Mudahnya Membangun Rumah Masa Depan  

In Ruang Publik

mimbar jumat ceramah

 

Oleh: K.H. A. Mahfudz Anwar

Ketua MUI Kota Depok

 

SEMUA orang membutuhkan rumah sebagai tempat tinggal. Tempat berteduh dan berlindung dari berbagai gangguan alam. Baik yang masih single apa lagi yang sudah berkeluarga. Perlindungan dari terpaan angin ataupun panasnya terik matahari.

Dan kebutuhan akan rumah merupakan kebutuhan pokok. Itu kebutuhan hidup di dunia (di muka bumi). Apa lagi kebutuhan di bawah bumi. Yakni kebutuhan di alam keabadian. Lebih perioritas bagi semua orang. Muslim maupun non muslim.

Bagi orang muslim kebutuhan akan tempat tinggal di alam akhirat adalah kebutuhan berlindung di dalam surganya Allah swt. Berlindung dari panasnya api neraka ataupun dari berbagai azab yang mengancam. Maka dari itu cita-cita umat Islam adalah ingin meraih ridlanya Allah SWT.

Sebab dengan ridla-Nya, maka segala kebutuhannya akan dapat terpenuhi. Termasuk salah satunya adalah kebutuhan tempat yang nyaman dan damai, yaitu surga (jannah). Di mana orang yang sudah masuk surganya Allah swt. pasti memperoleh jaminan perlindungan yang serba sempurna.

Persoalannya adalah bagaimana caranya agar kita bisa masuk surganya Allah swt yang kekal abadi itu. Tentu mengacu pada bimbingan wahyu dan sabda-sabda Rasul-Nya kita dapat mengetahui jalan mulus yang mudah kita lalui. Tidak cukup mencari jalan hanya menggunakan akal manusia yang serba terbatas ini. Maka Bimbingan Allah swt yang kita butuhkan agar menuntun kita melalui jalan yang telah dibikin sedemikian rupa oleh Allah.    Seperti yang terdapat dalam firman-Nya : Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh akan dijamin masuk surga firdaus. (Q.S.Al-Kahfi 107). Yaitu surga yang paling bergengsi di kawasan elite satu tahap di bawah arsy-nya Allah swt. dan di atas surga-surga yang ada.

Jadi jelaslah kata kuncinya adalah harus beriman dengan haqqul yakin, bahwa Allah adalah Tuhan satu-satunya yang bisa melayani segala kebutuhan umat (makhluk). Tidak ada satu manusia pun yang tidak ingin bahagia dan bertempat tinggal di tempat yang penuh kedamaian. Dan itulah surga.

Dan kuncinya adalah kalimat tauhid. Yaitu kalimat Lailaha illallah. “Tiada Tuhan selain Allah.” Miftahul jannah, lailaaha illallah; kunci surga adalah lailaaha illallah. Sekecil apapun (mitsqala zarrah) iman seseorang, pasti bisa mengantarkannya masuk surga. Apalagi jika imannya besar (kuat) tidak ada keraguan (syak) sedikit pun dalam hatinya yang direalisasikan dalam sikap kesehariannya. Pasti jaminan Allah tidak akan meleset.

Sedangkan amal soleh merupakan realisasi dari keimanannya. Jika percaya akan perintah Allah swt, maka ia menjalankannya. Jika ia yakin itu larangan-Nya, tentu ia akan menghindarinya jauh-jauh. Jangankan mengerjakan, mendekati saja sudah tidak mau. Maka konsekwensinya sebagai orang soleh adalah dia mencari teman yang soleh juga.

Tidak mungkin dia bisa berteman dengan orang yang tidak baik (ghairus solih). Ibaratnya minyak, pasti kumpul dengan minyak. Dan air pasti akan kumpul sesama air. “Wa kaana khulathouhu shalihiina : Orang baik itu pergaulan sehari-harinya pasti orang-orang shaleh. Dan pergaulan di dunia itu akan dibawa serta sampai ke akhirat kelak. Maka mereka akan dikumpulkan oleh Allah swt bersama para Nabi, para Shiddiqin, para syuhada’ dan solihin. Dan betul adanya, sebab pertemanan itu bisa saling mempengaruhi, sikap dan perbuatannya.

Jadi menurut Al-Qur’an, masuk surga itu gampang kan. Cari teman orang-orang yang soleh, maka akan memuluskan jalan kita untuk masuk surga. Masuk surga itu pasti berjama’ah. Tidak sendiri-sendiri. Kalau di akhirat nanti disebut Ash-habul yamin ; Golongan kanan. Manusia berbondong-bondong berjalan sesuai dengan rombongannya.

Seperti sabda Nabi SAW: kullu ummatii yad khuluunal jannah. Semua ummat ku akan masuk surga. Maka persoalannya, bagaimana agar kita bisa masuk golongan ummat Nabi Muhammad SAW. Salah satu caranya adalah mengikuti segala ajarannya, dan rajin bersolawat. Solawat merupakan tiket masuk rombongan Nabi Muhammad saw. Yang kelak dijamin memperoleh syafa’at (pertolongan) dari beliau. Istilah sekarang mendapat surat rekomendasi untuk masuk surga. Betapa beratnya sih bersolawat. Tidak ada yang berat sebenarnya.

Namun mulut bisa terkunci oleh hati yang tidak cinta kepada Nabi. Maka cintailah Nabi kita, kelak akan diajak serta untuk berjalan bersama-sama masuk surga. Semoga saja demikian. Wallahu alam. (*)

You may also read!

ustad beben meninggal

GDC Belum Melayat Ustad Beben

IKHLAS : Orang tua Almarhum Beben, Dedeh Rosdinah saat berbincang dengan kerabatnya di Perum Griya

Read More...
Cabor Faji Kota Depok berprestasi

Mengenal FAJI Depok : Raih Emas di Porda dan Kejurnas (2)

JUARA : Atlet FAJI Depok berfoto bersama saat memenangi Kejurnas FAJI di Tasikmalaya. FOTO :

Read More...
pensi bulan bahasa di SMPN 16 Depok

Pensi Bulan Bahasa di SMPN 16 Depok

PEMBUKAAN : Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Mohammad Thamrin saat membuka kegiatan pentas seni

Read More...

Mobile Sliding Menu