Tilang Elektronik Mulai Berlaku, Hal-hal ini yang Perlu Diketahui

In nasional, Utama
ILUSTRASI

 

JAKARTA – Kepolisian Daerah Metro Jaya rencananya akan memberlakukan tilang elektronik pada Kamis (03/10) di sejumlah ruas jalan tol dan jalur Transjakarta.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Nasir mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan PT Jasa Marga Tbk dalam pelaksanaan electronic-traffic law enforcement (E-TLE) di jalan tol. Sedangkan, untuk pemberlakuan E-TLE, Polda Metro Jaya menggandeng PT. Transjakarta.

“Jadi, mulai Oktober 2019, mobil atau sepeda motor yang dilarang masuk jalur Transjakarta akan langsung kena tilang elektronik. Tilang ini diberikan tanpa teguran,” ucapnya.

Seperti apa cara tilang elektronik bekerja :

Tilang elektronik adalah pengawasan lewat kamera CCTV di sebuah jalan. Kamerapintar ini mampu mengalanisis dan mengidentifikasi jenis kendaraan, pelanggaran, dan bisa juga mengidentifikasi nomor registrasi kendaraan bermotor lewat nomor pelat kendaraan. Dengan fiber optik berkecepatan tinggi, kamera membacanya dan dikirim lewat jaringan.

“Hasil data-data kendaraan itu disajikan kepada petugas dilengkapi dengan identitas kendaran,” ucap Kasie STNK Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Arif Fazrulrahman.

Data-data yang muncul dari kamera itu, akan diverifikasi lagi oleh petugas kepolisian.Petugas lalu mengirimkan surat konfirmai ke alamat pemilik kendaran sesuai dengan registrasi kendaraan.

“Jika sudah oke terverifikasi, diverifikasi sehingga terbit surat konfirmasi,” katanya.

Dimana saja kamera dipasang :

Di jalur Transjakarta, dari 13 koridor, 12 diantaranya sudah dipasangi kamera CCTV tilang elektronik. Satu koridor tidak dipasangi karena sudah memakai jalur layang.

Sedangkan di jalan tol, ada 10 titik lokasi yang dipasang CCTV tilang elektronik. Dua titik kamera berada di ruas Tol Jagorawi-Cibubur (kedua arah) dan dua titik kamera terpasang di ruang Tol Jakarta-Cikampek (kedua arah).

Ditempat lain di Tol Jakarta-Tangerang dipasang satu kamera. Jumla yang sama juga dipasang di Tol Tomang-Bandara (Jalan Prof. Sedyatmo). Di tol Dalam kota (Cawang-Tomang), lalu ruas tol JORR (Rorota-Cikunir), gerbang Tol Semanggi 1, dan Gerbang Tol Kuningan 1.

 

Apa saja yang termasuk pelanggaran :

Seperti yang tertera di Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), pelanggaran yang kena denda adalah :

Jika menggunakan jalur transjakarta, alias jalur yang tidak sesuai peruntukannya, bisa didenda Rp250 ribu atau kurungan setengah bulan (pasal 300)

Melanggar batas kecepatan, didenda Rp 500 ribu (pasal 287 ayat 5). Jika memakai ponsel saat mengemudi, bisa dipenjara maksimal 3 bulan atau denda maksimal Rp750 ribu (pasal 283).

Penjara 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu untuk mereka yang tidak menggunakan sabuk pengaman (pasal 289).

Ada juga untuk mereka yang menggunakan bahu jalan, bisa kena penjara paling lama 2 bulan atau denda maksimal Rp 500 ribu (pasal 287 ayat 1). Kendaraan tidak terdaftar, dikurung maksimal 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Lantas bagaimana jika denda tilang elektronik tidak dibayar ;

Jika tidak dibayar, maka Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) akan diblokir. Sehinggam tidak bisa memperbaharui pajak tahunannya. Jika pajak tahunan tidak dibayar selama dua tahun berturut-turut, data kendaraannya akan dihapus. (rd)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

tim jaguar ke SMKN 2 Depok

SMKN 2 Kedatangan Jaguar

PROGRAM : SMKN 2 Depok mengundang Tim Jaguar Polres Metro Depok sebagai pembina upacara bendera,

Read More...
editan eks situ

Potongan Konsinyasi Disoal Warga Eks Situ

CARI KEADILAN : Warga Eks Situ Krukut yang terdampak pembangunan Tol Desari kompak mencari keadilan.

Read More...
Lazfest 2020

Lazfest 2020 Gulirkan Sembilan Lomba

PEMBUKAAN : SMA Lazuardi GIS kembali mengadakan Lazuardi Festival (Lazfest) di tahun 2020 dengan menggelar

Read More...

Mobile Sliding Menu