Jadilah Teman yang Baik

In Ruang Publik

 

Oleh : K.H.Ahmad mahfudz Anwar

Ketua MUI Kota Depok

 

PROBLEM yang dihadapi oleh manusia yang paling berat dewasa ini adalah memperoleh teman yang baik lahir batin. Banyak orang berteman dalam berbagai komunitas, tapi hanya sebatas teman ngopi dan ngerumpi. Tidak saling menolong dan membantu dalam kebaikan. Ibaratnya pertemanan hanya bersifat asesoris. Sehingga pertemanan tersebut tidak ngefek pada aktifitas positif yang bisa mengeksplor potensi kebaikan. Padahal Islam telah memberikan panduan dan contoh teladan.

Salah satu keberhasilan dakwah Rasulullah saw adalah kesuksesan Beliau dalam membangun konsep “Muakhah”. Yaitu mengejawantahkan konsep persaudaraan dalam kehidupan nyata. Betapa banyak para sahabat beliau yang dulunya saling bermusuhan akhirnya menjadi bersaudara, karena bernaung di bawah panji Islam dan disatukan oleh kalimat tauhid. Maka kekuatan umat Islam layaknya gumpalan batu besar yang sulit untuk dipecahkan oleh kekuatan apapun.

Mengapa itu bisa terjadi? Karena Rasulullah saw mampu membangun sikap “Sami’na wa atha’na”, sikap kepatuhan pada satu komando , yaitu patuh kepada Pimpinan Tunggal, Nabi Muhammad saw. Aturan-aturan melalui wahyu disampaikan dalam bentuk anjuran-anjuran yang mengarah pada sikap patuh dan pantang menentang Pimpinan. Mereka menjadi orang-orang yang penuh tawadlu’ dan senantiasa siap membuka telinga kapanpun dan di manapun pada titah seorang Pemimpin agung, Nabi Muhammad saw.

Maka degradasi moral itu bisa ditandai dengan mengurangnya atau terkikisnya ketawadlu-an pada diri setiap muslim. Sehingga pemimpin-pemimpin muslim yang ada, tidak seratus persen mendapat dukungan moral dari para muslimin. Seperti sekarang ini banyak sekali orator yang mampu menghipnotis massa yang amat banyak, tapi secara sikap dan tindakan keseharian tidak mencerminkan nasehat-nasehat yang mereka dengar dari para tokoh orator tersebut. Walhasil ummat tetap berjalan sesuai kemauannya sendiri-sendiri. Ibarat orang bubar pengajian ya sekaligus bubar barisan.

Oleh karena itu sudah waktunya ummat islam untuk segera move on. Berubah sikap dan berubah akhlak secara fundamental. Istilah warga milenial hendaknya segera berhijrah. Pindah kepada sikap yang memupuk loyalitas kepada Pemimpin. Dan sudah barang tentu ini harus diawali dari para pemimpin itu terlebih dahulu. Memupuk persaudaan dengan menghormati orang yang lebih ‘alim dan derajatnya lebih tinggi. Bukankah Allah swt sudah mengajak kita untuk meningkatkan derajat kita dengan menghormati yang lebih tua dan menghormat yang lebih tua ilmunya.

Siapa yang dimaksud dengan orang yang lebih tua ilmunya,? Yaitu orang mukmin yang dikaruniai ilmu lebih (linuwih, jw). Seperti tergambar dalam Surat al-Mujadalah : Yarfa’illahullazina Aamanuu minkum wal laziina uutul ilma darajaat, Allah akan mengangkat derajat orang mukmin yang berilmu beberapa derajat.” Sejalan dengan ayat ini ialah ayat : Inna akromakum ‘indallahi at-qaakum. Orang yang paling mulia di antara kamu adalah orang yang paling bertakwa.

Jika orang-orang yang berilmu sudah kompak di antara mereka, insyaAllah kaum muslimin di bawah juga terbawa dalam arus kesejukan. Ummat Islam akan hidup dalam damai. Jika hidup diliputi kedamaian, maka tidak ada alasan untuk berpecah belah. Dengan banyaknya Ulama yang masih mempunyai sikap wara’, insyaAllah ummat Islam dengan mudah dipersatukan. Karena itu sikap kepatuhan kepada Ulama’ masih dibutuhkan dalam kerangka membangun managemen kepemimpinan. Demikian juga pertemanan di antara person-person ummat juga perlu ditumbuhkan. Melalui berbagai forum dakwah baik berskala kecil maupun berskala besar. Seperti majelis-majelis taklim atau halaqah ilmiah perlu terus dikembangkan dalam tema-tema pertemanan secara Islami. Wallahu a’lam. (*)

 

You may also read!

renovasi rumah cagar budaya KOOD Tapos

KOOD Tapos Akan Renovasi Situs Budaya

AGENDA : Rumah yang akan direnovasi oleh KOOD Kecamatan Tapos dan akan menjadikannya sebagai cagar

Read More...
artikel FKM UI pengmas

Pengembangan Sistem Database Online Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja UMKM di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup

  Oleh : Mahasiswa Departemen K3 FKM UI Research Assistant  Department Occupational Health and Safety Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SESUAI dengan renstra Universitas

Read More...
Artikel desa tarikolot pengmas ui

Mahasiswa FKM UI Kembangkan SiUMKM Berbasis Data untuk UMKM di Kecamatan Citeureup

  Oleh : Muhammad Fitrah Habibullah Undergraduate Student of Occupational Health and Safety Major Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SEBAGAI salah satu perwujudan

Read More...

Mobile Sliding Menu