Langkah Politik Presiden Jokowi : Mendikbud Bakal Mengeluarkan Kebijakan Mengagetkan

In Politika
BERSAHAJA : (kanan ke Kiri) Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan dan Pembina UP, Prof. Dr. Edie Toet Hendratno, Rektor UP Prof. Dr. Wahono Sumaryono dan Kepala Biru Humas UP, Maharani Ardi Putri di sela perayaan Milad ke-53 UP di Kampus Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

Langkah politik Presiden Joko Widodo dengan menunjuk Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dinilai bakal mengeluarkan terobosan baru yang dapat membawa pendidikan Indonesia berjaya di level internasional.

Laporan : Ricky Juliansyah

RADARDEPOK.COM – Seperti yang dituturkan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila, Prof. Dr. Edie Toet Hendratno, orang yang berusia 35 tahun berbeda dengan dirinya yang hampir menginjak usia 70 tahun.

“Terus terang, kami menunggu kebijakan Pak Menteri yang masih muda ini. Feeling saya, beliau akan mengeluarkan kebijakan yang tidak kita perkirakan hari ini. Jadi, paradigma yang sudah kami hafal hingga 35 tahun lalu, sampai hari ini mungkin berubah drastis. Karena itu, kita harus menyesuaikan dengan kebijakan baru,” kata Prof. Edie.

Menurutnya, bukan tanpa alasan Presiden Jokowi memilih anak muda menjadi Mendikbud. Perlu diketahui, siapapun yang menjadi Mendikbud, berarti tahu bagaimana memajukan suatu bangsa. Bahkan, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad pernah menjadi Menteri Pendidikan.

“Yang pernah memegang menteri pendidikan, tentu wawasannya akan berbeda. Sebab, tugasnya adalah mendidik bangsa. Dan, mencerdaskan kehidupan bangsa itu adalah tugas sentral dari Mendikbud. Mungkin banyak yang kaget Pak Nadiem menjadi Mendikbud, mungkin kebijakannya juga akan mengagetkan kita semua. Tapi, pasti untuk kebaikan kita semua di dunia pendidikan,” pungkasnya.

Sementara, Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Wahono Sumaryono mendukung mendukung penunjukan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan kualitas menjadi lebih baik.

“Semoga Nadiem Makarim sukses meningkatkan kualitas berjaya di level internasional. Pemilihan menteri usia muda ini adalah paradigma `out of the box` pembangunan pendidikan,” ujar Rektor UP.

UP sendiri, mempersiapkan perkuliahan mutakhir e-learning. Sudah ada 29 persen bahan ajar dari semua fakultas yang ada. E-learning blended dengan perkuliahan tatap-muka.

Sebagai capaian UP, semakin menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan. Beragam prestasi telah diperoleh diantaranya meraih peringkat ke-45 PTN dan PTS terbaik di Indonesia dari total 2141 PTN dan PTS yang ada di Indonesia.

“Juga, meraih peringkat 5 terbaik se-DKI Jakarta di Tahun 2019 versi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI). Peringkat 16 PTS Terbaik di Indonesia pada tahun 2019 serta Peringkat 32 Kampus Terhijau di Indonesia tahun 2018 oleh UI Green Metric,” tuturnya.

Kualitas pendidikan ini, sambung dia,  mendorong prestasi mahasiswa juga dibuktikan dengan peraihan Juara II pada lomba nasional Indonesian Energy Innovation Challenge 2019 oleh mahasiswa Teknik Mesin yang mengusung tema Perancangan Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Air Laut.

Dan, perolehan gold medal oleh Tim Teknik Mesin dan Teknik Elektro pada acara Regional Educators and Students Product Exhibition (RESPEX) 2019 di Port Dickson Malaysia.

Ia menambahkan, UP tentu akan terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan. Di bidang Akademik, UP telah bekerjasama dengan sejumlah Universitas di dalam dan luar negeri dalam rangka studi lanjut dosen, kerjasama penelitian, pertukaran mahasiswa dalam bentuk transfer kredit, double degree. Untuk menunjang kegiatan kerjasama itu. UP juga membentuk University of Pancasila International Community (UPIC).

“UPIC merupakan wadah bagi para mahasiswa UP, yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik tapi juga kemampuan dan kapasitas untuk berinteraksi dalam pergaulan internasional. Para mahasiswa yang tergabung dalam UPIC diharapkan akan menjadi Duta UP dan promotor dalam meningkatkan international exposure UP sebagai institusi pendidikan yang mampu berkiprah di luar neger,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

tim jaguar ke SMKN 2 Depok

SMKN 2 Kedatangan Jaguar

PROGRAM : SMKN 2 Depok mengundang Tim Jaguar Polres Metro Depok sebagai pembina upacara bendera,

Read More...
editan eks situ

Potongan Konsinyasi Disoal Warga Eks Situ

CARI KEADILAN : Warga Eks Situ Krukut yang terdampak pembangunan Tol Desari kompak mencari keadilan.

Read More...
Lazfest 2020

Lazfest 2020 Gulirkan Sembilan Lomba

PEMBUKAAN : SMA Lazuardi GIS kembali mengadakan Lazuardi Festival (Lazfest) di tahun 2020 dengan menggelar

Read More...

Mobile Sliding Menu