Selamatkan Rumah Pondok Cina!

In Metropolis
TOLONG JAGA : Rumah Pondok Cina yang berada di Kawasan Margo City terancam hilang. Perlu ada penanganan serius untuk mempertahankan benda cagar budaya di Kota Depok. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerhati bangunan bersejarah di Kota Depok, Ratu Farah Diba khawatir bangunan bersejarah : Rumah Pondok Cina, dindingnya berpotensi mengalami keretakan.

Untuk diketahui, Margo City (lokasi Rumah Pondok Cina) tengah melakukan renovasi di sejumlah titik mal. Menggunakan alat berat. Nah, khawatir getaran yang muncul membuat keretakan pada dinding rumah tua itu.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Rumah Pondok Cina adalah bangunan yang dibangun pada tahun 1841. Bangunan ini menjadi saksi bisu sejarah Pondok Cina yang tak bisa dilepaskan dari perkembangan Kota Depok sejak masa Hindia Timur.

“Yang saya khawatirkan adalah akan terjadi keretakan pada dinding bangunan,” ujar Ratu Farah Diba, Minggu (15/9).

Dia mengatakan ada beberapa tahapan yang harus dilakukan sebelum melakukan perbaikan ataupun renovasi bangunan bersejarah. Kajian tersebut harus melibatkan tim ahli cagar budaya, arsitek bangunan tua, dan ahli struktur bangunan.

“Bangunan sebelum direvitalisasi tentu ada prosesnya. Pertama harus ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya sesuai UU no 11 th 2010 tentang cagar budaya.dengan demikian cagar budaya bisa di restorasi atau revitalisasi,” katanya.

Seperti diketahui, Rumah Pondok cina dibangun pada tahun 1841 didirikan dan dimiliki oleh seorang arsitek Belanda, tapi pada pertengahan abad ke-19 dibeli oleh saudagar Tionghoa, Lau Tek Lok dan kemudian diwariskan kepada putranya bernama Kapitan Der Chineezen Lauw Tjeng Shiang.

Yang tinggal didaerah tersebut hanya lima keluarga yang semuanya orang keturunan Tionghoa. Mereka ini selain berdagang, ada juga yang bekerja sebagai petani di sawah sendiri serta bekerja di ladang kebun karet milik tuan tanah orang-orang Belanda.

Dalam perjalanan waktu, beberapa keluarga ada yang pindah ke tempat lain yang tidak diketahui apa alasannya sampai akhirnya hanya satu keluarga yang tersisa. Keluarga ini mendiami rumah tua tersebut yang kini telah menjadi bagian dari Mall Margo City. (rd)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Puskesmas Kemirimuka Sempatkan 10 Menit untuk Peregangan

SENAM : Puskesmas Kemirimuka melakukan gerak peregangan 10 Menit disela-sela pelayanan. FOTO : GHEA PATTIA/RADARDEPOK   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Jumat Kaya Manfaat di SMPN 22 Depok

SEHAT : Guru dan siswa SMPN 22 Depok sedang melakukan senam bersama, Jumat (18/10). FOTO

Read More...

Lulusan Pesantren Makin Mendapat Pengakuan dari Negara

ILUSTRASI   JAKARTA - Disahkannya UU Pesantren memberikan ruang pengakuan bagi santri setelah menamatkan studinya. Pasalnya, selama

Read More...

Mobile Sliding Menu