Selain Naikan Harga Cukai, 3 Langkah Ini Juga Bisa Jadi Menekan Jumlah Perokok

In nasional, Utama
ILUSTRASI

 

JAKARTA – Adanya kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen oleh pemerintah, dimaksudkan yang menjadi sasarannya adalah perokok pemula yang merupakan pelajar. Harapannya, jumlah remaja yang ingin coba-coba merokok atau yang sudah kecanduan, bisa ditekan jumlahnya. Tetapi, tidak hanya pemerintah saja, orang tua dan guru juga diminta terlibat aktif untuk menekan jumlah perokok pemula.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Prof Hasbullah Thabrany, menyebut rokok adalah gerbang awal bagi remaja untuk terjerumus sebagai pengguna narkoba. Terlebih remaja yang merokok lebih berpotensi menurunkan prestasi dalam belajar.

“Kita tak bisa hanya mengandalkan kenaikan cukai rokok untuk menekan jumlah perokok. Masyarakat dan guru terlibat aktif,” tukasnya, Senin (16/9).

Oleh karena itu, Prof Hasbullah memberikan tips sederhana untuk menurunkan jumlah perokok pemula yang jumlahnya sebanyak 9,1 prevalensinya se-Indonesia. Cara ini bisa dilakukan bekerja sama dengan seluruh stakeholder masyarakat.

 

1. Sosialisasi dan Edukasi

Pemerintah dan Pemerintah Daerah diminta untuk menggenjot program CERDIK. Itu adalah langkah preventif yang dibuat agar masyarakat yang masih sehat dan bugar dapat terhindar dari berbagai penyakit tidak menular (PTM). Salah satu programnya adalah mencegah paparan asap rokok. CERDIK adalah Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat yang cukup, Kelola stres.

 

2. Kasih Uang Jajan dengan Bijak

Para orang tua diminta untuk menghitung besaran uang jajan sekolah untuk anak. Jangan sampai berlebihan dan membuat anak mampu membeli rokok apalagi narkoba. Prof Hasbullah menyesalkan banyak orang tua mengetahui kenakalan anaknya terlambat, dan kewalahan saat sudah kecanduan.

 

3. Jangan Merokok di Depan Anak

Orang tua diminta untuk menjaga sikapnya di depan anak. Penting untuk tidak memberi contoh apalagi merokok di depan anak. Anak-anak bisa meniru perilaku negatif orang tuanya.

“Bersembunyilah kalau mau merokok, jangan merokok di depan anak. Racuni diri sendiri silahkan, jangan racuni anak” tegas Prof Hasbullah. (jwp/rd)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Puskesmas Kemirimuka Sempatkan 10 Menit untuk Peregangan

SENAM : Puskesmas Kemirimuka melakukan gerak peregangan 10 Menit disela-sela pelayanan. FOTO : GHEA PATTIA/RADARDEPOK   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Jumat Kaya Manfaat di SMPN 22 Depok

SEHAT : Guru dan siswa SMPN 22 Depok sedang melakukan senam bersama, Jumat (18/10). FOTO

Read More...

Lulusan Pesantren Makin Mendapat Pengakuan dari Negara

ILUSTRASI   JAKARTA - Disahkannya UU Pesantren memberikan ruang pengakuan bagi santri setelah menamatkan studinya. Pasalnya, selama

Read More...

Mobile Sliding Menu