Brawijaya Hospital Bojongsari Hadirkan Trauma Centre Sekaligus Launching Special Card

In Ekbis
DILUNCURKAN : Brawijaya Hospital Bojongsari menghadirkan Trauma Centre dan meluncurkan Special Card. FOTO : FEBRINA/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Guna memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat, Brawijaya Hospital Bojongsari, Depok meresmikan Trauma Centre sekaligus meluncurkan Special Card. Trauma Centre yang disediakan disini sebagai pusat penanganan pasien ortopedi dan saraf. Layanan Trauma Centre Brawijaya Hospital Depok ini telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan untuk Special Card ini bisa dikatakan member bagi pasien dimana ada benefit yang bisa didapatkan.

“Lokasi di jalan raya utama seringkali menerima pasien kelainan atau patah tulang, yang disebabkan oleh kecelakaan di jalan maupun kecelakaan kerja, oleh karena itu kami membuka layanan trauma centre dengan menghadirkan dokter ortopedi dan saraf,” ujar Direktur Brawijaya Hospital Bojongsari, Hestiningsih kepada Radar Depok.

Hesti mengungkapkan, Special Card yang bekerjasama dengan Bank Mandiri dan Asuransi Equity ini memberikan diskon sebesar 5 persen untuk biaya admin, obat dan perawatan. Tak hanya itu, akan diberikan santunan sebesar Rp1 juta bagi pengguna asuransi Equity yang sudah satu tahun aktif. Santunan tambahan ini diberikan pada pasien demam berdarah.

“Jadi special card ini banyak manfaatnya bagi pasien,” ucap Hesti.

Dokter Ortopedi Brawijaya Hospital Brawijaya, Paramita Dyah Lasmana menjelaskan bahwa kasus ortopedi sering terjadi pada korban kecelakaan. Banyak sekali yang sudah ditangani, yang paling banyak adalah kasus ortopedi pada korban kecelakaan. Untuk kasus kecelakaan ini sendiri Hospital Brawijaya Bojongsari telah memiliki layanan IGD yang dilengkapi dengan ruang ronsen dan kamar bedah ortopedi, hingga pemasangan gif pada pasien patah tulang.

“Selain kasus ortopedi pada korban kecelakaan, kami juga telah menangani pasien kasus kaki pengkor, khususnya pada pasien anak-anak. Sementara kasus ortopedi pada orang tua, umumnya adalah masalah pengapuran sendi dan sakit pada tulang belakang,” papar Paramita.

Dokter Spesialis Saraf Brawijaya Hospital Bojongsari, Ahmad Sulaiman Al Wahdy menuturkan, umumnya korban kecelakaan ditangani dengan kepanikan dan ketidaktahuan masyarakat. Untuk itu, dia menyarankan agar pemerintah atau instansi terkait harus sering menyosialisasikan cara menangani korban kecelakaan pada masyarakat.

Dokter yang biasa disapa Aiman ini menambahkan, seringkali masyarakat bingung dan panik dalam menolong korban kecelakaan, sehingga berakibat fatal. Jika menangani korban kecelakaan baiknya dilihat apakah ada penyumbatan di saraf leher, tandanya biasa ada memar atau biru dibagain leher korban, untuk itu saat mengangkat korban usahakan keadaan leher tetap stabil (tidak menggantung) sebab, dikhawatirkan ada penyumbatan pada saraf leher yang bisa membuat korban tidak bisa bernafas.

“Setelah melakukan pertolongan pertama pada korban, baiknya korban segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan selanjutnya,” tutup Aiman. (rd)

 

Jurnalis : Febrina (IG : @febrina.chandra32)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

renovasi rumah cagar budaya KOOD Tapos

KOOD Tapos Akan Renovasi Situs Budaya

AGENDA : Rumah yang akan direnovasi oleh KOOD Kecamatan Tapos dan akan menjadikannya sebagai cagar

Read More...
artikel FKM UI pengmas

Pengembangan Sistem Database Online Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja UMKM di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup

  Oleh : Mahasiswa Departemen K3 FKM UI Research Assistant  Department Occupational Health and Safety Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SESUAI dengan renstra Universitas

Read More...
Artikel desa tarikolot pengmas ui

Mahasiswa FKM UI Kembangkan SiUMKM Berbasis Data untuk UMKM di Kecamatan Citeureup

  Oleh : Muhammad Fitrah Habibullah Undergraduate Student of Occupational Health and Safety Major Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SEBAGAI salah satu perwujudan

Read More...

Mobile Sliding Menu