Jasad Bayi Membusuk di Dalam Selokan di Sukmajaya

In Metropolis
EVAKUASI : Salah Satu Petugas Tagana Kota Depok, Muhammad Romdhoni saat membawa jasad bayi yang membusuk di saluran air Jalan Keadilan Ujung, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya. Jumat (10/11) FOTO : ARNET/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SUKMAJAYA – Bayi yang diduga masih berusia dua hari, ditemukan dalam keadaan membusuk, di saluran air, Jalan Keadilan Ujung, Kelurahan Abdijaya, Sukmajaya, Jumat (10/11). Pada bayi berkelamin laki-laki itu, masih ada tali pusar. Diduga baru saja lahir.

Kanit Reskrim Polsek Sukmajaya, AKP Harun Rosyid mengatakan, mayat bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh saksi, Akbar, yang mencium bau menyengat dari sebuah kantong plastik di dalam selokan usai Salat Jumat, sekitar pukul 13:00 WIB.

“Awalnya dikira bangkai hewan. Tapi saat diperjelas, ternyata mayat bayi. Ari-ari masih lenkap,” jelas Harun saat dikonfirmasi Radar Depok.

Dari penemuan ini, sambung Harun, disinyalir mayat bayi ini merupakan hasil hubungan gelap. Mayat bayi sendiri kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

“Kami sudah meminta keterangan dari tiga orang saksi,” tambahnya.

Sementara itu, saksi, Akbar mengaku bila sebelum menemukan mayat tersebut, lebih dulu ia menerima laporan dari beberapa anak-anak. Awalnya dipikir bercanda, namun ternyata benar. “Akhirnya warga ramai pada kumpul. Saya sendiri yang masukan jasad bayi tersebut ke dalam kardus dengan pengki,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Puskesmas Kemirimuka Sempatkan 10 Menit untuk Peregangan

SENAM : Puskesmas Kemirimuka melakukan gerak peregangan 10 Menit disela-sela pelayanan. FOTO : GHEA PATTIA/RADARDEPOK   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Jumat Kaya Manfaat di SMPN 22 Depok

SEHAT : Guru dan siswa SMPN 22 Depok sedang melakukan senam bersama, Jumat (18/10). FOTO

Read More...

Lulusan Pesantren Makin Mendapat Pengakuan dari Negara

ILUSTRASI   JAKARTA - Disahkannya UU Pesantren memberikan ruang pengakuan bagi santri setelah menamatkan studinya. Pasalnya, selama

Read More...

Mobile Sliding Menu