Saat Ngariung Tepi Setu Pengasinan

In Politika
DIALOG : Sejumlah aktivis saat mengikuti Ngariung Tepi Setu di Joglo Nusantara, Setu Pengasinan, Kelurahan Pengasinan, Sawangan. Minggu (15/9). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

Sejumlah aktivis, komunitas dan organisasi kemasyarakatan di Kota Depok mengikuti agenda Ngariung Tepi Setu bertajuk ‘Pancasila, NKRI, Ruang & Manusia’ yang dilaksanakan di Joglo Nusantara, Setu Pengasinan, Kelurahan Pengasinan, Sawangan. Minggu (15/9).

Laporan : Ricky Juliansyah

 

RADARDEPOK.COM, – Suasana asri menemani sejumlah aktivis dan pengurus organisasi di Depok saat dialog yang diselenggarakan di Joglo Nusantara. Setidaknya, agenda tersebut dihadir para aktivis organisasi sosial, aktifis lingkungan, Ormas, Gusdurian Depok, PMII, Pembina IPNU Depok dan lainnya.

Pada kegiatan positif tersebut, seluruhnya fokus membahas sesuai tajuk tema yang diangkat, yakni   ‘Pancasila, NKRI, Ruang & Manusia’. Harapannya, Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia harus diperkuat dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti yang disampaikan Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Togi Sirait yang menyempatkan hadir di Joglo Nusantara. Ia mengatakan, guna memperkokoh Pancasila pihaknya harus menggandeng seluruh elemen dalam menciptakan ekosistem pancasila.

“Semua upaya disubtansikan pada pancasila. Sejak awal disadari bahwa para pendiri bangsa memperteguh Pancasila dengan berjejaring dan berkelompok menuju ekosistem tersebut,” katanya,

Praktisi Media dan Penggiat Sosial Despen Ompusunggu mengungkapkan, perlunya memperkokoh ideologi pancasila. Terlebih lagi, lanjutnya, pada generasi muda saat ini yang dekat dengan dunia Maya dan media sosial. “Mari kita perkokoh pancasila di Kota Depok dan pada umumnya. Untuk memperteguh dan menjaga keutuhan NKRI,” ucap Togi.

Sementara, Koordinator Forum Komunitas Hijau Nusantara Heri Syaefudin mengungkapkan, saat ini yang dibutuhkan adalah ruang tatap muka. Pasalnya, untuk mercepatan pembentukan ekosistem pancasila. Menurutnya ada pola indoktrinasi pancasila di pendidikan, penyadaran dan konfirmasi nilai yang akan diuji di ruang publik.

“Guna memperkokoh dan pembentukan ekosistem pancasila diperlukan ruang tatap muka seperti ini (Joglo Nusantara-red). Kita juga baru tahu kalau banyak sekolah daerah lain yang tidak mengajarkan pelajaran PPKN. Di Depok ini yang masih mengajarkan PPKN, mari kita jadikan Depok sebagai Kota Pancasila,” ucap pria yang akrab disapa Heri Blankon. (rd)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Puskesmas Kemirimuka Sempatkan 10 Menit untuk Peregangan

SENAM : Puskesmas Kemirimuka melakukan gerak peregangan 10 Menit disela-sela pelayanan. FOTO : GHEA PATTIA/RADARDEPOK   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Jumat Kaya Manfaat di SMPN 22 Depok

SEHAT : Guru dan siswa SMPN 22 Depok sedang melakukan senam bersama, Jumat (18/10). FOTO

Read More...

Lulusan Pesantren Makin Mendapat Pengakuan dari Negara

ILUSTRASI   JAKARTA - Disahkannya UU Pesantren memberikan ruang pengakuan bagi santri setelah menamatkan studinya. Pasalnya, selama

Read More...

Mobile Sliding Menu