Hari Ini, Komisi IV Jabar Hearing di Depok

In Politika
PAPARAN : Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat, Imam Budi Hartono dalam sebuah acara. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Hari ini, (Jumat 8/11), Komisi IV DPRD Jawa Barat (Jabar) mau menggelar hearing atau dialog terkait permasalahan Tempat Pengelolaan dan Pembuangan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Lulut Nambo, di Hotel Bumi Wiyata.

“Iya, kami akan adakan hearing atau diskusi dengan elemen pemerintahan, instansi terkait dan masyarakat Kota Depok,” kata Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Imam Budi Hartono saat dihubungi Radar Depok, Kamis (7/11).

Ia menerangkan, untuk tahun ini hearing Komisi IV DPRD Jabar hanya dilakukan di Depok saja. Nantinya, tema yang akan diangkat terkait masalah persampahan dan TPPAS Regional Lulut Nambo, di mana Kota Depok termasuk daerah yang akan membuang sampahnya ke sana.

“Depok sendiri, kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung sudah overload. Nantinya, setelah Lulut Nambo dibuka, Depok akan membuang sampahnya ke sana,” terang IBH, sapaannya.

Untuk itu, IBH berharap TPPAS Regional Lulut-Nambo) segera beroperasi. Karena daerah sekitarnya sudah sangat membutuhkan. Selain itu, ia juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam operasional TPPAS tersebut.

“Pemanfaatan teknologi yang lebih modern bisa mengelola sampah menjadi sumber energi itu sangat penting sekali. Sebuah terobosan baru bagi pengelolaan sampah di Indonesia,” ucapnya.

Terkait hearing tersebut, sambung IBH, pihaknya akan mendengar apa saja yang selama ini menjadi permasalahan klasik di Kota Depok, yakni sesuai dengan tema persampahan tersebut.

Menurutnya, permasalahan sampah sendiri sudah menjadi isu nasional. Bahkan,  Badan Pusat Statistik (BPS) menginformasikan sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun.

“Perlu langkah serius memang dalam mengelola sampah plastik. Termasuk didalamnya budaya memilah sampah belum menjadi kebiasaan para petinggi negeri ini. Penggunaan plastik dalam acara-acara resmi pemerintahan masih digunakan,” papar IBH.

Menurutnya, Kota Depok merupakan kota yang termasuk pelopor dalam hal memilah sampah. Komunitas sampah tumbuh di 11 kecamatan yang ada di Depok. Menurut Imam Budi Hartono, komunitas sampah sudah sangat membantu Pemkot Depok dalam mengurangi volume sampah. Dimana volume sampah Depok mencapai 1000 – 1300 ton perhari yang dibuang ke TPA Cipayung.

“Sementara Bank Sampah Depok baru bisa mengurangi 20 persen volume sampah tersebut. Suatu jumlah yang cukup besar bagi sebuah komunitas dalam upaya turut mengatasi permasalahan sampah di Kota Depok. Itupun masih belum maksimal peran Pemkot Depok membantu komunitas tersebut,” tutur Imam.

Cara lain untuk mengurangi sampah adalah dengan mengurangi penggunaan plastik, baik bersifat perorangan, keluarga maupun lembaga. Pemkot Depok pernah mengeluarkan ajakkan tidak menggunakan plastik dalam kantor dan dalam aktivitas tertentu. Misalnya, untuk minum yang biasa menggunakan minuman gelas atau botol plastik menjadi suatu yang dilarangan.

“Ini harus dibudayakan agar mewajibkan membawa gelas atau botol minum sendiri untuk kebutuhan dikantor. Dalam acara seremonial dilarang juga menggunakan plastik dan bukan sekedar serimonial,” ucap IBH. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Sah! Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.   JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi ditunjuk oleh Menteri

Read More...

Kolaborasi Apik Maulid Nabi SDN Mekarjaya 15

KEAGAMAAN : Kepala SDN Mekarjaya 15, Sutirah sedang menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Maulid Nabi Muhammad

Read More...

Bawah Pohon

  Oleh : Dahlan Iskan   SAYA kecewa --campur bangga. Saat membaca komentar-komentar di DI's Way Selasa (18/11). Mengapa Anda, Mr. Xiong

Read More...

Mobile Sliding Menu