Pemanfaatan APBD Depok Belum Maksimal

In Politika
SILATURAHMI : Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Depok Ikravany Hilman didampingi Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Depok Imam Turidi, dan Ketua Bappilu DPC PDIP Perjuangan Kota Depok Frans Samosir, menerima kunjungan Radar Depok, di Ruang Fraksi PDIP DPRD Kota Depok, Gedung DPRD Kota Depok, Senin (4/11). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Meningkatkan sinergitas dan kemitraan. Harian Radar Depok bersilaturahmi ke Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Depok, Senin (4/11).

Radar Depok yang dipimpin General Manager, Iqbal Muhammad, diterima langsung Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Depok, Ikravany Hilman didampingi Wakil Ketua Fraksi DPRD Kota Depok, Imam Turidi dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDIP Kota Depok, Frans Samosir.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Radar Depok. Sebenarnya, kami memang sudah menjadwalkan untuk ke Kantor Radar Depok, tapi keduluan Radar yang ke sini,” ucap Ikravany seraya disambut tawa seluruh yang hadir di ruangan.

Setelah mengulas beberapa poin terkait strategi partai berlambang Banteng menghadapi Pilkada Depok 2020. Sekretaris DPC PDIP Kota Depok ini pun sedikit mengulas terkait pandangan Fraksi PDIP DPRD Kota Depok dalam Rapat Paripurna dalam rangka Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Raperda tentang APBD Tahun 2020 dan Jawaban Walikota Depok.

Menurutnya, APBD merupakan instrumen untuk memastikan pembangunan kota, bukan hanya sebatas dibiayai. Tetapi, benar-benar dilakukan lewat program yang tepat. Sehingga, memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi rakyat Depok.

“Kemudian, IPM (Indeks Pembangunan Manusia). Depok urutan ketiga kota-kota di Jabar, dengan 80, 29 persen. Setelah Bandung 81,06 persen dan Kota Bekasi 81,04 persen. Namun, ternyata perkembangan IPM Depok selama lima tahun ini hanya 1,71 persen, di bawah rata-rata perkembangan IPM di Jabar 2,50 poin dan kota-kota di Jabar 2,19 persen,” paparnya.

IPM merupakan indikator penting mengukur keberhasilan pembangunan di suatu wilayah dalam meningkatkan kualitas hidup warganya. Dengan demikian, sambung Ikravany, lambannya perkembangan IPM Depok, diartikan lambannya pembangunan yang dilakukan Pemkot Depok.

Selain itu, menurut Kementerian Keuangan RI, kapasitas fiskal keuangan Depok menempati urutan ketiga terbesar di antara kota-kota di Jabar, setelah Bandung dan Kota Bekasi. Hal ini, jauh meningkatkan Kota Banjar yang justru pertumbuhan IPM-nya menempati urutan kedua tertinggi.

Tingginya kemampuan fiskal, di satu sisi dan lambatnya perkembangan IPM di sisi lainnya, bisa disimpulkan Pemkot belum memaksimalkan fungsi APBD sebagai instrumen bagi mensejahterakan rakyat Depok.

“Dari sini kami memandang, masih adanya program yang tidak tepat sasaran, selain itu kelambanan atau gagalnya eksekusi program di lapangan,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Kapolres Depok Kombes Pol Aziz Andriansyah

Perempuan Depok Diculik di Apartemen dan Akan Dijadikan PSK

Kapolres Depok Kombes Pol Aziz Andriansyah.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - SA (15) seorang anak perempuan asal Kota

Read More...
dahlan iskan

Tahun Taiwan

  Oleh: Dahlan Iskan   DI tahun 108 ini Taiwan menyatakan merdeka. Secara tidak langsung. "Tanpa menyatakan merdeka Taiwan sudah merdeka," ujar

Read More...
calon haji depok tes kesehatan

1.708 Calhaj Depok Tes Kesehatan

ILUSTRASI : Keluarga melepas keberangkatan jemaah calon haji Kloter 30 di Halaman Balaikota Depok. FOTO

Read More...

Mobile Sliding Menu