketua LPM dan tokoh masyarakat, ketua lingkungan dilingkup Kelurahan Limo juga mengaku, heran mengapa kontraktor seperti ini dipercaya mengerjakan perbaikan kantor kelurahan.

Ketua RW3, Kelurahan Limo, Purwanto mendesak, agar Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disrumkim) segera turun dan memeriksa hasil pekerjaan kontraktor yang menggarap perbaikan Kantor Kelurahan Limo.

“Kami minta orang Dinas turun dan memeriksa hasil pekerjaan dan memberi sanksi kepada kontraktor pelaksana karena hasil pekerjaan sangat buruk dan mengecewakan,” tegas Purwanto.

Ketua Lingkungan sudah sepakat dan memberi tahukan kepada lurah, agar menolak hasil renovasi. Karena kualitasnya sangat buruk, dan kontraktor pelaksana harus bertanggung jawab. (rd)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar  (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

renovasi rumah cagar budaya KOOD Tapos

KOOD Tapos Akan Renovasi Situs Budaya

AGENDA : Rumah yang akan direnovasi oleh KOOD Kecamatan Tapos dan akan menjadikannya sebagai cagar

Read More...
artikel FKM UI pengmas

Pengembangan Sistem Database Online Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja UMKM di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup

  Oleh : Mahasiswa Departemen K3 FKM UI Research Assistant  Department Occupational Health and Safety Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SESUAI dengan renstra Universitas

Read More...
Artikel desa tarikolot pengmas ui

Mahasiswa FKM UI Kembangkan SiUMKM Berbasis Data untuk UMKM di Kecamatan Citeureup

  Oleh : Muhammad Fitrah Habibullah Undergraduate Student of Occupational Health and Safety Major Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SEBAGAI salah satu perwujudan

Read More...

Mobile Sliding Menu