DPRD Jabar Ingin Tutup Tambang Parung Panjang

In Politika
RAPAT :  Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Imam Budi Hartono saat menghadiri rapat.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – DPRD Jawa Barat (Jabar) mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jabar menutup aktivitas tambang, di daerah Parung Panjang, Kabupaten, Bogor. Pasalnya, dinilai merusak jalan raya dan membahayakan warga.

Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Imam Budi Hartono menilai, polemik di jalur tersebut berdampak buruk bagi warga. Sehingga, ia cenderung memilih menutup aktivitas tambang.

“Agak kompleks memang permasalahannya, Amdal, izin dan juga merugikan warga. Kalau ditutup saja kan selesai itu persoalan,” kata Imam Budi Hartono kepada Radar Depok, Rabu (13/11).

Menurut politikus PKS yang akrab disapa IBH ini, memang usulan penutupan tersebut akan ada pro dan kontra. Bahkan, mungkin sebagian beranggapan jika hal tersebut terlalu ekstrem. Untuk itu, perlu solusi yang tidak juga merugikan warga setempat.

“Makanya, saya menilai perlu duduk bareng dan perlu keterlibatan seluruh pihak terkait, agar tidak ada yang merasa dirugikan. Tentu, kami sebagai wakil rakyat ingin ada win-win solution yang tidak mengorbankan masyarakat,” papar pria yang digadang-gadangkan maju Pilkada Depok 2020 ini.

Selain harus pro rakyat, memang tidak juga harus mengorbankan perputaran ekonomi dan pembangunan. Sehingga, ia menyarankan agar mengumpulkan para pengusaha tambang dan meminta membuat jalur khusus mengangkut hasil tambang agar tidak mengganggu fasilitas umum.

“Dananya dari mana, bisa dari para pengusaha itu yang membuat jalur alternatifnya. Ini jangan jadi tanggung jawab pemerintah saja, pengusaha harusnya ikut andil bebaskan lahannya, bangun tol berbayar,” ujar IBH.

Ia mengungkapkan, di akhir 2018 lalu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan agar ada jalur khusus angkutan tambang. Bahkan, sampai mengumpulkan pengusaha tambang untuk mendukung rencana itu. Namun, hingga kini rencana itu tak kunjung terealisasi. Imam menuturkan, hingga saat ini ia belum mendapat laporan soal perkembangan rencana tersebut.

“Beberapa tahun lalu, saya sempat meninjau jalan itu, memang kerusakan disebabkan tonase truk tambang yang tidak sesuai dengan beban jalan, dan membuat jalur itu seringkali rusak. Bukan hanya jalan, tapi lihat dampak terhadap lingkungannya. Harusnya sih, kita tidak sediakan jalan untuk pengusaha yang merusak lingkungan, perlu ada kerjasama dan jaminan dari pengusaha,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

renovasi rumah cagar budaya KOOD Tapos

KOOD Tapos Akan Renovasi Situs Budaya

AGENDA : Rumah yang akan direnovasi oleh KOOD Kecamatan Tapos dan akan menjadikannya sebagai cagar

Read More...
artikel FKM UI pengmas

Pengembangan Sistem Database Online Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja UMKM di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup

  Oleh : Mahasiswa Departemen K3 FKM UI Research Assistant  Department Occupational Health and Safety Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SESUAI dengan renstra Universitas

Read More...
Artikel desa tarikolot pengmas ui

Mahasiswa FKM UI Kembangkan SiUMKM Berbasis Data untuk UMKM di Kecamatan Citeureup

  Oleh : Muhammad Fitrah Habibullah Undergraduate Student of Occupational Health and Safety Major Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SEBAGAI salah satu perwujudan

Read More...

Mobile Sliding Menu