Bawaslu Jabar Petakan Kerawanan Pilkada

In Politika
Ketua Bawaslu Jabar, Abdullah Dahlan.

 

BANDUNG Ketua Bawaslu Jawa Barat (Jabar), Abdullah Dahlan menilai kontestasi Pilkada adalah tantangan bagi lembaganya. Pasalnya, suksesnya Pileg dan Pilpres menjadi capaian bagi Pengawas Pemilu. Sehingga, tergambar di pemilihan kepala daerah di 2020 mendatang.

Untuk itu, lembaga penyelenggara Pemilu ini memetakan sejumlah tantangan dan kerawanan yang akan dihadapi pada pesta demokrasi tersebut.

“Tantangan Bawaslu Lebih kuat, karena di Pilkada irisan dengan dinamika politik lokal. Sehingga, perlu penguatan Tupoksi Bawaslu agar lebih maksimal,” tutur Abdullah kepada Radar Depok.

Ia mengungkapkan, di Jabar, ada delapan kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada. Untuk itu, di kabupaten/kota ini, ada potensi sejumlah petahana maju, baik walikota/bupati, instansi dan DPRD.

Karenannya, Bawaslu mengingatkan kepada pihak-pihak tertentu agar tidak menjadikan birokrasi mesin pemenangan, program pemerintah tidak menjadi modal politik (politisasi porgram). “Netralitas ASN menjadi tantangan bagi Bawaslu ketika petahana maju di Pilkada,” paparnya.

Warga Kota Depok ini menegaskan, apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Indramayu menjadi catatan bagi Bawaslu. Untuk itu, rakyat harus lebih melihat dan mempersiapkan lagi dalam memilih pemimpin. “Memang apa yang dilakukan KPK itu pola penataan pemerintah agar lebih baik,” terangnya.

Menurut Abdullah, kerawanan di tahap awal adalah pencalonan. Sebab, dikhawatirkan ada klausul money politik dalam pencalonan, seperti memberikan mahar tertentu kepada partai yang akan mengusung peserta tersebut maju di Pilkada (Kandidat Buying).

“Ini imbauan awal untuk peserta Pemilu maupun pemilih. Sanksinya, calon dapat digugurkan jika terbukti memberikan sesuatu ke partai pengusung,” ujar Abdullah.

Ia menambahkan, hal lain yang menjadi tantangan dan fokus bagi Bawaslu adalah syarat verifikasi dukungan calon perseorangan/independen.

Sebab, banyaknya persyaratan dan kuota minimal dukungan perlu ketelitian dan ketepatan penelitian administrasi serta verifikasi lapangannya. “Dalam waktu dekat, sesuai dengan PKPU Nomor 15 Tahun 2019, kami juga akan rekrutmen Panwascam (Tingkat Kecamatan),” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Pordes Ragajaya Ungguli PSP Sawangan

MENANG : Tim Pordes Ragajaya berhasil mengalahkan Tim PSP Sawangan dengan skor 3-0, Selasa (12/11).

Read More...

Zakky-Heskey Raih Medali Perak  

BERPRESTASI : Dua siswa SDSN Pemuda Bangsa Kota Depok, Ilyas Zakky dan Sebastian Heskey meraih

Read More...

Persikad 1999 vs Pesik : Laga Hidup Mati

PEMANASAN : Pemain Persikad 1999 saat melakukan pemanasan sebelum bertandi di Stadion Mahakam, Kecamatan Sukmajaya.

Read More...

Mobile Sliding Menu